Kelembak

Chinese Rhubarb | Rheum officinale
Kelembak
Nama
Kelembak (Chinese Rhubarb)
Nama Latin/Ilmiah
Rheum officinale
Bagian Digunakan
Akar (rimpang)
Rasa
Pahit, sepat

Nama Lain
Da Huang (China), Chinese Rhubarb (United Kingdom), Rhubarbe de Chine (France), Revand Chini (India)
Asal
Tiongkok
Kandungan Utama
Antrakuinon, emodin, rhein, aloe-emodin, krisofanol, fisikon, tanin, glikosida

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kelembak

Kelembak atau Rheum officinale merupakan spesies tumbuhan herba tahunan dari keluarga Polygonaceae yang berasal dari kawasan pegunungan tinggi di Tiongkok barat dan Tibet. Tumbuhan ini telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional Tiongkok, terutama pada akar (rimpang) yang dikeringkan. Secara morfologi, kelembak memiliki daun besar berbentuk hati dengan tepi bergerigi, serta tangkai daun yang panjang dan berwarna kemerahan. Bunganya kecil-kecil berwarna putih kehijauan yang tersusun dalam malai tegak, muncul pada musim panas. Yang membedakannya dengan rhubarb lain adalah kandungan senyawa antrakuinon seperti emodin dan rhein yang tinggi, memberikan efek laksatif yang kuat sekaligus antiinflamasi.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 10:42:10
 

II. Ciri-ciri Kelembak

Tumbuh subur di daerah pegunungan yang beriklim dingin dengan tanah yang subur, lembap, dan sistem drainase yang baik. Biasanya ditemukan di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.500 hingga 4.000 meter di atas permukaan laut. Karakteristik/ciri-ciri Kelembak (Rheum officinale):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Memiliki rimpang atau akar yang tebal, berdaging, dan berwarna cokelat kekuningan sampai kemerahan. Bagian inilah yang paling sering dimanfaatkan.
Batang Batangnya tegap, tegak, dan bisa tumbuh cukup tinggi, dengan tekstur yang agak berongga di bagian dalam.
Daun Ukuran daunnya jumbo alias sangat besar dengan bentuk menyerupai jantung atau bulat telur. Tepi daunnya sedikit bergelombang dan permukaannya agak kasar.
Bunga Bunganya berukuran kecil, tersusun dalam malai yang padat dan berwarna putih kehijauan atau agak kemerahan.
Buah Buahnya berbentuk segitiga kecil yang kering dan memiliki sayap, sehingga mudah terbawa angin untuk penyebaran biji.

III. Manfaat Kelembak

8 Manfaat Kelembak untuk kesehatan.

  1. Konstipasi (Laksatif)

    Antrakuinon (emodin, rhein, aloe-emodin) merangsang peristaltik usus dengan menginhibisi Na+/K+-ATPase pada enterosit, mengurangi reabsorpsi air dan elektrolit, serta meningkatkan sekresi air ke dalam lumen usus. Jalur sinyal melibatkan aktivasi reseptor 5-HT4 dan peningkatan motilitas kolon.

    Senyawa Aktif: Emodin, Rhein, Aloe-emodin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Rhein dan emodin menghambat aktivitas COX-2 dan LOX-5, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien B4. Juga menekan jalur NF-κB dan mengurangi ekspresi IL-1β, TNF-α, serta MMP-13 pada kondrosit.

    Senyawa Aktif: Rhein, Emodin, Resveratrol
    Tampilkan
  3. Antimikroba (Terhadap Helicobacter pylori)

    Emodin dan aloe-emodin mengganggu membran sel bakteri, menginhibisi DNA girase, dan menurunkan aktivitas urease H. pylori. Sinergi dengan klaritromisin amplifikasi efek bakterisidal.

    Senyawa Aktif: Emodin, Aloe-emodin, Rhein
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kelembak

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kelembak.

  1. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Rimpang (rhizome)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (induksi Apoptosis), Antiinflamasi, Antioksidan.
    Tampilkan
  2. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba (terhadap H. Pylori), Antiinflamasi, Nefroprotektif.
    Tampilkan
  3. Aloe-emodin

    Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (inhibisi Topoisomerase II), Antivirus (HSV, Influenza).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kelembak

Interaksi & Kontraindikasi Kelembak dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
    Rekomendasi:
    Kontraindikasi. Rhubarb dapat merangsang kontraksi rahim dan menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Wanita hamil harus menghindari konsumsi.

  2. Obstruksi usus, stenosis, atonia usus, atau kolitis ulseratif

    Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
    Rekomendasi:
    Kontraindikasi. Efek laksatif stimulan dapat memperburuk kondisi dan menyebabkan perforasi usus. Hindari penggunaan.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan ginjal berat (misal gagal ginjal kronis)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena risiko akumulasi antrakuinon dan asam oksalat yang dapat memperburuk fungsi ginjal. Konsultasi dokter wajib.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Kelembak

Kelembak (Rheum officinale) adalah tanaman herbal yang dikenal karena kandungan senyawa antrakuinon, khususnya rein dan emodin, yang memberikan efek pencahar kuat. Penggunaan kelembak secara oral, terutama dalam jangka panjang atau dosis tinggi, umumnya berkaitan dengan efek samping pada saluran pencernaan seperti kram perut, mual, muntah, dan diare osmotik. Kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan akibat diare ini dapat memicu ketidakseimbangan elektrolit, terutama hipokalemia (penurunan kadar kalium darah), yang sangat berbahaya bagi fungsi jantung dan otot.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Kelembak

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kelembak.

  1. Efikasi dan keamanan kelembak (Rheum officinale) sebagai terapi tambahan pada pankreatitis akut: telaah sistematis dan meta-analisis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian kelembak sebagai tambahan terapi konvensional secara signifikan mempercepat perbaikan gejala, menurunkan kadar amilase, dan mengurangi komplikasi. Tidak ditemukan efek samping serius yang berhubungan dengan pemberian kelembak.
    Tampilkan
  2. Pengaruh kelembak terhadap pemulihan fungsi gastrointestinal pascabedah abdomen: uji acak terkendali

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian kelembak mempercepat pemulihan motilitas usus dan mengurangi durasi mual serta kembung. Kelompok kelembak menunjukkan waktu flatus pertama yang lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol.
    Tampilkan
  3. Ekstrak kelembak (Rheum officinale) memperbaiki kolitis ulseratif pada mencit dengan memodulasi mikrobiota usus dan asam lemak rantai pendek

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Ekstrak kelembak mengurangi skor aktivitas penyakit, menekan respons inflamasi kolon, serta meningkatkan keanekaragaman mikrobiota usus. Kadar asam lemak rantai pendek seperti butirat juga meningkat setelah pemberian ekstrak.
    Tampilkan

VIII. FAQ Kelembak

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kelembak.

Apa itu Chinese Rhubarb (Rheum officinale) dan apa kandungan aktif utamanya?
Chinese Rhubarb (Kelembak) adalah tanaman dari famili Polygonaceae. Rimpang dan akarnya mengandung senyawa antrakuinon seperti emodin, rhein, dan chrysophanol, serta stilbenoid seperti resveratrol. Senyawa-senyawa ini bertanggung jawab atas efek laksatif, antiinflamasi, dan antioksidan. Zhang, H., et al. (2018). Journal of Ethnopharmacology, 222, 1-15.
Bagaimana cara konsumsi Chinese Rhubarb yang aman untuk kesehatan umum?
Biasanya dikonsumsi dalam bentuk rebusan (decoction) dari rimpang kering, ekstrak, atau kapsul. Dosis lazim untuk efek laksatif adalah 0,5-2 gram rimpang kering per hari, tetapi sebaiknya tidak digunakan lebih dari 1-2 minggu. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan elektrolit dan ketergantungan laksatif. Bilia, A.R., et al. (2020). Planta Medica, 86(13-14), 931-949.
Apa manfaat kesehatan utama dari Chinese Rhubarb?
Manfaat utama termasuk mengatasi sembelit (efek laksatif), mendukung detoksifikasi hati, efek antiinflamasi pada kondisi seperti arthritis, dan aktivitas antimikroba terhadap beberapa bakteri. Beberapa studi juga menunjukkan potensi antikanker, meskipun masih dalam tahap penelitian awal. Wang, J., et al. (2015). Phytomedicine, 22(11), 985-993.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Chinese Rhubarb?
Efek samping meliputi kram perut, diare, dehidrasi, dan ketidakseimbangan elektrolit (terutama kalium) jika digunakan berlebihan. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan melanosis coli (pigmentasi usus) dan kerusakan ginjal. Risiko hepatotoksisitas juga dilaporkan pada dosis tinggi. Bharali, T., et al. (2020). Journal of Herbal Medicine, 22, 100347.
Apakah Chinese Rhubarb aman digunakan pada ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman. Senyawa antrakuinon dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran atau persalinan prematur. Pada ibu menyusui, metabolit aktif dapat masuk ke ASI dan menyebabkan diare pada bayi. Oleh karena itu, penggunaan selama kehamilan dan menyusui sangat dikontraindikasikan. Posadzki, P., et al. (2012). British Journal of Clinical Pharmacology, 75(3), 603-618.
Bagaimana penggunaan Chinese Rhubarb pada anak-anak?
Chinese Rhubarb tidak dianjurkan untuk anak di bawah 12 tahun karena risiko dehidrasi dan gangguan elektrolit yang lebih tinggi, serta belum ada bukti keamanan yang memadai. Untuk sembelit pada anak, sebaiknya gunakan laksatif yang lebih aman seperti laktulosa atau serat makanan. Rhee, D.J., et al. (2019). Pediatrics, 143(1), e20181422.
Apakah Chinese Rhubarb dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain?
Ya. Antrakuinon dalam rhubarb dapat meningkatkan efek laksatif dan risiko hipokalemia bila dikombinasikan dengan diuretik atau kortikosteroid. Juga dapat mengurangi penyerapan glikosida jantung, termasuk digoxin, dan mengganggu efek antikoagulan warfarin karena perubahan flora usus. Konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat diperlukan. Wu, C.H., et al. (2017). Journal of Clinical Pharmacy and Therapeutics, 42(5), 531-537.
Berapa dosis harian yang dianjurkan untuk penggunaan obat?
Dosis yang dianjurkan untuk sembelit akut pada dewasa adalah 1-2 gram rimpang kering (setara dengan 15-30 mg antrakuinon) dalam bentuk rebusan, diminum sekali sehari maksimal 1-2 minggu. Untuk penggunaan topikal (sebagai antiinflamasi) dosis berbeda. Dosis lebih tinggi harus dihindari karena risiko toksisitas. European Medicines Agency (EMA). (2020). Rhubarb Root Monograph.

Daun Insulin

Costus igneus

Daun Afrika

Vernonia amygdalina

Cari: