Minuman hangat khas jamu yang memadukan bubuk akar kelembak dosis rendah dengan jahe, kunyit, dan serai. Racikan ini mengacu pada penggunaan Dahuang dalam farmakope TCM serta kebiasaan jamu Nusantara untuk menjaga pencernaan.
| 250 ml Air panas |
| 0,3 g Bubuk akar kelembak (Rheum officinale) |
| 15 g Jahe segar, dimemarkan |
| 10 g Kunyit segar, diiris tipis |
| 1 batang Serai, dimemarkan |
| 1 sdm Madu atau gula aren (opsional) |
| 1 iris Lemon (opsional) |
Kelembak dosis kecil membantu merangsang gerak usus secara ringan, sementara jahe dan kunyit memberi efek antiinflamasi dan meredakan kembung. Wedang ini juga membantu menghangatkan badan serta menjaga daya tahan tubuh berkat gingerol dan kurkumin.
Advertisement
1 cangkir mengandung sekitar 0,3 g bubuk kelembak. Minum maksimal 1 cangkir per hari dan tidak lebih dari 5 hari berturut-turut; total asupan kelembak dari semua resep dalam sehari maksimal 0,5 g.
Karena mempercepat transit usus, dapat menurunkan penyerapan obat oral; beri jeda minimal 2 jam dari obat. Hati-hati bila digunakan bersama diuretik, kortikosteroid, digoxin, atau laksatif lain karena risiko gangguan elektrolit.
Tidak untuk ibu hamil/menyusui, anak-anak di bawah 12 tahun, penderita diare, obstruksi atau radang usus, sakit perut tanpa diagnosis, gangguan ginjal, atau batu ginjal oksalat.
Resep Herbal: #0783