Advertisement
Andrographis paniculata, yang dikenal luas sebagai sambiloto, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Acanthaceae yang berasal dari wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga setinggi 30–110 cm dengan batang tegak bersegi empat, daun berbentuk lanset dengan tepi rata, serta bunga kecil berwarna putih dengan bercak ungu. Sambiloto dikenal karena rasa pahit yang sangat kuat—sehingga dijuluki "king of bitters"—yang disebabkan oleh kandungan senyawa aktif utamanya, yaitu andrografolid. Senyawa diterpen lakton ini menjadi penanda biologis utama yang bertanggung jawab atas sebagian besar khasiat farmakologis tanaman. Selain andrografolid, sambiloto juga mengandung neoandrografolid, deoksiandrografolid, flavonoid seperti apigenin dan quercetin, serta berbagai polifenol yang bekerja secara sinergis.
Advertisement
Secara farmakologis, sambiloto telah dipelajari secara ekstensif karena aktivitas imunomodulator, antiinflamasi, antivirus, dan hepatoprotektifnya. Andrografolid mampu merangsang produksi sel limfosit dan antibodi, menjadikannya efektif dalam memperkuat daya tahan tubuh terhadap infeksi saluran pernapasan, influenza, dan demam. Penelitian modern juga menunjukkan bahwa sambiloto memiliki efek antipiretik (menurunkan demam) dan antioksidan yang kuat, serta mampu menghambat replikasi virus, termasuk virus dengue dan SARS-CoV-2 dalam studi in vitro. Di samping itu, ekstrak sambiloto sering digunakan untuk mendukung fungsi hati dengan merangsang regenerasi sel hati dan meningkatkan ekskresi empedu, sehingga bermanfaat pada kasus hepatitis ringan dan gangguan pencernaan akibat toksin.
Dalam pengobatan tradisional, sambiloto digunakan secara luas di Indonesia, India (Ayurveda), dan China untuk mengatasi demam, radang tenggorokan, diare, dan infeksi kulit. Biasanya dikonsumsi dalam bentuk rebusan daun kering, kapsul ekstrak, atau pati (sari tanaman). Namun, karena sifatnya yang sangat pahit dan efek stimulasi imun yang kuat, penggunaan sambiloto perlu diperhatikan. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi gangguan pencernaan ringan, kelelahan, atau penurunan tekanan darah. Sambiloto dikontraindikasikan pada wanita hamil (dapat memicu kontraksi rahim) dan penderita gangguan autoimun tanpa pengawasan medis. Interaksi obat juga perlu diwaspadai, terutama dengan obat imunosupresan dan antikoagulan. Meskipun demikian, Andrographis paniculata tetap menjadi salah satu herbal andalan yang menjembatani pengobatan tradisional dan bukti ilmiah modern.
Manfaat Sambiloto untuk kesehatan.
Andrographolide menghambat replikasi virus influenza dan rhinovirus melalui inhibisi neuraminidase dan modulasi jalur sinyal NF-κB, mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) serta meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag.
Menghambat pertumbuhan bakteri patogen (E. coli, Shigella, Salmonella) melalui kerusakan membran sel dan inhibisi toksin, serta mengurangi sekresi cairan usus dengan memblokir reseptor kolera toksin dan menghambat peristaltik usus.
Menghambat aktivitas COX-2 dan 5-LOX, menekan produksi prostaglandin dan leukotrien, serta menghambat degradasi kartilago melalui inhibisi MMP-13 dan jalur NF-κB.
Aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi melalui penghambatan sintesis protein bakteri dan kerusakan membran sel, serta efek antipiretik dengan menghambat sintesis prostaglandin di hipotalamus.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sambiloto.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sambiloto.