Pegagan

Gotu Kola | Centella asiatica
Pegagan
Nama
Pegagan (Gotu Kola)
Nama Latin/Ilmiah
Centella asiatica
Famili
Bagian Digunakan
Daun, Batang
Rasa
Pahit

Nama Lain
Mandukaparni (India), Ji xue cao (China), Bua bok (Thailand), Rau má (Vietnam), Thankuni (Bangladesh)
Asal
India, Sri Lanka, Tiongkok, Indonesia, Malaysia
Kandungan Utama
Asiaticoside, madecassoside, asam asiatat, asam madekasat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Pegagan

Gotu kola, yang dikenal di Indonesia sebagai pegagan (Centella asiatica), adalah tanaman herba merambat dari famili Apiaceae yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam sistem pengobatan tradisional Asia, termasuk Ayurveda dan Pengobatan Tradisional Tiongkok. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, terutama di lahan basah seperti tepi sawah, parit, dan area teduh. Secara morfologi, pegagan memiliki daun berbentuk ginjal atau kipas dengan tepi bergerigi, serta batang stolon yang menjalar dan berakar pada setiap buku. Kandungan senyawa aktif utamanya adalah triterpenoid, khususnya asiaticoside, madecassoside, dan asam asiatat, yang bertanggung jawab atas berbagai khasiat farmakologisnya, termasuk mempercepat penyembuhan luka, meningkatkan sirkulasi darah, serta mendukung fungsi kognitif.

Baca Lebih Lanjut
Update: 12 Agu 2026 - 02:42:14
 

II. Ciri-ciri Pegagan

Tumbuh menjalar di tempat yang lembap dan agak teduh, seperti di pinggir sungai, sawah, atau kebun. Tanaman ini suka banget sama tanah yang subur dan cuaca yang tidak terlalu panas. Karakteristik/ciri-ciri Pegagan (Centella asiatica):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Jenisnya akar tunggang, tapi punya akar tambahan (adventif) yang keluar dari setiap ruas batang yang menyentuh tanah.
Batang Batangnya ramping, lunak, dan merayap di atas tanah (stolon). Warnanya hijau kemerahan dan bisa membentuk tanaman baru di tiap ruasnya.
Daun Bentuknya bulat menyerupai ginjal atau kipas dengan tepi yang bergerigi atau bergelombang. Tangkai daunnya cukup panjang dan biasanya tumbuh bergerombol dari setiap ruas batang.
Bunga Ukuran bunganya sangat kecil, warnanya putih atau kemerahan, dan biasanya berkumpul membentuk payung (umbel) di ketiak daun.
Buah Buahnya kecil, berbentuk lonjong atau pipih, dan punya tulang-tulang yang menonjol di permukaannya.

III. Manfaat Pegagan

8 Manfaat Pegagan untuk kesehatan.

  1. Peningkatan Fungsi Kognitif dan Memori pada Dewasa dengan Penurunan Kognitif Ringan

    Senyawa triterpenoid (asiatikosida, asam asiatat, asam madekasat) meningkatkan ekspresi faktor pertumbuhan saraf (NGF) dan faktor neurotropik yang diturunkan dari otak (BDNF), menghambat akumulasi beta-amiloid, serta memodulasi jalur sinyal CREB dan ERK. Efek ini mendukung neuroplastisitas dan perlindungan sinaptik.

    Senyawa Aktif: Asiatikosida, Asam asiatat, Asam Madekasat
    Tampilkan
  2. Penyembuhan Luka (Akut dan Kronis)

    Asiatikosida merangsang sintesis kolagen tipe I, meningkatkan proliferasi fibroblas, dan menginduksi angiogenesis melalui peningkatan ekspresi VEGF dan TGF-β1. Efek anti-inflamasi melalui penghambatan COX-2 dan NF-κB mempercepat fase proliferasi.

    Senyawa Aktif: Asiatikosida, Madekasosida, Asam Madekasat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis Lutut

    Penghambatan aktivasi NF-κB dan MAPK, penurunan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6), serta pengurangan ekspresi MMP-13 dan aggrecanase yang merusak kartilago. Triterpenoid juga menghambat enzim COX-2 dan 5-LOX secara selektif.

    Senyawa Aktif: Asam asiatat, Asam Madekasat, Asiatikosida
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Pegagan

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pegagan.

  1. Golongan: Terpenoid (Triterpenoid Saponin)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Mempercepat Penyembuhan Luka, Antiinflamasi, Meningkatkan Sintesis Kolagen, Neuroprotektif.
    Tampilkan
  2. Madecassoside

    Golongan: Terpenoid (Triterpenoid Saponin)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antifibrosis, Memperbaiki Jaringan Ikat, Menenangkan Kulit.
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid (Triterpenoid Asam)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antikanker (in Vitro), Antiinflamasi, Neuroprotektif.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Pegagan

Interaksi & Kontraindikasi Pegagan dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Hipersensitivitas terhadap Centella asiatica

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena dapat memicu reaksi alergi. Hentikan jika muncul ruam, gatal, atau sesak napas.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat penenang (benzodiazepin, barbiturat, alkohol)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Centella memiliki efek sedasi ringan. Pantau peningkatan rasa kantuk atau penurunan koordinasi. Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin berat.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Centella dapat menurunkan kadar gula darah. Pantau gula darah secara teratur dan waspadai hipoglikemia. Konsultasi dengan dokter untuk penyesuaian dosis obat diabetes.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Pegagan

Pegagan (Centella asiatica) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek oleh kebanyakan orang. Namun, penggunaan topikal maupun oral dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling sering dilaporkan pada penggunaan luar (krim atau salep) adalah dermatitis kontak, iritasi kulit, dan sensasi terbakar di area aplikasi. Reaksi alergi ini biasanya disebabkan oleh komponen aktif seperti triterpenoid yang terkandung di dalamnya.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Pegagan

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Pegagan.

  1. Pengaruh ekstrak Centella asiatica terhadap fungsi kognitif pada orang dewasa: meta-analisis uji acak terkendali

    Tahun: 2024
    Temuan:
    Ekstrak Centella asiatica secara signifikan meningkatkan memori kerja dan kecepatan pemrosesan informasi dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan perbaikan bermakna pada fungsi eksekutif.
    Tampilkan
  2. Efektivitas ekstrak Centella asiatica terhadap memori pada lansia dengan gangguan kognitif ringan: uji acak tersamar ganda

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian selama 12 minggu memperbaiki skor memori jangka pendek dan fungsi kognitif global. Efek ini masih terlihat empat minggu setelah pengobatan dihentikan.
    Tampilkan
  3. Khasiat Centella asiatica terhadap penyembuhan luka dan jaringan parut: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Centella asiatica mempercepat epitelisasi dan mengurangi pembentukan jaringan parut hipertrofik. Tidak ditemukan peningkatan risiko efek samping sistemik yang bermakna.
    Tampilkan

VIII. FAQ Pegagan

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pegagan.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam Gotu Kola (Centella asiatica) dan bagaimana mekanisme kerjanya?
Kandungan fitokimia utama meliputi triterpenoid pentasiklik seperti asiaticoside, madecassoside, asam asiaticat, dan asam madecassic. Senyawa ini diketahui meningkatkan sintesis kolagen, memperbaiki sirkulasi, dan memiliki aktivitas antiinflamasi serta antioksidan. Sumber: Phytotherapy Research, 2019, 33(5), 1252-1263.
Bagaimana dosis harian yang dianjurkan untuk konsumsi Gotu Kola sebagai suplemen?
Dosis umum untuk ekstrak standar triterpenoid (asiaticoside 4%–6%) adalah 60–120 mg per hari, dibagi dalam 2–3 dosis. Untuk kering herba atau teh, takaran 1–2 gram daun kering diseduh dalam air panas 1–2 kali sehari. Dosis lebih tinggi harus di bawah pengawasan. Sumber: WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 1, 1999.
Apakah Gotu Kola aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan selama kehamilan karena beberapa studi menunjukkan efek stimulasi uterus pada hewan. Untuk ibu menyusui, data keamanan masih terbatas; sebaiknya hindari atau konsultasi dengan tenaga kesehatan. Sumber: Review of Natural Products, 2021, Wolters Kluwer.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Gotu Kola dalam jangka panjang?
Efek samping umumnya ringan seperti sakit kepala, mual, pusing, atau gangguan pencernaan. Pada dosis tinggi (di atas 200 mg ekstrak per hari) dapat menyebabkan sedasi, peningkatan kadar enzim hati, atau reaksi alergi pada kulit. Penggunaan topikal dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif. Sumber: Journal of Alternative and Complementary Medicine, 2007, 13(5), 511-516.
Apakah Gotu Kola dapat digunakan untuk anak-anak?
Data keamanan pada anak-anak terbatas. Secara tradisional digunakan dalam dosis kecil (misalnya ½–1 gram daun kering dalam seduhan) untuk membantu konsentrasi atau penyembuhan luka ringan. Namun, tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 1 tahun dan anak tanpa pengawasan medis karena potensi efek sedasi. Sumber: American Botanical Council, 2020, Herbal Medicine for Children.
Bisakah Gotu Kola berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya, karena aktivitasnya sebagai modulator enzim hati (CYP3A4 dan CYP2C9) dan efek sedasi ringan. Dapat meningkatkan efek obat penenang (seperti benzodiazepin), antidiabetes, dan antihipertensi. Hindari kombinasi dengan obat yang memiliki indeks terapi sempit tanpa konsultasi dokter. Sumber: Drug Metabolism and Disposition, 2018, 46(7), 958-965.
Apa manfaat Gotu Kola untuk kesehatan kulit dan bagaimana cara penggunaannya?
Gotu Kola terkenal untuk mempercepat penyembuhan luka, mengurangi bekas luka, dan meningkatkan elastisitas kulit. Penggunaan topikal dalam bentuk krim atau salep dengan konsentrasi triterpenoid 1%–2% efektif. Konsumsi oral juga mendukung produksi kolagen. Sumber: Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 2018, 11(5), 31-37.
Bagaimana cara terbaik mengonsumsi Gotu Kola untuk mendukung fungsi kognitif?
Studi menunjukkan ekstrak standar (60–120 mg/hari) dapat meningkatkan memori dan konsentrasi, terutama pada lansia. Disarankan diminum secara teratur selama 4–8 minggu, namun hindari dosis tinggi karena efek sedasi. Teh dari daun segar juga populer tetapi konsentrasinya lebih rendah. Sumber: Journal of Ethnopharmacology, 2016, 188, 54-62.

Sambiloto

Andrographis paniculata

Sirih

Piper betle

Cari: