Advertisement
Kelembak atau Rheum officinale merupakan spesies tumbuhan herba tahunan dari keluarga Polygonaceae yang berasal dari kawasan pegunungan tinggi di Tiongkok barat dan Tibet. Tumbuhan ini telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional Tiongkok, terutama pada akar (rimpang) yang dikeringkan. Secara morfologi, kelembak memiliki daun besar berbentuk hati dengan tepi bergerigi, serta tangkai daun yang panjang dan berwarna kemerahan. Bunganya kecil-kecil berwarna putih kehijauan yang tersusun dalam malai tegak, muncul pada musim panas. Yang membedakannya dengan rhubarb lain adalah kandungan senyawa antrakuinon seperti emodin dan rhein yang tinggi, memberikan efek laksatif yang kuat sekaligus antiinflamasi.
Tumbuh subur di daerah pegunungan yang beriklim dingin dengan tanah yang subur, lembap, dan sistem drainase yang baik. Biasanya ditemukan di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.500 hingga 4.000 meter di atas permukaan laut. Karakteristik/ciri-ciri Kelembak (Rheum officinale):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Memiliki rimpang atau akar yang tebal, berdaging, dan berwarna cokelat kekuningan sampai kemerahan. Bagian inilah yang paling sering dimanfaatkan. |
| Batang | Batangnya tegap, tegak, dan bisa tumbuh cukup tinggi, dengan tekstur yang agak berongga di bagian dalam. |
| Daun | Ukuran daunnya jumbo alias sangat besar dengan bentuk menyerupai jantung atau bulat telur. Tepi daunnya sedikit bergelombang dan permukaannya agak kasar. |
| Bunga | Bunganya berukuran kecil, tersusun dalam malai yang padat dan berwarna putih kehijauan atau agak kemerahan. |
| Buah | Buahnya berbentuk segitiga kecil yang kering dan memiliki sayap, sehingga mudah terbawa angin untuk penyebaran biji. |
8 Manfaat Kelembak untuk kesehatan.
Antrakuinon (emodin, rhein, aloe-emodin) merangsang peristaltik usus dengan menginhibisi Na+/K+-ATPase pada enterosit, mengurangi reabsorpsi air dan elektrolit, serta meningkatkan sekresi air ke dalam lumen usus. Jalur sinyal melibatkan aktivasi reseptor 5-HT4 dan peningkatan motilitas kolon.
Rhein dan emodin menghambat aktivitas COX-2 dan LOX-5, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien B4. Juga menekan jalur NF-κB dan mengurangi ekspresi IL-1β, TNF-α, serta MMP-13 pada kondrosit.
Emodin dan aloe-emodin mengganggu membran sel bakteri, menginhibisi DNA girase, dan menurunkan aktivitas urease H. pylori. Sinergi dengan klaritromisin amplifikasi efek bakterisidal.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kelembak.
Interaksi & Kontraindikasi Kelembak dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Kelembak (Rheum officinale) adalah tanaman herbal yang dikenal karena kandungan senyawa antrakuinon, khususnya rein dan emodin, yang memberikan efek pencahar kuat. Penggunaan kelembak secara oral, terutama dalam jangka panjang atau dosis tinggi, umumnya berkaitan dengan efek samping pada saluran pencernaan seperti kram perut, mual, muntah, dan diare osmotik. Kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan akibat diare ini dapat memicu ketidakseimbangan elektrolit, terutama hipokalemia (penurunan kadar kalium darah), yang sangat berbahaya bagi fungsi jantung dan otot.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kelembak.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kelembak.