Advertisement
Ketapang (Terminalia catappa) adalah pohon tropis yang berasal dari Asia Tenggara dan kini tersebar luas di berbagai wilayah pantai tropis di dunia. Secara morfologis, pohon ini mudah dikenali dari tajuknya yang bertingkat-tingkat dan daunnya yang lebar, membulat telur, serta mengumpul di ujung ranting. Daunnya yang tua berubah menjadi kuning, jingga, hingga merah kecokelatan sebelum gugur, memberikan efek estetika yang khas. Sistem percabangannya yang horizontal dan akarnya yang kokoh membuat ketapang kerap difungsikan sebagai pohon peneduh di tepi jalan, taman, maupun area pesisir.
8 Manfaat Ketapang untuk kesehatan.
Polifenol seperti punicalagin, corilagin, dan asam ellagic menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta menekan pelepasan sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Penurunan PGE2 dan migrasi leukosit berkontribusi pada reduksi edema.
Ellagitannin dan flavonoid berikatan dengan protein permukaan sel mikroba, merusak membran sitoplasma, mengganggu aliran ion, serta menghambat pembentukan biofilm. Quercetin dan asam ursolat juga dapat mengganggu adhesi bakteri dan aktivitas pompa efluks.
Senyawa fenolik mendonorkan elektron dan menangkap radikal bebas, mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, meningkatkan ekspresi SOD, katalase, dan glutathione peroxidase, serta menekan peroksidasi lipid dengan menurunkan MDA.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ketapang.
Pohon ketapang (Terminalia catappa) dikenal luas dalam pengobatan tradisional karena kandungan fitokimianya seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Namun, konsumsi bagian tanaman ini, terutama ekstrak daun atau bijinya dalam dosis yang tidak terkontrol, dapat menimbulkan berbagai efek samping pada sistem pencernaan. Senyawa tanin terkondensasi yang tinggi dalam daun ketapang dapat menyebabkan iritasi pada mukosa lambung, mual, muntah, serta konstipasi atau diare jika dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, beberapa penelitian toksisitas pada hewan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak dengan dosis tinggi berpotensi membebani fungsi organ metabolisme utama.