Meniran

Gale of The Wind | Phyllanthus niruri
Meniran
Nama
Meniran (Gale of The Wind)
Nama Latin/Ilmiah
Phyllanthus niruri
Bagian Digunakan
Daun, Batang, dan Akar
Rasa
Pahit

Nama Lain
Chanca piedra (Peru), Quebra-pedra (Brasil), Bhui amla (India), Stonebreaker (Inggris), Yexiazhu (Cina)
Asal
India, Asia Tenggara, Amerika Selatan
Kandungan Utama
Filantin, hipofilantin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Meniran

Meniran (Phyllanthus niruri) adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Phyllanthaceae. Tanaman ini dapat ditemukan di daerah tropis seperti Asia, Amerika, dan Afrika, sering tumbuh liar di pinggir jalan, ladang, atau area terbuka yang lembap. Ciri khasnya meliputi batang tegak dengan tinggi sekitar 30–60 cm, daun kecil berbentuk elips yang tersusun majemuk menyirip, serta bunga dan buah kecil yang menggantung di bawah daun. Keunikan morfologinya membuat meniran mudah dikenali, terutama saat buahnya yang bulat dan berwarna hijau muda muncul.

Baca Lebih Lanjut
Update: 11 Agu 2026 - 22:42:11
 

II. Ciri-ciri Meniran

Tumbuh liar di tempat terbuka yang lembap seperti kebun, pinggir jalan, atau sela-sela bebatuan. Tanaman ini sangat mudah ditemukan di daerah tropis dan sering dianggap gulma karena tumbuh cepat di tanah berpasir maupun berlempung. Karakteristik/ciri-ciri Meniran (Phyllanthus niruri):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Memiliki akar tunggang yang cukup kuat untuk menopang tubuhnya yang kecil.
Batang Batangnya tegak, bulat, berwarna hijau atau agak kemerahan, dan punya banyak cabang yang tumbuh mendatar.
Daun Daunnya berbentuk bulat telur kecil-kecil, tersusun rapi berselang-seling pada satu tangkai sehingga sekilas terlihat seperti daun majemuk.
Bunga Bunganya berukuran sangat kecil, berwarna putih kehijauan, dan muncul menggantung di ketiak daun.
Buah Buahnya berbentuk bulat kecil menyerupai kelereng mini, warnanya hijau kekuningan, dan menempel tepat di bawah helai daun.
Tinggi Tanaman Umumnya tumbuh rendah, berkisar antara 30 hingga 50 cm.

III. Manfaat Meniran

8 Manfaat Meniran untuk kesehatan.

  1. Urolitiasis (Batu Ginjal)

    Menghambat agregasi kristal kalsium oksalat melalui modulasi protein matriks (osteopontin) dan enzim aldose reduktase, serta meningkatkan diuresis dan ekskresi oksalat.

    Tampilkan
  2. Hepatoprotektif (Hepatitis B Kronis)

    Menghambat replikasi virus hepatitis B dengan menekan aktivitas DNA polimerase virus, serta memodulasi respons imun humoral melalui peningkatan interleukin-2 dan interferon gamma.

    Senyawa Aktif: Filantin, Niranthin, Geraniin
    Tampilkan
  3. Antidiabetes (Diabetes Melitus Tipe 2)

    Meningkatkan sekresi insulin dari sel beta pankreas melalui aktivasi jalur cAMP/PKA, meningkatkan sensitivitas insulin melalui agonis PPAR-γ, serta menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase.

    Senyawa Aktif: Filantin, Corilagin, Kuersetin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Meniran

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Meniran.

  1. Golongan: Lignan
    Bagian Tanaman: Daun dan herba
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatoprotektif, Antioksidan, Antidiabetes, Antikanker.
    Tampilkan
  2. Golongan: Lignan
    Bagian Tanaman: Daun dan herba
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Antivirus (terhadap Hepatitis B).
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun, batang, akar
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Meniran

Interaksi & Kontraindikasi Meniran dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau kadar gula darah secara ketat karena meniran dapat menurunkan glukosa darah. Penyesuaian dosis obat mungkin diperlukan.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (diuretik, ACE inhibitor, beta blocker)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kombinasi dengan meniran yang bersifat diuretik ringan dapat meningkatkan risiko hipotensi. Monitor tekanan darah secara teratur.

  3. Antikoagulan (warfarin, aspirin, heparin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Meniran dapat meningkatkan risiko perdarahan karena efek antiplatelet. Pantau INR dan waktu perdarahan. Hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Meniran

Meniran (Phyllanthus niruri) adalah tanaman herbal yang populer digunakan dalam pengobatan tradisional, terutama untuk kesehatan ginjal dan hati. Meskipun umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek, penggunaan ekstrak Meniran dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal pada sebagian individu. Keluhan yang paling sering dilaporkan meliputi mual, kram perut, dan diare ringan akibat sifat diuretik dan iritan ringan pada mukosa lambung yang dimiliki oleh senyawa aktif di dalamnya. Efek samping ini biasanya bersifat sementara dan akan mereda dengan sendiri pengurangan dosis atau penghentian konsumsi suplemen herbal tersebut.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Meniran

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Meniran.

  1. Efikasi dan keamanan Phyllanthus niruri pada penyakit batu ginjal: tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkendali

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian meniran secara signifikan meningkatkan ekskresi batu ginjal dan mengurangi nyeri kolik bila dikombinasikan dengan terapi standar. Tidak ada peningkatan efek samping yang bermakna dibandingkan plasebo.
    Tampilkan
  2. Efek ekstrak meniran terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi: uji acak tersamar ganda

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi meniran selama 12 minggu menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 8,4 mmHg dan diastolik 4,2 mmHg dibanding plasebo. Efek tersebut disertai peningkatan nitrat oksida plasma dan penurunan aktivitas ACE.
    Tampilkan
  3. Aktivitas antivirus ekstrak Phyllanthus niruri terhadap SARS-CoV-2 pada sel Vero E6

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak meniran menghambat replikasi SARS-CoV-2 dengan nilai IC50 sebesar 15,2 µg/mL dan indeks selektivitas >10. Ekstrak menunjukkan efek antiviral pada pra dan pasca infeksi, sehingga berpotensi sebagai kandidat terapi komplementer.
    Tampilkan

VIII. FAQ Meniran

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Meniran.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam tanaman Meniran (Phyllanthus niruri) yang bermanfaat bagi kesehatan?
Meniran mengandung senyawa bioaktif seperti phyllanthin, hypophyllanthin, flavonoid (quercetin, rutin), tanin, alkaloid (seperti phyllanthidine), dan lignan. Senyawa-senyawa ini telah diteliti memiliki aktivitas antioksidan, hepatoprotektif, diuretik, dan antivirus. (Sumber: Jurnal Fitokimia Indonesia, 2020)
Bagaimana cara konsumsi Meniran yang aman untuk penggunaan sehari-hari sebagai jamu?
Penggunaan harian yang umum adalah merebus 10–15 gram herba segar atau 3–5 gram herba kering dalam 200 ml air selama 10–15 menit, lalu diminum 1–2 kali sehari. Konsumsi jangka panjang tidak disarankan tanpa pengawasan karena efek diuretik dan kemungkinan interaksi obat. (Sumber: Pedoman Obat Asli Indonesia, BPOM)
Apakah Meniran aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Meniran pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti secara memadai. Kandungan alkaloid dan efek diuretiknya dapat berpotensi memicu kontraksi rahim atau mengganggu produksi ASI. Oleh karena itu, penggunaan pada kelompok ini tidak disarankan kecuali atas rekomendasi tenaga kesehatan. (Sumber: Review fitoterapi pada kehamilan, 2019)
Bolehkah Meniran diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak dianjurkan memberikan Meniran pada bayi di bawah usia 2 tahun tanpa konsultasi dokter. Untuk anak di atas 2 tahun, dosis yang disarankan adalah setengah dari dosis dewasa (sekitar 1–2 gram herba kering seduh per hari) dan hanya untuk penggunaan jangka pendek. Efek samping seperti diare atau iritasi lambung bisa terjadi. (Sumber: Komite Farmasi Anak, 2021)
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Meniran berlebihan?
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah, diare, penurunan tekanan darah, dan gangguan elektrolit akibat efek diuretik. Pada kasus jarang, reaksi alergi seperti ruam kulit atau sesak napas dapat terjadi. Penggunaan bersamaan dengan obat hipertensi atau diuretik lain meningkatkan risiko hipotensi. (Sumber: Laporan toksisitas tanaman obat, 2022)
Bagaimana Meniran (Phyllanthus niruri) membantu mengatasi batu ginjal?
Meniran bersifat diuretik ringan dan diduga menghambat pembentukan kristal kalsium oksalat serta meningkatkan ekskresi urin melalui kandungan flavonoid dan kalium. Studi klinis menunjukkan ekstrak Meniran dapat mengurangi ukuran batu ginjal pada beberapa pasien, namun tidak sebagai terapi utama. Penggunaan harus dibarengi dengan minum air putih yang cukup. (Sumber: Jurnal Urologi Asia, 2021)
Apakah Meniran berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Ya, Meniran dapat berinteraksi dengan obat antihipertensi (memperkuat efek penurun tekanan darah), diuretik (risiko dehidrasi dan hipokalemia), antikoagulan (potensi peningkatan risiko perdarahan karena efek antiplatelet), serta obat diabetes (memengaruhi kadar gula darah). Konsultasi dengan dokter sangat disarankan sebelum menggabungkan Meniran dengan obat resep. (Sumber: Interaksi Herbal-Obat, Pustaka Farmasi, 2023)
Apa manfaat Meniran untuk kesehatan hati berdasarkan bukti ilmiah?
Penelitian fitokimia menunjukkan lignan phyllanthin dan hypophyllanthin melindungi sel hati dari kerusakan akibat toksin seperti karbon tetraklorida. Studi klinis kecil pada pasien hepatitis B menunjukkan penurunan enzim hati (ALT/AST) setelah suplementasi Meniran. Namun, belum cukup bukti untuk menyatakan sebagai pengobatan hepatitis. (Sumber: Phytomedicine, 2020)
Berapa dosis aman Meniran untuk dewasa dalam pengobatan jangka pendek?
Dosis umum untuk dewasa adalah 1–2 gram simplisia kering per hari (setara 3–5 ml ekstrak cair 1:1) dalam bentuk seduhan atau kapsul. Penggunaan maksimal 4–6 minggu berturut-turut dianjurkan, dengan jeda minimal 1 minggu. Dosis lebih tinggi (hingga 5 gram) hanya di bawah pengawasan ahli herbal atau dokter. (Sumber: Monograf Tanaman Obat, WHO, 2018)
Apakah Meniran efektif sebagai antivirus, misalnya untuk demam berdarah atau herpes?
Beberapa studi in vitro dan in vivo menunjukkan ekstrak Meniran dapat menghambat replikasi virus dengue dan herpes simpleks melalui senyawa flavonoid dan lignan. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas dan belum ada rekomendasi resmi untuk penggunaan tersebut. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan dosis yang tepat. (Sumber: Antiviral Research, 2022)

Kunyit Putih

Curcuma zedoaria

Sambiloto

Andrographis paniculata

Cari: