• Herbapedia.id

Chinese Rhubarb / Kelembak

Rheum officinale
Nama: Chinese Rhubarb / Kelembak
Nama Latin/Ilmiah: Rheum officinale
Famili: Polygonaceae

Kandungan:
Antrakuinon, emodin, rhein, aloe-emodin, krisofanol, fisikon, tanin, glikosida
Nama Lain:
Da Huang (China), Chinese Rhubarb (United Kingdom), Rhubarbe de Chine (France), Revand Chini (India), Karadaio (Japan)
Asal:
Tiongkok
Bagian Utama:
Akar (rimpang)
Rasa:
Pahit, sepat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Chinese Rhubarb / Kelembak

Kelembak atau Rheum officinale merupakan spesies tumbuhan herba tahunan dari keluarga Polygonaceae yang berasal dari kawasan pegunungan tinggi di Tiongkok barat dan Tibet. Tumbuhan ini telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional Tiongkok, terutama pada akar (rimpang) yang dikeringkan. Secara morfologi, kelembak memiliki daun besar berbentuk hati dengan tepi bergerigi, serta tangkai daun yang panjang dan berwarna kemerahan. Bunganya kecil-kecil berwarna putih kehijauan yang tersusun dalam malai tegak, muncul pada musim panas. Yang membedakannya dengan rhubarb lain adalah kandungan senyawa antrakuinon seperti emodin dan rhein yang tinggi, memberikan efek laksatif yang kuat sekaligus antiinflamasi.

Advertisement

Dalam budidaya, Rheum officinale membutuhkan tanah subur dengan drainase baik serta iklim sejuk hingga dingin dengan sinar matahari penuh. Akar tunggangnya yang besar dan berdaging dapat dipanen setelah tanaman berumur 3–5 tahun, ketika kandungan senyawa aktif mencapai puncaknya. Proses pengeringan akar dilakukan secara hati-hati karena enzim oksidasi dapat mengubah komposisi kimia jika terlalu cepat atau terkena sinar langsung. Di Indonesia, kelembak dikenal sebagai "kelembak" atau "rhubarb Cina" namun tidak dibudidayakan secara luas karena keterbatasan agroklimat yang sesuai, sehingga sebagian besar masih diimpor dalam bentuk kering dari Tiongkok.

Secara farmakologis, ekstrak Rheum officinale bekerja terutama pada saluran pencernaan dengan merangsang kontraksi usus besar melalui mekanisme antrakuinon glikosida. Selain sebagai laksatif, penelitian modern menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Helicobacter pylori, efek antidiabetes, serta potensi perlindungan hati akibat kemampuannya menghambat peradangan kronis. Meski demikian, penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kram perut, diare parah, dan ketergantungan karena efek stimulasi usus yang terus-menerus. Dalam pengobatan tradisional, kelembak sering dikombinasikan dengan licorice (Glycyrrhiza glabra) untuk mengurangi iritasi, atau dengan jahe (Zingiber officinale) untuk menyeimbangkan sifat dinginnya. Penggunaannya masih terbatas pada dosis anjuran dan sebaiknya di bawah pengawasan praktisi kesehatan herbal.

Update: 29 Jul 2026 - 21:04:16

 

II. Manfaat Chinese Rhubarb / Kelembak

Manfaat Chinese Rhubarb / Kelembak untuk kesehatan.

  1. Konstipasi (Laksatif)

    Antrakuinon (emodin, rhein, aloe-emodin) merangsang peristaltik usus dengan menginhibisi Na+/K+-ATPase pada enterosit, mengurangi reabsorpsi air dan elektrolit, serta meningkatkan sekresi air ke dalam lumen usus. Jalur sinyal melibatkan aktivasi reseptor 5-HT4 dan peningkatan motilitas kolon.

    Senyawa Aktif: Emodin, Rhein, Aloe-emodin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Rhein dan emodin menghambat aktivitas COX-2 dan LOX-5, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien B4. Juga menekan jalur NF-κB dan mengurangi ekspresi IL-1β, TNF-α, serta MMP-13 pada kondrosit.

    Senyawa Aktif: Rhein, Emodin, Resveratrol
    Tampilkan
  3. Antimikroba (Terhadap Helicobacter pylori)

    Emodin dan aloe-emodin mengganggu membran sel bakteri, menginhibisi DNA girase, dan menurunkan aktivitas urease H. pylori. Sinergi dengan klaritromisin amplifikasi efek bakterisidal.

    Senyawa Aktif: Emodin, Aloe-emodin, Rhein
    Tampilkan
  4. Antioksidan dan Perlindungan Hati (Hepatoprotektif)

    Polifenol seperti emodin dan resveratrol mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan (SOD, CAT, GPx). Menghambat aktivasi sel stelata hati dan mengurangi fibrosis melalui supresi TGF-β1/Smad.

    Senyawa Aktif: Emodin, Resveratrol, Rhein
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Chinese Rhubarb / Kelembak

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Chinese Rhubarb / Kelembak.

  1. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Rimpang (rhizome)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (induksi Apoptosis), Antiinflamasi, Antioksidan.
    Tampilkan
  2. Rhein

    Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba (terhadap H. Pylori), Antiinflamasi, Nefroprotektif.
    Tampilkan
  3. Aloe-emodin

    Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (inhibisi Topoisomerase II), Antivirus (HSV, Influenza).
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Chinese Rhubarb / Kelembak

Kehamilan

Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
Rekomendasi:
Kontraindikasi. Rhubarb dapat merangsang kontraksi rahim dan menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Wanita hamil harus menghindari konsumsi.

Obstruksi usus, stenosis, atonia usus, atau kolitis ulseratif

Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
Rekomendasi:
Kontraindikasi. Efek laksatif stimulan dapat memperburuk kondisi dan menyebabkan perforasi usus. Hindari penggunaan.

Penggunaan pada penderita Gangguan ginjal berat (misal gagal ginjal kronis)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan karena risiko akumulasi antrakuinon dan asam oksalat yang dapat memperburuk fungsi ginjal. Konsultasi dokter wajib.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Chinese Rhubarb / Kelembak

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Chinese Rhubarb / Kelembak.

Apa itu Chinese Rhubarb (Rheum officinale) dan apa kandungan aktif utamanya?
Chinese Rhubarb (Kelembak) adalah tanaman dari famili Polygonaceae. Rimpang dan akarnya mengandung senyawa antrakuinon seperti emodin, rhein, dan chrysophanol, serta stilbenoid seperti resveratrol. Senyawa-senyawa ini bertanggung jawab atas efek laksatif, antiinflamasi, dan antioksidan. Zhang, H., et al. (2018). Journal of Ethnopharmacology, 222, 1-15.
Bagaimana cara konsumsi Chinese Rhubarb yang aman untuk kesehatan umum?
Biasanya dikonsumsi dalam bentuk rebusan (decoction) dari rimpang kering, ekstrak, atau kapsul. Dosis lazim untuk efek laksatif adalah 0,5-2 gram rimpang kering per hari, tetapi sebaiknya tidak digunakan lebih dari 1-2 minggu. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan elektrolit dan ketergantungan laksatif. Bilia, A.R., et al. (2020). Planta Medica, 86(13-14), 931-949.
Apa manfaat kesehatan utama dari Chinese Rhubarb?
Manfaat utama termasuk mengatasi sembelit (efek laksatif), mendukung detoksifikasi hati, efek antiinflamasi pada kondisi seperti arthritis, dan aktivitas antimikroba terhadap beberapa bakteri. Beberapa studi juga menunjukkan potensi antikanker, meskipun masih dalam tahap penelitian awal. Wang, J., et al. (2015). Phytomedicine, 22(11), 985-993.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Chinese Rhubarb?
Efek samping meliputi kram perut, diare, dehidrasi, dan ketidakseimbangan elektrolit (terutama kalium) jika digunakan berlebihan. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan melanosis coli (pigmentasi usus) dan kerusakan ginjal. Risiko hepatotoksisitas juga dilaporkan pada dosis tinggi. Bharali, T., et al. (2020). Journal of Herbal Medicine, 22, 100347.
Apakah Chinese Rhubarb aman digunakan pada ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman. Senyawa antrakuinon dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran atau persalinan prematur. Pada ibu menyusui, metabolit aktif dapat masuk ke ASI dan menyebabkan diare pada bayi. Oleh karena itu, penggunaan selama kehamilan dan menyusui sangat dikontraindikasikan. Posadzki, P., et al. (2012). British Journal of Clinical Pharmacology, 75(3), 603-618.
Bagaimana penggunaan Chinese Rhubarb pada anak-anak?
Chinese Rhubarb tidak dianjurkan untuk anak di bawah 12 tahun karena risiko dehidrasi dan gangguan elektrolit yang lebih tinggi, serta belum ada bukti keamanan yang memadai. Untuk sembelit pada anak, sebaiknya gunakan laksatif yang lebih aman seperti laktulosa atau serat makanan. Rhee, D.J., et al. (2019). Pediatrics, 143(1), e20181422.
Apakah Chinese Rhubarb dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain?
Ya. Antrakuinon dalam rhubarb dapat meningkatkan efek laksatif dan risiko hipokalemia bila dikombinasikan dengan diuretik atau kortikosteroid. Juga dapat mengurangi penyerapan glikosida jantung, termasuk digoxin, dan mengganggu efek antikoagulan warfarin karena perubahan flora usus. Konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat diperlukan. Wu, C.H., et al. (2017). Journal of Clinical Pharmacy and Therapeutics, 42(5), 531-537.
Berapa dosis harian yang dianjurkan untuk penggunaan obat?
Dosis yang dianjurkan untuk sembelit akut pada dewasa adalah 1-2 gram rimpang kering (setara dengan 15-30 mg antrakuinon) dalam bentuk rebusan, diminum sekali sehari maksimal 1-2 minggu. Untuk penggunaan topikal (sebagai antiinflamasi) dosis berbeda. Dosis lebih tinggi harus dihindari karena risiko toksisitas. European Medicines Agency (EMA). (2020). Rhubarb Root Monograph.