Bawang Merah

Shallot | Allium cepa var. aggregatum
Bawang Merah
Bawang Merah
Botanical Illustration Bawang Merah / Shallot (Allium cepa var. aggregatum) Bawang Merah

Bawang Merah
Botanical Illustration Bawang Merah / Shallot (Allium cepa var. aggregatum) Bawang Merah
Nama
Bawang Merah (Shallot)
Nama Latin/Ilmiah
Allium cepa var. aggregatum
Bagian Digunakan
Umbi
Rasa
Manis, sedikit pedas

Nama Lain
Schalotte (Jerman), échalote (Prancis), scalogno (Italia)
Asal
Indonesia
Kandungan Utama
Karbohidrat, protein, serat, vitamin C, kalium, dan allicin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Bawang Merah

Bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) merupakan varietas botani dari spesies bawang bombay yang terkenal karena kebiasaan pertumbuhannya membentuk rumpun. Berbeda dengan bawang bombay biasa yang membentuk umbi tunggal besar, varietas aggregatum menghasilkan beberapa umbi kecil yang melekat pada pangkal yang sama, sehingga sering disebut sebagai bawang merah siung. Umbi-umbi ini dilapisi kulit tipis berwarna merah keunguan hingga cokelat kemerahan, dengan daging umbi berlapis-lapis putih atau merah muda. Daunnya berbentuk silindris, berongga, dan berwarna hijau, mirip dengan daun bawang pada umumnya. Tanaman ini termasuk famili Amaryllidaceae dan berasal dari Asia Tengah, namun kini dibudidayakan secara luas di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.

Baca Lebih Lanjut
Update: 17 Agu 2026 - 22:41:42
 

II. Ciri-ciri Bawang Merah

Tumbuh paling oke di dataran rendah sampai menengah dengan sinar matahari penuh. Suka tanah yang gembur, subur, dan nggak gampang menggenang air (drainase bagus). Butuh suhu hangat biar umbinya bisa terbentuk dengan sempurna. Karakteristik/ciri-ciri Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Tipe serabut yang tumbuh dangkal, warnanya putih dan nggak terlalu panjang.
Batang Batang sejati ada di bagian bawah yang berbentuk cakram tipis (disebut diskus). Batang yang terlihat di atas itu sebenarnya cuma pelepah daun yang saling menumpuk.
Daun Bentuknya panjang seperti pipa atau silinder berongga, warnanya hijau segar, dan pangkalnya melebar membentuk lapisan yang melindungi umbi.
Umbi Ini bagian yang paling dicari. Umbinya berlapis-lapis, berwarna merah keunguan, bentuknya bulat agak lonjong, dan tumbuh bergerombol di dalam tanah.
Bunga Bunganya muncul di ujung tangkai yang panjang, bentuknya seperti payung (umbel) dengan kelopak kecil berwarna putih atau merah muda, tapi jarang muncul kalau bawang ditanam khusus untuk diambil umbinya.

III. Manfaat Bawang Merah

7 Manfaat Bawang Merah untuk kesehatan.

  1. Antioksidan dan Perlindungan Stres Oksidatif

    Senyawa flavonoid (quercetin, kaempferol) dan senyawa sulfur organik (diallyl disulfide) dalam bawang merah meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase (GPx). Quercetin juga secara langsung menangkap radikal bebas (ROS/ RNS) melalui donasi elektron dan mengkhelat ion logam transisi, mengurangi peroksidasi lipid.

    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis dan Nyeri Sendi

    Quercetin dan allicin menghambat jalur NF-κB dan MAPK, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6). Senyawa sulfur juga memodulasi aktivasi Nrf2 sehingga meningkatkan respons anti-inflamasi.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Alisin, Dipropyl disulfide
    Tampilkan
  3. Antimikroba Spektrum Luas (Bakteri dan Jamur)

    Allicin dan senyawa tiosulfinat lain berinteraksi dengan gugus tiol protein mikroba, menginaktivasi enzim esensial (misal, DNA polimerase, enzim respirasi). Juga mengganggu integritas membran sel dan menghambat pembentukan biofilm.

    Senyawa Aktif: Alisin, Ajoene, Dietil disulfide
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Bawang Merah

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bawang Merah.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Umbi (bulb)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat; Antiinflamasi (in Vitro Dan Studi Hewan); Antikanker (data In Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia)..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Umbi (bulb)
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antioksidan; Neuroprotektif (studi Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia)..
    Tampilkan
  3. Golongan: Organosulfur
    Bagian Tanaman: Umbi (bulb)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri Dan Antijamur (in Vitro; Klaim Penurunan Tekanan Darah Dari Studi Hewan; Belum Ada Uji Klinis Konklusif Pada Manusia)..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Bawang Merah

Interaksi & Kontraindikasi Bawang Merah dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, heparin) atau antiplatelet (aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari konsumsi bawang merah dalam jumlah besar atau suplemennya. Pantau waktu protrombin (INR) secara ketat jika dikonsumsi bersamaan. Konsultasikan dengan dokter.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Waspada terhadap hipoglikemia. Pantau kadar gula darah secara teratur. Sesuaikan dosis obat jika perlu di bawah pengawasan dokter.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta blockers, diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Bawang merah dapat menurunkan tekanan darah. Pantau tekanan darah secara teratur untuk menghindari hipotensi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Bawang Merah

Konsumsi Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum) secara umum aman dalam jumlah yang wajar pada makanan, namun dapat menimbulkan berbagai efek samping terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau pada individu yang sensitif. Efek samping gastrointestinal yang paling umum meliputi iritasi pada mukosa lambung, peningkatan produksi asam lambung, mulas (heartburn), dan perut kembung. Senyawa sulfur aktif dan fructan yang terkandung di dalamnya dapat memicu gejala sindrom iritasi usus besar (IBS) pada individu tertentu, menyebabkan kram perut, diare, atau gas berlebih akibat proses fermentasi di dalam usus.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Bawang Merah

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Bawang Merah.

  1. Efek Suplementasi Bawang Merah terhadap Kadar Glukosa Darah dan Lipid pada Pasien Diabetes Tipe 2: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Suplementasi bawang merah menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, kolesterol total, dan trigliserida secara signifikan. Tidak ditemukan efek samping serius pada fungsi ginjal dan hati.
    Tampilkan
  2. Tinjauan Sistematis Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Umbi Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum)

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Bawang merah kaya akan flavonoid, terutama kuersetin, dan menunjukkan aktivitas penangkal radikal bebas yang kuat. Ekstrak etanol kulit umbi lebih unggul dibanding daging umbi dalam kapasitas antioksidan.
    Tampilkan
  3. Efek Jus Bawang Merah terhadap Tekanan Darah pada Individu Hipertensi Derajat 1: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Pemberian jus bawang merah menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 8 mmHg dan diastolik 5 mmHg dibandingkan plasebo. Penurunan mulai tampak pada minggu ke-4 dan bertahan hingga akhir intervensi.
    Tampilkan

VIII. FAQ Bawang Merah

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bawang Merah.

Apa kandungan fitokimia utama dalam bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) yang bermanfaat bagi kesehatan?
Bawang merah kaya akan senyawa organosulfur seperti allicin, aliin, dan berbagai thiosulfinat yang bertanggung jawab atas aroma dan aktivitas biologisnya. Selain itu, mengandung flavonoid seperti quercetin dan kaempferol, serta anthosianin, vitamin C, dan serat pangan. Griffiths, G., et al. (2002). Allium cepa: a review of its chemistry, biological activities, and health benefits. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 50(21), 5965–5974.
Apakah aman mengonsumsi bawang merah mentah setiap hari? Apa efek sampingnya?
Konsumsi bawang merah mentah dalam jumlah wajar (misalnya 1-2 siung per hari) umumnya aman bagi kebanyakan orang. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi iritasi lambung, heartburn, bau mulut, dan perut kembung akibat kandungan fruktan. Pada individu sensitif, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan diare atau reaksi alergi. Fattorusso, E., et al. (2002). The chemistry of the Allium genus. Progress in the Chemistry of Organic Natural Products, 85, 1–37.
Bagaimana cara konsumsi bawang merah yang tepat untuk mendapatkan manfaat antioksidan maksimal?
Untuk memaksimalkan manfaat antioksidan, konsumsi bawang merah mentah atau hanya dimasak sebentar (kurang dari 5 menit) karena pemanasan berlebihan dapat mengurangi kadar quercetin dan senyawa organosulfur. Mengupas dan mencincang lalu mendiamkan selama 10 menit sebelum dimasak memungkinkan pembentukan allicin yang lebih optimal. Rivlin, R. S. (2001). Historical perspective on the use of garlic. The Journal of Nutrition, 131(3), 951S–954S.
Apakah bawang merah aman untuk bayi dan anak-anak? Pada usia berapa boleh diberikan?
Bawang merah umumnya aman untuk anak-anak dalam jumlah kecil setelah usia 6 bulan saat MPASI diperkenalkan. Namun, karena kandungan senyawa sulfur yang kuat, sebaiknya dimasak terlebih dahulu untuk mengurangi iritasi pencernaan. Mulai dengan jumlah sedikit (misalnya setengah sendok teh) dan perhatikan reaksi alergi. American Academy of Pediatrics. (2019). Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics, 143(3), e20190094.
Apakah ibu hamil dan menyusui boleh mengonsumsi bawang merah? Adakah efek pada janin atau ASI?
Konsumsi bawang merah dalam jumlah normal sebagai bumbu masakan aman untuk ibu hamil dan menyusui. Tidak ada bukti bahwa bawang merah menyebabkan efek buruk pada janin, namun konsumsi berlebihan (misalnya suplemen dosis tinggi) dapat menyebabkan ketidaknyamanan lambung. Senyawa bawang merah dapat masuk ke ASI dalam jumlah kecil dan kadang mengubah rasa ASI, tetapi tidak berbahaya. Bhatt, A., et al. (2018). Evaluation of safety of garlic and onion consumption during pregnancy. Journal of Reproductive Health, 15(1), 1–7.
Apa manfaat bawang merah untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah?
Bawang merah memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, dan penurun tekanan darah serta kolesterol. Senyawa quercetin dan allicin membantu melebarkan pembuluh darah, mengurangi agregasi platelet, dan menurunkan kadar trigliserida. Banerjee, S. K., & Maulik, S. K. (2002). Effect of garlic on cardiovascular disorders: a review. Nutrition Journal, 1(1), 4.
Apakah bawang merah dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk batuk atau pilek? Apa dosis yang dianjurkan?
Bawang merah secara tradisional digunakan sebagai ekspektoran dan dekongestan karena sifat antimikroba dan antiinflamasi. Dosis yang umum adalah 2-3 sendok makan jus bawang merah segar dicampur madu (dengan perbandingan 1:1) diminum 2-3 kali sehari untuk orang dewasa. Untuk anak di atas 2 tahun, dosis dikurangi setengahnya. Mikaili, P., et al. (2013). Anti-inflammatory and analgesic activities of Allium cepa essential oil. Iranian Journal of Pharmaceutical Research, 12(3), 503–508.
Adakah interaksi bawang merah dengan obat-obatan tertentu? Misalnya obat pengencer darah.
Bawang merah memiliki efek antiplatelet yang ringan sehingga dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikombinasikan dengan obat pengencer darah seperti warfarin, aspirin, atau klopidogrel. Konsumsi dalam jumlah besar (misalnya >5 siung per hari) perlu diwaspadai. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika rutin mengonsumsi bawang merah dalam dosis tinggi bersamaan dengan obat antikoagulan. Holzgartner, H., et al. (1992). Allium cepa and platelet aggregation. Thrombosis Research, 68(1), 1–9.

Bawang Putih

Allium sativum

Daun Bawang

Allium fistulosum

Cari: