Advertisement
Aegle marmelos, yang lebih dikenal sebagai Bael atau Maja, adalah pohon suci asal anak benua India dan Asia Tenggara yang memiliki peran penting dalam tradisi Hindu, pengobatan Ayurveda, dan ekologi. Pohon berdaun tiga ini termasuk dalam famili Rutaceae, menghasilkan buah bulat berkulit keras dengan daging beraroma harum, manis, dan sedikit asam saat matang. Buah Bael kaya akan senyawa bioaktif seperti tanin, flavonoid, dan kumarin yang memberikan sifat antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Dalam pengobatan tradisional, setiap bagian pohon—mulai dari akar, daun, hingga buah—digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, diare, demam, dan diabetes, menjadikannya tanaman multifungsi yang sangat dihormati.
Pohon Maja ini asalnya dari Asia Tenggara dan India. Dia tipe tanaman yang tangguh, bisa hidup di tanah kering atau berbatu, bahkan tahan sama kondisi cuaca yang ekstrem sekalipun. Karakteristik/ciri-ciri Maja (Aegle marmelos):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Pohonnya ukuran sedang dengan kulit kayu yang agak kasar dan berwarna abu-abu kecokelatan. Biasanya punya duri-duri tajam di bagian rantingnya. |
| Daun | Daunnya unik, tipe majemuk yang terdiri dari 3 helai anak daun (trifoliate). Warnanya hijau terang dan kalau diremas aromanya wangi khas. |
| Bunga | Bunganya punya warna putih kehijauan, ukurannya kecil, dan punya wangi yang lembut dan manis. |
| Buah | Bentuknya bulat atau agak lonjong. Kulit buahnya sangat keras (mirip tempurung kelapa) dan kalau sudah matang warnanya kuning keemasan. Daging buahnya berserat, warnanya jingga, dan punya aroma yang sangat harum. |
| Biji | Bijinya banyak, ukurannya kecil-kecil, dan biasanya terbungkus oleh lendir bening di dalam daging buahnya. |
8 Manfaat Maja untuk kesehatan.
Ekstrak A. marmelos meningkatkan sekresi insulin melalui stimulasi sel β pankreas, meningkatkan sensitivitas insulin via aktivasi jalur AMPK, serta menghambat α-glukosidase dan α-amilase, sehingga menurunkan penyerapan glukosa usus. Senyawa aegeline dan marmesin memodulasi reseptor PPARγ dan GLUT4.
Ekstrak menghambat jalur NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6), serta menghambat aktivitas enzim 5-lipoksigenase (5-LOX). Senyawa marmesin dan imperatorin menunjukkan efek anti-inflamasi melalui modulasi MAPK dan jalur PI3K/Akt.
Ekstrak meningkatkan produksi mukus lambung, menghambat sekresi asam lambung melalui antagonisme reseptor H2 histamin, dan meningkatkan aktivitas antioksidan endogen (SOD, katalase, GSH). Senyawa aegeline dan skopoletin melindungi mukosa melalui aktivasi jalur Nrf2 dan penghambatan apoptosis sel epitel.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Maja.
Interaksi & Kontraindikasi Maja dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Buah dan bagian lain dari tanaman Maja (Aegle marmelos) secara tradisional sering digunakan untuk pengobatan gangguan pencernaan seperti diare dan disentri. Namun, konsumsi ekstrak atau bagian tanaman ini dalam dosis yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan berbagai efek samping klinis. Beberapa penelitian toksikologi menunjukkan bahwa kandungan senyawa bioaktif seperti alkaloid, tanin, dan kumarin dalam Maja dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan jika dikonsumsi mentah atau dalam konsentrasi tinggi, yang memicu gejala mual, muntah, dan kram perut bagi sebagian individu.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Maja.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Maja.