Maja

Indian Bael | Aegle marmelos
Maja
Nama
Maja (Indian Bael)
Nama Latin/Ilmiah
Aegle marmelos
Famili
Bagian Digunakan
Buah
Rasa
Sepat, pahit, manis

Nama Lain
Bel (India), Matoom (Thailand), Beli (Sri Lanka), Mật quả (Vietnam)
Asal
India, Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh, Nepal, Myanmar, Thailand
Kandungan Utama
Marmelosin, aegeline, flavonoid, dan tanin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Maja

Aegle marmelos, yang lebih dikenal sebagai Bael atau Maja, adalah pohon suci asal anak benua India dan Asia Tenggara yang memiliki peran penting dalam tradisi Hindu, pengobatan Ayurveda, dan ekologi. Pohon berdaun tiga ini termasuk dalam famili Rutaceae, menghasilkan buah bulat berkulit keras dengan daging beraroma harum, manis, dan sedikit asam saat matang. Buah Bael kaya akan senyawa bioaktif seperti tanin, flavonoid, dan kumarin yang memberikan sifat antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Dalam pengobatan tradisional, setiap bagian pohon—mulai dari akar, daun, hingga buah—digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, diare, demam, dan diabetes, menjadikannya tanaman multifungsi yang sangat dihormati.

Baca Lebih Lanjut
Update: 23 Agu 2026 - 06:42:13
 

II. Ciri-ciri Maja

Pohon Maja ini asalnya dari Asia Tenggara dan India. Dia tipe tanaman yang tangguh, bisa hidup di tanah kering atau berbatu, bahkan tahan sama kondisi cuaca yang ekstrem sekalipun. Karakteristik/ciri-ciri Maja (Aegle marmelos):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohonnya ukuran sedang dengan kulit kayu yang agak kasar dan berwarna abu-abu kecokelatan. Biasanya punya duri-duri tajam di bagian rantingnya.
Daun Daunnya unik, tipe majemuk yang terdiri dari 3 helai anak daun (trifoliate). Warnanya hijau terang dan kalau diremas aromanya wangi khas.
Bunga Bunganya punya warna putih kehijauan, ukurannya kecil, dan punya wangi yang lembut dan manis.
Buah Bentuknya bulat atau agak lonjong. Kulit buahnya sangat keras (mirip tempurung kelapa) dan kalau sudah matang warnanya kuning keemasan. Daging buahnya berserat, warnanya jingga, dan punya aroma yang sangat harum.
Biji Bijinya banyak, ukurannya kecil-kecil, dan biasanya terbungkus oleh lendir bening di dalam daging buahnya.

III. Manfaat Maja

8 Manfaat Maja untuk kesehatan.

  1. Antidiabetes Tipe 2

    Ekstrak A. marmelos meningkatkan sekresi insulin melalui stimulasi sel β pankreas, meningkatkan sensitivitas insulin via aktivasi jalur AMPK, serta menghambat α-glukosidase dan α-amilase, sehingga menurunkan penyerapan glukosa usus. Senyawa aegeline dan marmesin memodulasi reseptor PPARγ dan GLUT4.

    Senyawa Aktif: Aegeline, Marmesin, Skopoletin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi (Osteoarthritis)

    Ekstrak menghambat jalur NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6), serta menghambat aktivitas enzim 5-lipoksigenase (5-LOX). Senyawa marmesin dan imperatorin menunjukkan efek anti-inflamasi melalui modulasi MAPK dan jalur PI3K/Akt.

    Senyawa Aktif: Marmesin, Imperatorin, Lupeol
    Tampilkan
  3. Gastroprotektif (Tukak Lambung)

    Ekstrak meningkatkan produksi mukus lambung, menghambat sekresi asam lambung melalui antagonisme reseptor H2 histamin, dan meningkatkan aktivitas antioksidan endogen (SOD, katalase, GSH). Senyawa aegeline dan skopoletin melindungi mukosa melalui aktivasi jalur Nrf2 dan penghambatan apoptosis sel epitel.

    Senyawa Aktif: Aegeline, Skopoletin, β-Sitosterol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Maja

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Maja.

  1. Marmelosin

    Golongan: Kumarin
    Bagian Tanaman: Buah (daging dan kulit)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidiabetes, Antioksidan, Antimikroba, Hepatoprotektif (studi In Vivo Pada Hewan, Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  2. Psoralen

    Golongan: Kumarin
    Bagian Tanaman: Buah, daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Fotokemoterapi Untuk Psoriasis Dan Vitiligo (penggunaan Klinis Terbatas), Antimikroba (studi In Vitro).
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun, buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Venotonik, Neuroprotektif (studi In Vitro Dan In Vivo, Uji Klinis Terbatas Pada Manusia Untuk Insufisiensi Vena).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Maja

Interaksi & Kontraindikasi Maja dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen mineral (zat besi, kalsium, seng)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan serat dan tanin pada bael dapat mengikat mineral sehingga menurunkan penyerapannya. Beri jarak minimal 2 jam antara konsumsi bael dan suplemen mineral. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants.

  2. Antibiotik tetrasiklin (tetrasiklin, doksisiklin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Tanin dalam bael dapat membentuk kompleks dengan tetrasiklin dan mengurangi efektivitas antibiotik. Konsumsi bael 2-3 jam sebelum atau sesudah antibiotik, kecuali atas petunjuk dokter. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database.

  3. Levotiroksin

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Serat dan pektin bael dapat memperlambat penyerapan levotiroksin. Minum levotiroksin saat perut kosong dan beri jarak minimal 4 jam dari konsumsi bael. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+11)

VI. Efek Samping Maja

Buah dan bagian lain dari tanaman Maja (Aegle marmelos) secara tradisional sering digunakan untuk pengobatan gangguan pencernaan seperti diare dan disentri. Namun, konsumsi ekstrak atau bagian tanaman ini dalam dosis yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan berbagai efek samping klinis. Beberapa penelitian toksikologi menunjukkan bahwa kandungan senyawa bioaktif seperti alkaloid, tanin, dan kumarin dalam Maja dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan jika dikonsumsi mentah atau dalam konsentrasi tinggi, yang memicu gejala mual, muntah, dan kram perut bagi sebagian individu.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Maja

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Maja.

  1. Aegle marmelos (Maja) sebagai Bahan Antidiabetes dan Antioksidan: Tinjauan Sistematis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Tinjauan ini menunjukkan bahwa daun dan buah maja mengandung alkaloid, kumarin, dan flavonoid yang berkontribusi pada aktivitas antidiabetes, antioksidan, dan antimikroba. Bukti dari studi praklinis mendukung potensi Aegle marmelos sebagai terapi tambahan untuk diabetes dan sindrom metabolik.
    Tampilkan
  2. Pengaruh Suplementasi Serbuk Buah Maja terhadap Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Acak Terkendali

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Suplementasi serbuk buah maja selama 12 minggu menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan selama intervensi.
    Tampilkan
  3. Ekstrak Daun Maja Mencegah Nefropati Diabetik pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin melalui Penghambatan Stres Oksidatif

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun maja pada dosis 400 mg/kg memperbaiki fungsi ginjal dengan menurunkan kreatinin dan urea serum pada tikus nefropati diabetik. Aktivitas antioksidan ekstrak diduga terlibat dalam efek perlindungan ginjal.
    Tampilkan

VIII. FAQ Maja

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Maja.

Apa saja senyawa fitokimia utama dalam buah Bael (Aegle marmelos) dan manfaatnya bagi kesehatan?
Buah Bael mengandung senyawa fitokimia seperti alkaloid (aegelin, marmesin), kumarin, flavonoid (quercetin, rutin), tanin, dan terpenoid. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, dan antimikroba. (Journal of Ethnopharmacology, 2020)
Bagaimana cara konsumsi Bael yang aman untuk sehari-hari?
Bael dapat dikonsumsi dalam bentuk buah segar, jus, atau suplemen bubuk. Dosis umum untuk buah segar adalah 50-100 gram per hari, sedangkan ekstrak kering sekitar 500-1000 mg. Sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung. (Phytotherapy Research, 2018)
Apakah Bael aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Bael pada ibu hamil dan menyusui belum sepenuhnya diteliti. Beberapa sumber tradisional melarang penggunaan karena efek stimulasi uterus yang mungkin terjadi. Disarankan untuk menghindari konsumsi dalam jumlah besar selama kehamilan dan menyusui tanpa pengawasan ahli. (Journal of Herbal Medicine, 2019)
Apa efek samping potensial dari konsumsi Bael berlebihan?
Konsumsi Bael berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, atau sembelit. Beberapa laporan juga menyebutkan potensi penurunan tekanan darah jika dikombinasikan dengan obat antihipertensi. Dosis tinggi ekstrak mungkin bersifat toksik pada hati. (Food and Chemical Toxicology, 2017)
Bisakah Bael digunakan sebagai obat tradisional untuk gangguan pencernaan?
Ya, Bael secara tradisional digunakan untuk mengatasi diare, disentri, dan gangguan pencernaan lainnya. Kandungan tanin dan pektin dalam buah membantu mengikat toksin dan menenangkan mukosa usus. Penelitian klinis menunjukkan efektivitasnya dalam mengurangi frekuensi diare. (Journal of Ayurveda and Integrative Medicine, 2021)
Bagaimana penggunaan Bael pada anak-anak?
Untuk anak-anak, Bael dapat diberikan dalam bentuk jus encer atau bubur buah dalam jumlah kecil (10-20 gram) untuk mengatasi diare ringan. Namun, belum ada dosis yang terstandarisasi untuk anak di bawah 2 tahun. Konsultasi dengan dokter anak sangat dianjurkan sebelum penggunaan. (Pediatric Reports, 2020)
Apakah Bael memiliki interaksi dengan obat-obatan tertentu?
Bael dapat berinteraksi dengan obat diabetes (misal metformin) karena efek hipoglikemiknya, serta dengan obat antihipertensi karena efek penurun tekanan darah. Konsumsi bersamaan dengan obat antikoagulan juga perlu diwaspadai karena potensi efek antiplatelet. Sebaiknya konsultasi dengan tenaga kesehatan. (International Journal of Pharmacognosy, 2019)

Jeringau

Acorus calamus

Sarsaparilla India

Hemidesmus indicus

Cari: