Advertisement
Gotu kola, yang dikenal di Indonesia sebagai pegagan (Centella asiatica), adalah tanaman herba merambat dari famili Apiaceae yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam sistem pengobatan tradisional Asia, termasuk Ayurveda dan Pengobatan Tradisional Tiongkok. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, terutama di lahan basah seperti tepi sawah, parit, dan area teduh. Secara morfologi, pegagan memiliki daun berbentuk ginjal atau kipas dengan tepi bergerigi, serta batang stolon yang menjalar dan berakar pada setiap buku. Kandungan senyawa aktif utamanya adalah triterpenoid, khususnya asiaticoside, madecassoside, dan asam asiatat, yang bertanggung jawab atas berbagai khasiat farmakologisnya, termasuk mempercepat penyembuhan luka, meningkatkan sirkulasi darah, serta mendukung fungsi kognitif.
Tumbuh menjalar di tempat yang lembap dan agak teduh, seperti di pinggir sungai, sawah, atau kebun. Tanaman ini suka banget sama tanah yang subur dan cuaca yang tidak terlalu panas. Karakteristik/ciri-ciri Pegagan (Centella asiatica):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Jenisnya akar tunggang, tapi punya akar tambahan (adventif) yang keluar dari setiap ruas batang yang menyentuh tanah. |
| Batang | Batangnya ramping, lunak, dan merayap di atas tanah (stolon). Warnanya hijau kemerahan dan bisa membentuk tanaman baru di tiap ruasnya. |
| Daun | Bentuknya bulat menyerupai ginjal atau kipas dengan tepi yang bergerigi atau bergelombang. Tangkai daunnya cukup panjang dan biasanya tumbuh bergerombol dari setiap ruas batang. |
| Bunga | Ukuran bunganya sangat kecil, warnanya putih atau kemerahan, dan biasanya berkumpul membentuk payung (umbel) di ketiak daun. |
| Buah | Buahnya kecil, berbentuk lonjong atau pipih, dan punya tulang-tulang yang menonjol di permukaannya. |
8 Manfaat Pegagan untuk kesehatan.
Senyawa triterpenoid (asiatikosida, asam asiatat, asam madekasat) meningkatkan ekspresi faktor pertumbuhan saraf (NGF) dan faktor neurotropik yang diturunkan dari otak (BDNF), menghambat akumulasi beta-amiloid, serta memodulasi jalur sinyal CREB dan ERK. Efek ini mendukung neuroplastisitas dan perlindungan sinaptik.
Asiatikosida merangsang sintesis kolagen tipe I, meningkatkan proliferasi fibroblas, dan menginduksi angiogenesis melalui peningkatan ekspresi VEGF dan TGF-β1. Efek anti-inflamasi melalui penghambatan COX-2 dan NF-κB mempercepat fase proliferasi.
Penghambatan aktivasi NF-κB dan MAPK, penurunan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6), serta pengurangan ekspresi MMP-13 dan aggrecanase yang merusak kartilago. Triterpenoid juga menghambat enzim COX-2 dan 5-LOX secara selektif.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pegagan.
Interaksi & Kontraindikasi Pegagan dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Pegagan (Centella asiatica) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek oleh kebanyakan orang. Namun, penggunaan topikal maupun oral dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling sering dilaporkan pada penggunaan luar (krim atau salep) adalah dermatitis kontak, iritasi kulit, dan sensasi terbakar di area aplikasi. Reaksi alergi ini biasanya disebabkan oleh komponen aktif seperti triterpenoid yang terkandung di dalamnya.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Pegagan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pegagan.