• Herbapedia.id

Gotu Kola / Pegagan

Centella asiatica
Gotu Kola / Pegagan
Nama: Gotu Kola / Pegagan
Nama Ilmiah: Centella asiatica
Famili: Apiaceae

Kandungan:
Asiaticoside, madecassoside, asam asiatat, asam madekasat
Nama Lain:
Mandukaparni (India), Ji xue cao (China), Bua bok (Thailand), Rau má (Vietnam), Thankuni (Bangladesh)
Asal:
India, Sri Lanka, Tiongkok, Indonesia, Malaysia
Bagian Utama:
Daun, Batang
Rasa:
Pahit

Advertisement


I. Tentang Gotu Kola / Pegagan

Gotu kola, yang dikenal di Indonesia sebagai pegagan (Centella asiatica), adalah tanaman herba merambat dari famili Apiaceae yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam sistem pengobatan tradisional Asia, termasuk Ayurveda dan Pengobatan Tradisional Tiongkok. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, terutama di lahan basah seperti tepi sawah, parit, dan area teduh. Secara morfologi, pegagan memiliki daun berbentuk ginjal atau kipas dengan tepi bergerigi, serta batang stolon yang menjalar dan berakar pada setiap buku. Kandungan senyawa aktif utamanya adalah triterpenoid, khususnya asiaticoside, madecassoside, dan asam asiatat, yang bertanggung jawab atas berbagai khasiat farmakologisnya, termasuk mempercepat penyembuhan luka, meningkatkan sirkulasi darah, serta mendukung fungsi kognitif.

Advertisement

Penelitian modern mengkonfirmasi banyak manfaat tradisional Centella asiatica. Senyawa triterpenoidnya merangsang produksi kolagen dan fibroblas, menjadikannya bahan populer dalam dermatologi dan kosmetik untuk mengobati luka, bekas luka, selulit, dan tanda penuaan. Selain itu, ekstrak pegagan memiliki efek neuroprotektif dan adaptogenik. Studi menunjukkan bahwa asiaticoside mampu menghambat enzim asetilkolinesterase dan mengurangi stres oksidatif, sehingga berpotensi meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, serta menghambat perkembangan plak amiloid yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Efek antiinflamasi dan ansiolitiknya juga telah dibuktikan, menjadikannya suplemen herbal yang menjanjikan untuk mengelola kecemasan ringan dan kelelahan mental.

Dalam konteks penggunaan sehari-hari, pegagan mudah dikonsumsi sebagai teh herbal, ekstrak cair, kapsul, atau dijadikan lalapan segar. Namun, penting untuk memperhatikan dosis dan interaksi obat, terutama pada pengguna obat penenang atau obat hati. Meskipun umumnya aman, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan sakit kepala, kulit sensitif, atau peningkatan enzim hati. Di Indonesia, pegagan telah dikenal secara luas dalam ramuan jamu untuk menjaga vitalitas dan menyegarkan tubuh. Kombinasi antara sejarah etnobotani yang kaya dan bukti ilmiah yang terus berkembang menjadikan Centella asiatica sebagai salah satu tanaman obat multifungsi yang layak dipelajari lebih dalam, baik dari perspektif farmasi, nutrisi, maupun konservasi.

Update: 29 Jul 2026 - 03:20:19

 

II. Manfaat Gotu Kola / Pegagan

Manfaat Gotu Kola / Pegagan untuk kesehatan.

  1. Peningkatan Fungsi Kognitif dan Memori pada Dewasa dengan Penurunan Kognitif Ringan

    Senyawa triterpenoid (asiatikosida, asam asiatat, asam madekasat) meningkatkan ekspresi faktor pertumbuhan saraf (NGF) dan faktor neurotropik yang diturunkan dari otak (BDNF), menghambat akumulasi beta-amiloid, serta memodulasi jalur sinyal CREB dan ERK. Efek ini mendukung neuroplastisitas dan perlindungan sinaptik.

    Senyawa Aktif: Asiatikosida, Asam asiatat, Asam madekasat
    Tampilkan
  2. Penyembuhan Luka (Akut dan Kronis)

    Asiatikosida merangsang sintesis kolagen tipe I, meningkatkan proliferasi fibroblas, dan menginduksi angiogenesis melalui peningkatan ekspresi VEGF dan TGF-β1. Efek anti-inflamasi melalui penghambatan COX-2 dan NF-κB mempercepat fase proliferasi.

    Senyawa Aktif: Asiatikosida, Madekasosida, Asam madekasat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis Lutut

    Penghambatan aktivasi NF-κB dan MAPK, penurunan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6), serta pengurangan ekspresi MMP-13 dan aggrecanase yang merusak kartilago. Triterpenoid juga menghambat enzim COX-2 dan 5-LOX secara selektif.

    Senyawa Aktif: Asam asiatat, Asam madekasat, Asiatikosida
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Gotu Kola / Pegagan

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Gotu Kola / Pegagan.

  1. Asiaticoside

    Golongan: Terpenoid (Triterpenoid Saponin)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Mempercepat Penyembuhan Luka, Anti-inflamasi, Meningkatkan Sintesis Kolagen, Neuroprotektif
    Tampilkan
  2. Madecassoside

    Golongan: Terpenoid (Triterpenoid Saponin)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Anti-inflamasi, Anti-fibrosis, Memperbaiki Jaringan Ikat, Menenangkan Kulit
    Tampilkan
  3. Asiatic Acid

    Golongan: Terpenoid (Triterpenoid Asam)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Anti-kanker (in Vitro), Anti-inflamasi, Neuroprotektif
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. FAQ Gotu Kola / Pegagan

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Gotu Kola / Pegagan.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam Gotu Kola (Centella asiatica) dan bagaimana mekanisme kerjanya?
Kandungan fitokimia utama meliputi triterpenoid pentasiklik seperti asiaticoside, madecassoside, asam asiaticat, dan asam madecassic. Senyawa ini diketahui meningkatkan sintesis kolagen, memperbaiki sirkulasi, dan memiliki aktivitas antiinflamasi serta antioksidan. Sumber: Phytotherapy Research, 2019, 33(5), 1252-1263.
Bagaimana dosis harian yang dianjurkan untuk konsumsi Gotu Kola sebagai suplemen?
Dosis umum untuk ekstrak standar triterpenoid (asiaticoside 4%–6%) adalah 60–120 mg per hari, dibagi dalam 2–3 dosis. Untuk kering herba atau teh, takaran 1–2 gram daun kering diseduh dalam air panas 1–2 kali sehari. Dosis lebih tinggi harus di bawah pengawasan. Sumber: WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 1, 1999.
Apakah Gotu Kola aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan selama kehamilan karena beberapa studi menunjukkan efek stimulasi uterus pada hewan. Untuk ibu menyusui, data keamanan masih terbatas; sebaiknya hindari atau konsultasi dengan tenaga kesehatan. Sumber: Review of Natural Products, 2021, Wolters Kluwer.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Gotu Kola dalam jangka panjang?
Efek samping umumnya ringan seperti sakit kepala, mual, pusing, atau gangguan pencernaan. Pada dosis tinggi (di atas 200 mg ekstrak per hari) dapat menyebabkan sedasi, peningkatan kadar enzim hati, atau reaksi alergi pada kulit. Penggunaan topikal dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif. Sumber: Journal of Alternative and Complementary Medicine, 2007, 13(5), 511-516.
Apakah Gotu Kola dapat digunakan untuk anak-anak?
Data keamanan pada anak-anak terbatas. Secara tradisional digunakan dalam dosis kecil (misalnya ½–1 gram daun kering dalam seduhan) untuk membantu konsentrasi atau penyembuhan luka ringan. Namun, tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 1 tahun dan anak tanpa pengawasan medis karena potensi efek sedasi. Sumber: American Botanical Council, 2020, Herbal Medicine for Children.
Bisakah Gotu Kola berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya, karena aktivitasnya sebagai modulator enzim hati (CYP3A4 dan CYP2C9) dan efek sedasi ringan. Dapat meningkatkan efek obat penenang (seperti benzodiazepin), antidiabetes, dan antihipertensi. Hindari kombinasi dengan obat yang memiliki indeks terapi sempit tanpa konsultasi dokter. Sumber: Drug Metabolism and Disposition, 2018, 46(7), 958-965.
Apa manfaat Gotu Kola untuk kesehatan kulit dan bagaimana cara penggunaannya?
Gotu Kola terkenal untuk mempercepat penyembuhan luka, mengurangi bekas luka, dan meningkatkan elastisitas kulit. Penggunaan topikal dalam bentuk krim atau salep dengan konsentrasi triterpenoid 1%–2% efektif. Konsumsi oral juga mendukung produksi kolagen. Sumber: Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 2018, 11(5), 31-37.
Bagaimana cara terbaik mengonsumsi Gotu Kola untuk mendukung fungsi kognitif?
Studi menunjukkan ekstrak standar (60–120 mg/hari) dapat meningkatkan memori dan konsentrasi, terutama pada lansia. Disarankan diminum secara teratur selama 4–8 minggu, namun hindari dosis tinggi karena efek sedasi. Teh dari daun segar juga populer tetapi konsentrasinya lebih rendah. Sumber: Journal of Ethnopharmacology, 2016, 188, 54-62.

Sambiloto

Andrographis paniculata