Advertisement
Andrographis paniculata, yang dikenal luas sebagai sambiloto, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Acanthaceae yang berasal dari wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga setinggi 30–110 cm dengan batang tegak bersegi empat, daun berbentuk lanset dengan tepi rata, serta bunga kecil berwarna putih dengan bercak ungu. Sambiloto dikenal karena rasa pahit yang sangat kuat—sehingga dijuluki "king of bitters"—yang disebabkan oleh kandungan senyawa aktif utamanya, yaitu andrografolid. Senyawa diterpen lakton ini menjadi penanda biologis utama yang bertanggung jawab atas sebagian besar khasiat farmakologis tanaman. Selain andrografolid, sambiloto juga mengandung neoandrografolid, deoksiandrografolid, flavonoid seperti apigenin dan quercetin, serta berbagai polifenol yang bekerja secara sinergis.
Tumbuh subur di tempat terbuka, bisa ditemukan di pinggir jalan, kebun, atau hutan dataran rendah dengan ketinggian hingga 700 mdpl. Tanaman ini suka sekali dengan sinar matahari dan tanah yang tidak terlalu basah. Karakteristik/ciri-ciri Sambiloto (Andrographis paniculata):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Sistem perakarannya tunggang dengan warna kuning kecokelatan. |
| Batang | Berbentuk segi empat (persegi) saat masih muda, warna batangnya hijau tua, bercabang banyak, dan tingginya bisa mencapai 60-90 cm. |
| Daun | Berbentuk lanset (runcing di ujung), letaknya berhadapan, warnanya hijau tua dengan permukaan yang halus. |
| Bunga | Berukuran kecil, bentuknya seperti bibir (bilabiata), berwarna putih dengan bercak ungu atau merah muda, tumbuh di ujung batang atau ketiak daun. |
| Buah | Berbentuk kapsul lonjong atau menyerupai jajaran genjang, panjangnya sekitar 1,5 cm, jika sudah matang akan pecah secara otomatis. |
| Biji | Berukuran kecil, bentuknya pipih, dan berwarna cokelat muda. |
8 Manfaat Sambiloto untuk kesehatan.
Andrographolide menghambat replikasi virus influenza dan rhinovirus melalui inhibisi neuraminidase dan modulasi jalur sinyal NF-κB, mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) serta meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag.
Menghambat pertumbuhan bakteri patogen (E. coli, Shigella, Salmonella) melalui kerusakan membran sel dan inhibisi toksin, serta mengurangi sekresi cairan usus dengan memblokir reseptor kolera toksin dan menghambat peristaltik usus.
Menghambat aktivitas COX-2 dan 5-LOX, menekan produksi prostaglandin dan leukotrien, serta menghambat degradasi kartilago melalui inhibisi MMP-13 dan jalur NF-κB.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sambiloto.
Interaksi & Kontraindikasi Sambiloto dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Sambiloto (Andrographis paniculata) dikenal sebagai tanaman obat herbal yang sering digunakan untuk meredakan gejala infeksi saluran pernapasan atas dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Meskipun umumnya aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek, konsumsi ekstrak sambiloto dapat menimbulkan berbagai efek samping pada saluran pencernaan. Keluhan yang paling sering dilaporkan meliputi mual, muntah, diare, nyeri lambung, dan penurunan nafsu makan. Efek samping gastrointestinal ini biasanya bersifat ringan hingga sedang dan cenderung reda setelah penghentian konsumsi atau penurunan dosis.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Sambiloto.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sambiloto.