Sambiloto

Green Chiretta | Andrographis paniculata
Sambiloto
Nama
Sambiloto (Green Chiretta)
Nama Latin/Ilmiah
Andrographis paniculata
Bagian Digunakan
Daun, Batang
Rasa
Pahit

Nama Lain
King of Bitters (India), Chuan Xin Lian (China), Fah Talai Jone (Thailand), Hempedu Bumi (Malaysia)
Asal
India, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Indonesia
Kandungan Utama
Andrografolid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sambiloto

Andrographis paniculata, yang dikenal luas sebagai sambiloto, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Acanthaceae yang berasal dari wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga setinggi 30–110 cm dengan batang tegak bersegi empat, daun berbentuk lanset dengan tepi rata, serta bunga kecil berwarna putih dengan bercak ungu. Sambiloto dikenal karena rasa pahit yang sangat kuat—sehingga dijuluki "king of bitters"—yang disebabkan oleh kandungan senyawa aktif utamanya, yaitu andrografolid. Senyawa diterpen lakton ini menjadi penanda biologis utama yang bertanggung jawab atas sebagian besar khasiat farmakologis tanaman. Selain andrografolid, sambiloto juga mengandung neoandrografolid, deoksiandrografolid, flavonoid seperti apigenin dan quercetin, serta berbagai polifenol yang bekerja secara sinergis.

Baca Lebih Lanjut
Update: 12 Agu 2026 - 00:42:24
 

II. Ciri-ciri Sambiloto

Tumbuh subur di tempat terbuka, bisa ditemukan di pinggir jalan, kebun, atau hutan dataran rendah dengan ketinggian hingga 700 mdpl. Tanaman ini suka sekali dengan sinar matahari dan tanah yang tidak terlalu basah. Karakteristik/ciri-ciri Sambiloto (Andrographis paniculata):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Sistem perakarannya tunggang dengan warna kuning kecokelatan.
Batang Berbentuk segi empat (persegi) saat masih muda, warna batangnya hijau tua, bercabang banyak, dan tingginya bisa mencapai 60-90 cm.
Daun Berbentuk lanset (runcing di ujung), letaknya berhadapan, warnanya hijau tua dengan permukaan yang halus.
Bunga Berukuran kecil, bentuknya seperti bibir (bilabiata), berwarna putih dengan bercak ungu atau merah muda, tumbuh di ujung batang atau ketiak daun.
Buah Berbentuk kapsul lonjong atau menyerupai jajaran genjang, panjangnya sekitar 1,5 cm, jika sudah matang akan pecah secara otomatis.
Biji Berukuran kecil, bentuknya pipih, dan berwarna cokelat muda.

III. Manfaat Sambiloto

8 Manfaat Sambiloto untuk kesehatan.

  1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) / Common Cold

    Andrographolide menghambat replikasi virus influenza dan rhinovirus melalui inhibisi neuraminidase dan modulasi jalur sinyal NF-κB, mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) serta meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag.

    Senyawa Aktif: Andrografolid, neoandrographolide, deoxyandrographolide
    Tampilkan
  2. Diare Akut Infeksius

    Menghambat pertumbuhan bakteri patogen (E. coli, Shigella, Salmonella) melalui kerusakan membran sel dan inhibisi toksin, serta mengurangi sekresi cairan usus dengan memblokir reseptor kolera toksin dan menghambat peristaltik usus.

    Senyawa Aktif: Andrografolid, andrograpanin, sambiloto flavonoid
    Tampilkan
  3. Osteoartritis Lutut

    Menghambat aktivitas COX-2 dan 5-LOX, menekan produksi prostaglandin dan leukotrien, serta menghambat degradasi kartilago melalui inhibisi MMP-13 dan jalur NF-κB.

    Senyawa Aktif: Andrografolid, 14-deoxy-11,12-didehydroandrographolide, neoandrographolide
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Sambiloto

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sambiloto.

  1. Golongan: Diterpenoid Lakton
    Bagian Tanaman: Daun, batang, akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Imunostimulan, Hepatoprotektif, Antikanker (induksi Apoptosis), Antivirus (SARS-CoV-2, HIV, Influenza), Antidiabetes, Antihipertensi..
    Tampilkan
  2. Deoksiandrografolid

    Golongan: Diterpenoid Lakton
    Bagian Tanaman: Daun, batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba (gram Positif/negatif), Antimalaria (inhibisi Pertumbuhan Plasmodium Falciparum), Antiinflamasi, Analgesik..
    Tampilkan
  3. Neoandrografolid

    Golongan: Diterpenoid Lakton
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antipiretik, Imunomodulator (meningkatkan Fagositosis Makrofag), Antidiare (menghambat Sekresi Usus)..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Sambiloto

Interaksi & Kontraindikasi Sambiloto dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan obat antikoagulan (warfarin, heparin, aspirin dosis tinggi)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan karena sambiloto dapat meningkatkan risiko perdarahan. Jika tidak dapat dihindari, pantau INR secara ketat dan konsultasikan dengan dokter.

  2. Penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik, dll.)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Sambiloto memiliki efek hipotensif, dapat menyebabkan tekanan darah turun berlebihan. Pantau tekanan darah secara rutin dan sesuaikan dosis obat antihipertensi dengan panduan dokter.

  3. Penggunaan bersamaan dengan obat antidiabetes (insulin atau obat hipoglikemik oral)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Sambiloto dapat menurunkan kadar gula darah. Risiko hipoglikemia meningkat. Monitor gula darah secara teratur dan konsultasikan penyesuaian dosis obat diabetes.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Sambiloto

Sambiloto (Andrographis paniculata) dikenal sebagai tanaman obat herbal yang sering digunakan untuk meredakan gejala infeksi saluran pernapasan atas dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Meskipun umumnya aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek, konsumsi ekstrak sambiloto dapat menimbulkan berbagai efek samping pada saluran pencernaan. Keluhan yang paling sering dilaporkan meliputi mual, muntah, diare, nyeri lambung, dan penurunan nafsu makan. Efek samping gastrointestinal ini biasanya bersifat ringan hingga sedang dan cenderung reda setelah penghentian konsumsi atau penurunan dosis.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Sambiloto

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Sambiloto.

  1. Meta-Analisis Efektivitas dan Keamanan Andrographis paniculata untuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Andrographis paniculata secara signifikan memperpendek durasi gejala ISPA dan menurunkan skor gejala dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan bersifat ringan dan jarang terjadi.
    Tampilkan
  2. Efikasi dan Keamanan Ekstrak Andrographis paniculata pada Pasien COVID-19 Ringan: Uji Acak Terkontrol, Double-blind, Placebo

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian ekstrak A. paniculata mempercepat resolusi gejala klinis dan menurunkan durasi perawatan dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius selama masa studi.
    Tampilkan
  3. Pengaruh Ekstrak Andrographis paniculata terhadap Kadar Glukosa dan Profil Lipid pada Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak A. paniculata secara signifikan menurunkan HbA1c, glukosa puasa, dan LDL-C setelah 12 minggu intervensi. Fungsi hati dan ginjal tetap berada dalam batas aman selama penelitian.
    Tampilkan

VIII. FAQ Sambiloto

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sambiloto.

Apa saja senyawa aktif utama dalam sambiloto (Andrographis paniculata) dan bagaimana mekanisme kerjanya?
Senyawa aktif utama dalam sambiloto adalah andrografolid, diterpen lakton, dan flavonoid seperti apigenin dan luteolin. Andrografolid diketahui memiliki efek antiinflamasi, antiviral, dan imunomodulator dengan menghambat aktivasi NF-κB dan mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi (Journal of Ethnopharmacology, 2018; Phytomedicine, 2019).
Bagaimana cara konsumsi sambiloto yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Konsumsi harian sambiloto umumnya dalam bentuk kapsul atau ekstrak standar yang mengandung andrografolid 4–5%. Dosis lazim dewasa adalah 300–600 mg ekstrak per hari, dibagi dalam 2–3 kali minum, diminum setelah makan untuk mengurangi iritasi lambung. Rebusan daun segar (3–5 gram) dapat diminum 2 kali sehari, namun rasa pahitnya perlu diperhatikan (Planta Medica, 2017; World Journal of Gastroenterology, 2020).
Apakah sambiloto efektif untuk meningkatkan sistem imun dan mencegah infeksi?
Beberapa studi klinis menunjukkan sambiloto dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi keparahan infeksi saluran pernapasan atas berkat efek imunostimulan dan antiviralnya. Andrografolid meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag dan produksi interferon gamma (Cochrane Database of Systematic Reviews, 2019; Journal of Herbal Medicine, 2021). Namun, bukti untuk pencegahan infeksi pada populasi sehat masih terbatas.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi sambiloto?
Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah gangguan pencernaan seperti mual, diare, dan nyeri perut, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Beberapa kasus menunjukkan reaksi alergi seperti ruam kulit. Penggunaan jangka panjang (lebih dari 3 bulan) belum diteliti dengan baik dan berpotensi mempengaruhi fungsi hati (Drug Metabolism and Disposition, 2020; Toxicology Reports, 2021).
Apakah sambiloto aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman. Sambiloto diketahui memiliki efek uterotonik (merangsang kontraksi rahim) dan dapat meningkatkan risiko keguguran. Studi pada hewan menunjukkan andrografolid dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin. Ibu menyusui juga sebaiknya menghindari karena keamanannya pada bayi belum diketahui (Reproductive Toxicology, 2016; Phytotherapy Research, 2018).
Apakah sambiloto aman untuk anak-anak dan bayi?
Keamanan sambiloto pada anak di bawah 6 tahun belum ditetapkan karena kurangnya data klinis. Pada anak yang lebih besar, ekstrak sambiloto pernah digunakan dalam uji klinis untuk infeksi saluran pernapasan dengan dosis disesuaikan berat badan, namun pengawasan dokter sangat dianjurkan. Bayi harus dihindari karena sistem enzimatiknya masih imatur (Pediatric Infectious Disease Journal, 2016; Journal of Alternative and Complementary Medicine, 2019).
Bagaimana interaksi sambiloto dengan obat-obatan konvensional?
Sambiloto dapat menghambat enzim CYP450 (terutama CYP3A4 dan CYP2C9), sehingga dapat meningkatkan kadar obat yang dimetabolisme oleh enzim tersebut, seperti warfarin, statin, dan beberapa antidiabetes. Selain itu, efek imunomodulatornya dapat berinteraksi dengan imunosupresan (misalnya siklosporin). Konsultasi dokter diperlukan jika mengonsumsi obat-obatan tersebut (Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2017; British Journal of Clinical Pharmacology, 2020).
Berapa dosis harian yang dianjurkan untuk dewasa?
Dosis yang umum digunakan dalam penelitian klinis adalah 3–6 gram simplisia kering per hari (setara dengan 300–600 mg ekstrak standar yang mengandung 4–5% andrografolid). Dosis tersebut biasanya dibagi 2–3 kali konsumsi. Pastikan menggunakan produk yang terstandardisasi untuk menghindari variasi kandungan. Dosis lebih tinggi (di atas 10 gram/hari) meningkatkan risiko efek samping gastrointestinal (Clinical Therapeutics, 2018; International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 2019).

Meniran

Phyllanthus niruri

Pegagan

Centella asiatica

Cari: