Advertisement
Mengkudu (Morinda citrifolia) adalah tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara dan Australasia, namun kini tersebar luas di berbagai kawasan beriklim hangat. Tanaman ini termasuk dalam famili Rubiaceae dan dapat tumbuh sebagai perdu atau pohon kecil setinggi 3–10 meter. Daunnya berbentuk elips dengan permukaan mengilap, sementara buahnya berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi putih kekuningan ketika matang. Buah mengkudu memiliki bau khas yang tajam dan rasa pahit, tetapi telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di berbagai budaya, terutama di Polinesia dan Asia.
8 Manfaat Mengkudu untuk kesehatan.
Iridoid (terutama asperuloside), skopoletin, dan flavonoid menekan aktivasi NF-κB sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, IL-6, dan MMP-9; juga menghambat fosforilasi MAPK p38/JNK dan degradasi IκB-α.
Polifenol dan flavonoid bekerja sebagai penangkap radikal bebas serta pengkhelat logam transisi; mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan superoksida dismutase, katalase, glutation peroksidase, dan menurunkan lipid peroksida serta F2-isoprostane.
Antrakuinon seperti damnacanthal dan nordamnacanthal mengganggu integritas membran sel mikroba, menghambat pompa efluks, dan memodulasi pembentukan biofilm; skopoletin meningkatkan permeabilitas membran.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Mengkudu.
Mengkudu (Morinda citrifolia) telah lama dikenal sebagai tanaman herbal, namun konsumsinya dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama pada sistem pencernaan dan hati. Beberapa pengguna melaporkan gangguan gastrointestinal ringan seperti mual, kembung, dan diare setelah mengonsumsi jus mengkudu. Efek ini umumnya berkaitan dengan kandungan asam dan senyawa aktif yang tinggi yang dapat mengiritasi mukosa lambung pada individu yang sensitif.