Advertisement
Ketapang (Terminalia catappa) adalah pohon tropis yang berasal dari Asia Tenggara dan kini tersebar luas di berbagai wilayah pantai tropis di dunia. Secara morfologis, pohon ini mudah dikenali dari tajuknya yang bertingkat-tingkat dan daunnya yang lebar, membulat telur, serta mengumpul di ujung ranting. Daunnya yang tua berubah menjadi kuning, jingga, hingga merah kecokelatan sebelum gugur, memberikan efek estetika yang khas. Sistem percabangannya yang horizontal dan akarnya yang kokoh membuat ketapang kerap difungsikan sebagai pohon peneduh di tepi jalan, taman, maupun area pesisir.
Ketapang ini gampang banget ditemuin di daerah pesisir pantai karena dia tahan sama air asin. Tapi sekarang sudah sering jadi pohon peneduh di pinggir jalan kota atau taman karena emang rindang banget dan tahan panas. Karakteristik/ciri-ciri Ketapang (Terminalia catappa):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Pohon besar yang bentuknya khas kayak payung atau bertingkat-tingkat karena cabang-cabangnya tumbuh mendatar. |
| Batang | Kulit batangnya agak kasar, warnanya kecokelatan sampai abu-abu, dan biasanya batangnya tegak lurus. |
| Daun | Daunnya lebar, tebal, dan mengkilap. Bentuknya kayak telur terbalik (obovate). Uniknya, sebelum rontok, daunnya bakal berubah warna jadi merah tua atau oranye cantik. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, warnanya putih kekuningan, dan biasanya muncul dalam bentuk bulir di ketiak daun. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat telur agak gepeng dan punya 'sayap' tipis di pinggirnya. Pas masih muda warnanya hijau, kalau udah tua bakal berubah jadi cokelat/kemerahan. |
| Biji | Di dalam buahnya ada biji yang bisa dimakan, rasanya gurih mirip kacang almond, makanya sering disebut 'almond tropis'. |
8 Manfaat Ketapang untuk kesehatan.
Polifenol seperti punicalagin, corilagin, dan asam ellagic menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta menekan pelepasan sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Penurunan PGE2 dan migrasi leukosit berkontribusi pada reduksi edema.
Ellagitannin dan flavonoid berikatan dengan protein permukaan sel mikroba, merusak membran sitoplasma, mengganggu aliran ion, serta menghambat pembentukan biofilm. Quercetin dan asam ursolat juga dapat mengganggu adhesi bakteri dan aktivitas pompa efluks.
Senyawa fenolik mendonorkan elektron dan menangkap radikal bebas, mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, meningkatkan ekspresi SOD, katalase, dan glutathione peroxidase, serta menekan peroksidasi lipid dengan menurunkan MDA.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ketapang.
Interaksi & Kontraindikasi Ketapang dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Pohon ketapang (Terminalia catappa) dikenal luas dalam pengobatan tradisional karena kandungan fitokimianya seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Namun, konsumsi bagian tanaman ini, terutama ekstrak daun atau bijinya dalam dosis yang tidak terkontrol, dapat menimbulkan berbagai efek samping pada sistem pencernaan. Senyawa tanin terkondensasi yang tinggi dalam daun ketapang dapat menyebabkan iritasi pada mukosa lambung, mual, muntah, serta konstipasi atau diare jika dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, beberapa penelitian toksisitas pada hewan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak dengan dosis tinggi berpotensi membebani fungsi organ metabolisme utama.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ketapang.