Advertisement
Gotu kola, yang dikenal di Indonesia sebagai pegagan (Centella asiatica), adalah tanaman herba merambat dari famili Apiaceae yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam sistem pengobatan tradisional Asia, termasuk Ayurveda dan Pengobatan Tradisional Tiongkok. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, terutama di lahan basah seperti tepi sawah, parit, dan area teduh. Secara morfologi, pegagan memiliki daun berbentuk ginjal atau kipas dengan tepi bergerigi, serta batang stolon yang menjalar dan berakar pada setiap buku. Kandungan senyawa aktif utamanya adalah triterpenoid, khususnya asiaticoside, madecassoside, dan asam asiatat, yang bertanggung jawab atas berbagai khasiat farmakologisnya, termasuk mempercepat penyembuhan luka, meningkatkan sirkulasi darah, serta mendukung fungsi kognitif.
Advertisement
Penelitian modern mengkonfirmasi banyak manfaat tradisional Centella asiatica. Senyawa triterpenoidnya merangsang produksi kolagen dan fibroblas, menjadikannya bahan populer dalam dermatologi dan kosmetik untuk mengobati luka, bekas luka, selulit, dan tanda penuaan. Selain itu, ekstrak pegagan memiliki efek neuroprotektif dan adaptogenik. Studi menunjukkan bahwa asiaticoside mampu menghambat enzim asetilkolinesterase dan mengurangi stres oksidatif, sehingga berpotensi meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, serta menghambat perkembangan plak amiloid yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Efek antiinflamasi dan ansiolitiknya juga telah dibuktikan, menjadikannya suplemen herbal yang menjanjikan untuk mengelola kecemasan ringan dan kelelahan mental.
Dalam konteks penggunaan sehari-hari, pegagan mudah dikonsumsi sebagai teh herbal, ekstrak cair, kapsul, atau dijadikan lalapan segar. Namun, penting untuk memperhatikan dosis dan interaksi obat, terutama pada pengguna obat penenang atau obat hati. Meskipun umumnya aman, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan sakit kepala, kulit sensitif, atau peningkatan enzim hati. Di Indonesia, pegagan telah dikenal secara luas dalam ramuan jamu untuk menjaga vitalitas dan menyegarkan tubuh. Kombinasi antara sejarah etnobotani yang kaya dan bukti ilmiah yang terus berkembang menjadikan Centella asiatica sebagai salah satu tanaman obat multifungsi yang layak dipelajari lebih dalam, baik dari perspektif farmasi, nutrisi, maupun konservasi.
Manfaat Gotu Kola / Pegagan untuk kesehatan.
Senyawa triterpenoid (asiatikosida, asam asiatat, asam madekasat) meningkatkan ekspresi faktor pertumbuhan saraf (NGF) dan faktor neurotropik yang diturunkan dari otak (BDNF), menghambat akumulasi beta-amiloid, serta memodulasi jalur sinyal CREB dan ERK. Efek ini mendukung neuroplastisitas dan perlindungan sinaptik.
Asiatikosida merangsang sintesis kolagen tipe I, meningkatkan proliferasi fibroblas, dan menginduksi angiogenesis melalui peningkatan ekspresi VEGF dan TGF-β1. Efek anti-inflamasi melalui penghambatan COX-2 dan NF-κB mempercepat fase proliferasi.
Penghambatan aktivasi NF-κB dan MAPK, penurunan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6), serta pengurangan ekspresi MMP-13 dan aggrecanase yang merusak kartilago. Triterpenoid juga menghambat enzim COX-2 dan 5-LOX secara selektif.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Gotu Kola / Pegagan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Gotu Kola / Pegagan.