Advertisement
Borago officinalis, yang lebih dikenal sebagai borage atau bunga bintang, adalah tanaman herba tahunan yang berasal dari kawasan Mediterania. Tanaman ini telah dibudidayakan sejak zaman kuno, baik sebagai tanaman obat maupun tanaman hias. Ciri khasnya adalah batang dan daunnya yang berbulu kasar dan berwarna hijau keabuan. Bunga borage memiliki bentuk bintang dengan lima kelopak runcing, biasanya berwarna biru cerah, meskipun varietas putih dan merah muda juga ada. Tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi 60–100 cm dan mudah berbiji sendiri, sehingga sering muncul kembali di kebun dari tahun ke tahun.
Berasal dari wilayah Mediterania, tanaman ini sangat suka area terbuka yang terkena sinar matahari penuh. Tumbuh paling subur di tanah yang subur, gembur, dan memiliki sistem drainase yang baik. Sering dianggap sebagai tanaman pendamping yang oke di kebun karena menarik lebah dan serangga penyerbuk. Karakteristik/ciri-ciri Bunga Bintang (Borago officinalis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tanaman herba semusim yang bisa tumbuh tegak hingga setinggi 60-100 cm. |
| Batang | Batangnya tebal, berongga, dan punya tekstur kasar karena ditutupi bulu-bulu halus yang agak tajam. |
| Daun | Daunnya berbentuk oval atau lonjong, berwarna hijau cerah, dan permukaannya berkerut dengan bulu-bulu halus di sekujur daunnya. |
| Bunga | Bentuknya ikonik seperti bintang berujung lima dengan warna biru cerah (kadang ada yang putih/pink). Punya benang sari menonjol di tengah yang membentuk kerucut hitam atau gelap. |
| Akar | Memiliki sistem akar tunggang yang cukup dalam, jadi tanaman ini lumayan tahan kalau sesekali telat disiram. |
| Buah Dan Biji | Setelah bunga gugur, muncul biji kecil berwarna hitam atau cokelat yang tersimpan dalam kelopak bunga yang mengering. |
8 Manfaat Bunga Bintang untuk kesehatan.
Asam gamma-linolenat (GLA) dimetabolisme menjadi asam dihomo-gamma-linolenat (DGLA) yang menghambat aktivitas siklooksigenase (COX) dan lipoksigenase (LOX), mengurangi produksi prostaglandin E2 (PGE2) dan leukotrien B4 (LTB4). DGLA juga berkompetisi dengan asam arakidonat pada jalur COX-2, menekan sintesis mediator inflamasi. Selain itu, GLA meningkatkan produksi prostaglandin E1 (PGE1) yang bersifat anti-inflamasi.
GLA dari minyak borage meningkatkan kadar DGLA dalam membran sel kulit, yang kemudian dimetabolisme menjadi PGE1 dan 15-hidroksi-DGLA. Senyawa ini menghambat sintesis LTB4 dan menstabilkan pelepasan histamin dari sel mast, mengurangi peradangan kulit dan pruritus. Flavonoid seperti quercetin juga berkontribusi melalui inhibisi degranulasi sel mast.
GLA meningkatkan rasio prostaglandin E1 terhadap asam arakidonat, menormalkan sensitivitas jaringan payudara terhadap hormon dan mengurangi respons inflamasi. Mekanisme ini melibatkan modulasi jalur COX-2 dan penurunan produksi prostaglandin F2α yang bersifat kontraktil.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bunga Bintang.
Interaksi & Kontraindikasi Bunga Bintang dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Bunga Bintang (Borago officinalis), yang dikenal sebagai borage, mengandung alkaloid pirolizidin (PA) dalam jumlah tertentu, terutama jenis lycopsamine dan intermedine. Konsumsi bagian tanaman ini, terutama daun dan bijinya dalam jangka panjang atau dosis tinggi, dapat menyebabkan efek toksik pada hati (hepatotoksisitas) karena senyawa PA dimetabolisme oleh hati menjadi zat perantara reaktif yang merusak sel-sel hepatosit. Kondisi ini dapat memicu veno-occlusive disease (VOD), kerusakan hati berat, hingga sirosis dan gagal hati.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Bunga Bintang.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bunga Bintang.