Advertisement
Kelembak atau Rheum officinale merupakan spesies tumbuhan herba tahunan dari keluarga Polygonaceae yang berasal dari kawasan pegunungan tinggi di Tiongkok barat dan Tibet. Tumbuhan ini telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional Tiongkok, terutama pada akar (rimpang) yang dikeringkan. Secara morfologi, kelembak memiliki daun besar berbentuk hati dengan tepi bergerigi, serta tangkai daun yang panjang dan berwarna kemerahan. Bunganya kecil-kecil berwarna putih kehijauan yang tersusun dalam malai tegak, muncul pada musim panas. Yang membedakannya dengan rhubarb lain adalah kandungan senyawa antrakuinon seperti emodin dan rhein yang tinggi, memberikan efek laksatif yang kuat sekaligus antiinflamasi.
Advertisement
Dalam budidaya, Rheum officinale membutuhkan tanah subur dengan drainase baik serta iklim sejuk hingga dingin dengan sinar matahari penuh. Akar tunggangnya yang besar dan berdaging dapat dipanen setelah tanaman berumur 3–5 tahun, ketika kandungan senyawa aktif mencapai puncaknya. Proses pengeringan akar dilakukan secara hati-hati karena enzim oksidasi dapat mengubah komposisi kimia jika terlalu cepat atau terkena sinar langsung. Di Indonesia, kelembak dikenal sebagai "kelembak" atau "rhubarb Cina" namun tidak dibudidayakan secara luas karena keterbatasan agroklimat yang sesuai, sehingga sebagian besar masih diimpor dalam bentuk kering dari Tiongkok.
Secara farmakologis, ekstrak Rheum officinale bekerja terutama pada saluran pencernaan dengan merangsang kontraksi usus besar melalui mekanisme antrakuinon glikosida. Selain sebagai laksatif, penelitian modern menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Helicobacter pylori, efek antidiabetes, serta potensi perlindungan hati akibat kemampuannya menghambat peradangan kronis. Meski demikian, penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kram perut, diare parah, dan ketergantungan karena efek stimulasi usus yang terus-menerus. Dalam pengobatan tradisional, kelembak sering dikombinasikan dengan licorice (Glycyrrhiza glabra) untuk mengurangi iritasi, atau dengan jahe (Zingiber officinale) untuk menyeimbangkan sifat dinginnya. Penggunaannya masih terbatas pada dosis anjuran dan sebaiknya di bawah pengawasan praktisi kesehatan herbal.
Manfaat Chinese Rhubarb / Kelembak untuk kesehatan.
Antrakuinon (emodin, rhein, aloe-emodin) merangsang peristaltik usus dengan menginhibisi Na+/K+-ATPase pada enterosit, mengurangi reabsorpsi air dan elektrolit, serta meningkatkan sekresi air ke dalam lumen usus. Jalur sinyal melibatkan aktivasi reseptor 5-HT4 dan peningkatan motilitas kolon.
Rhein dan emodin menghambat aktivitas COX-2 dan LOX-5, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien B4. Juga menekan jalur NF-κB dan mengurangi ekspresi IL-1β, TNF-α, serta MMP-13 pada kondrosit.
Emodin dan aloe-emodin mengganggu membran sel bakteri, menginhibisi DNA girase, dan menurunkan aktivitas urease H. pylori. Sinergi dengan klaritromisin amplifikasi efek bakterisidal.
Polifenol seperti emodin dan resveratrol mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan (SOD, CAT, GPx). Menghambat aktivasi sel stelata hati dan mengurangi fibrosis melalui supresi TGF-β1/Smad.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Chinese Rhubarb / Kelembak.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Chinese Rhubarb / Kelembak.