Ketapang

Sea Almond | Terminalia catappa
Ketapang
Nama
Ketapang (Sea Almond)
Nama Latin/Ilmiah
Terminalia catappa
Bagian Digunakan
Buah, Biji
Rasa
Pahit

Nama Lain
Tropical almond (Inggris), sea almond (Singapura), talisay (Filipina), badamier (Perancis), jangli badam (India).
Asal
Asal usul ketapang adalah India, Asia Tenggara, Papua Nugini, Australia utara, dan kepulauan Pasifik.
Kandungan Utama
Tanin, flavonoid, saponin, alkaloid, triterpenoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ketapang

Ketapang (Terminalia catappa) adalah pohon tropis yang berasal dari Asia Tenggara dan kini tersebar luas di berbagai wilayah pantai tropis di dunia. Secara morfologis, pohon ini mudah dikenali dari tajuknya yang bertingkat-tingkat dan daunnya yang lebar, membulat telur, serta mengumpul di ujung ranting. Daunnya yang tua berubah menjadi kuning, jingga, hingga merah kecokelatan sebelum gugur, memberikan efek estetika yang khas. Sistem percabangannya yang horizontal dan akarnya yang kokoh membuat ketapang kerap difungsikan sebagai pohon peneduh di tepi jalan, taman, maupun area pesisir.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 22:20:03
 

II. Ciri-ciri Ketapang

Ketapang ini gampang banget ditemuin di daerah pesisir pantai karena dia tahan sama air asin. Tapi sekarang sudah sering jadi pohon peneduh di pinggir jalan kota atau taman karena emang rindang banget dan tahan panas. Karakteristik/ciri-ciri Ketapang (Terminalia catappa):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Pohon besar yang bentuknya khas kayak payung atau bertingkat-tingkat karena cabang-cabangnya tumbuh mendatar.
Batang Kulit batangnya agak kasar, warnanya kecokelatan sampai abu-abu, dan biasanya batangnya tegak lurus.
Daun Daunnya lebar, tebal, dan mengkilap. Bentuknya kayak telur terbalik (obovate). Uniknya, sebelum rontok, daunnya bakal berubah warna jadi merah tua atau oranye cantik.
Bunga Bunganya kecil-kecil, warnanya putih kekuningan, dan biasanya muncul dalam bentuk bulir di ketiak daun.
Buah Buahnya berbentuk bulat telur agak gepeng dan punya 'sayap' tipis di pinggirnya. Pas masih muda warnanya hijau, kalau udah tua bakal berubah jadi cokelat/kemerahan.
Biji Di dalam buahnya ada biji yang bisa dimakan, rasanya gurih mirip kacang almond, makanya sering disebut 'almond tropis'.

III. Manfaat Ketapang

8 Manfaat Ketapang untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi (edema/nyeri inflamasi)

    Polifenol seperti punicalagin, corilagin, dan asam ellagic menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta menekan pelepasan sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Penurunan PGE2 dan migrasi leukosit berkontribusi pada reduksi edema.

    Senyawa Aktif: punicalagin, Corilagin, asam ellagic
    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas

    Ellagitannin dan flavonoid berikatan dengan protein permukaan sel mikroba, merusak membran sitoplasma, mengganggu aliran ion, serta menghambat pembentukan biofilm. Quercetin dan asam ursolat juga dapat mengganggu adhesi bakteri dan aktivitas pompa efluks.

    Senyawa Aktif: punicalagin, Asam Ursolat, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antioksidan sistemik

    Senyawa fenolik mendonorkan elektron dan menangkap radikal bebas, mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, meningkatkan ekspresi SOD, katalase, dan glutathione peroxidase, serta menekan peroksidasi lipid dengan menurunkan MDA.

    Senyawa Aktif: geraniin, asam ellagic, Kuersetin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Ketapang

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ketapang.

  1. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi Melalui Penekanan TNF-α/IL-6; Hepatoprotektif; Antidiabetes Melalui Inhibisi α-glukosidase..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Antimikroba; Induksi Apoptosis Pada Sel Tumor..
    Tampilkan
  3. Golongan: Asam fenolat / ellagitanin
    Bagian Tanaman: Daun, kulit batang, buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Hepatoprotektif; Antimutagenik/antikanker; Antiinflamasi..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Ketapang

Interaksi & Kontraindikasi Ketapang dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Menyusui

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Belum ada data keamanan penggunaan ekstrak ketapang pada ibu menyusui. Senyawa aktif berpotensi terekskresi ke ASI; hindari penggunaan sampai ada bukti yang lebih kuat.

  2. Penggunaan pada penderita Gangguan ginjal kronis

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kandungan tanin dan oksalat dalam daun ketapang dapat memperberat beban ginjal. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi produk herbal ini.

  3. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Penggunaan pada kehamilan tidak dianjurkan karena belum ada uji keamanan dan terdapat potensi efek stimulasi uterus yang dapat memicu kontraksi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+3)

VI. Efek Samping Ketapang

Pohon ketapang (Terminalia catappa) dikenal luas dalam pengobatan tradisional karena kandungan fitokimianya seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Namun, konsumsi bagian tanaman ini, terutama ekstrak daun atau bijinya dalam dosis yang tidak terkontrol, dapat menimbulkan berbagai efek samping pada sistem pencernaan. Senyawa tanin terkondensasi yang tinggi dalam daun ketapang dapat menyebabkan iritasi pada mukosa lambung, mual, muntah, serta konstipasi atau diare jika dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, beberapa penelitian toksisitas pada hewan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak dengan dosis tinggi berpotensi membebani fungsi organ metabolisme utama.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Ketapang

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ketapang.

Apa saja senyawa aktif yang bertanggung jawab atas khasiat daun ketapang?
Daun ketapang mengandung polifenol seperti ellagic acid, punicalagin, dan corilagin, serta flavonoid quercetin dan kaempferol. Senyawa-senyawa ini termasuk antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas dan menghambat peradangan. Referensi: Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2003.
Bagaimana cara penggunaan daun ketapang sebagai herbal sehari-hari?
Daun ketapang umumnya diseduh sebagai teh atau direbus lalu airnya diminum. Namun, belum ada dosis standar yang disepakati dalam literatur klinis. Untuk mengurangi risiko efek samping, gunakan 1–2 sendok teh daun kering per gelas air panas dan batasi konsumsi hingga satu sampai dua gelas per hari. Jangan menjadikan seduhan ini sebagai pengganti air putih. Referensi: Journal of Herbal Medicine, 2019.
Apakah daun ketapang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri atau jamur?
Uji laboratorium menunjukkan ekstrak daun ketapang bersifat antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, serta antijamur terhadap Candida albicans. Efek ini diduga berasal dari tanin dan flavonoid yang dapat merusak membran sel mikroorganisme. Namun, hasil in vitro belum tentu sama dengan efek pada tubuh manusia. Referensi: BMC Complementary and Alternative Medicine, 2012.
Apakah ketapang memiliki manfaat untuk melindungi hati?
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak daun ketapang memiliki efek hepatoprotektif pada kerusakan hati yang diinduksi karbon tetraklorida. Ekstrak ini menurunkan kadar enzim hati seperti ALT dan AST serta mengurangi stres oksidatif pada jaringan hati. Efek ini terkait dengan aktivitas antioksidan senyawa polifenolnya. Referensi: Food and Chemical Toxicology, 2008.
Apa efek samping yang perlu diwaspadai saat mengonsumsi ketapang?
Kandungan tanin yang tinggi dapat menyebabkan mulut kering, mual, sakit perut, dan sembelit bila dikonsumsi berlebihan. Tanin juga dapat mengikat zat besi non-heme sehingga mengurangi penyerapan zat besi dari makanan. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang berisiko memperburuk anemia pada orang yang rentan. Referensi: Nutrition Reviews, 2010.
Apakah daun ketapang aman untuk bayi dan anak-anak?
Belum ada uji keamanan yang memadai untuk penggunaan ekstrak atau teh daun ketapang pada bayi dan anak-anak. Karena efeknya terhadap saluran cerna dan metabolisme belum diketahui secara pasti, konsumsi oral tidak dianjurkan. Penggunaan luar seperti kompres air rebusan daun juga belum memiliki bukti ilmiah yang cukup. Referensi: Journal of Ethnopharmacology, 2006.
Bolehkah ibu hamil dan menyusui mengonsumsi daun ketapang?
Keamanan daun ketapang pada ibu hamil dan menyusui belum pernah diteliti secara memadai. Kandungan tanin yang tinggi dapat memicu mual dan mengganggu penyerapan zat besi, sehingga berisiko memperberat anemia. Untuk alasan keamanan, ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari konsumsi seduhan atau ekstrak daun ketapang sampai ada bukti yang lebih kuat. Referensi: Journal of Natural Products, 2014.
Apakah daun ketapang dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Flavonoid dan tanin dalam daun ketapang berpotensi memengaruhi enzim metabolisme obat di hati serta mengurangi penyerapan beberapa obat oral. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker terlebih dahulu jika Anda sedang menjalani pengobatan diabetes, tekanan darah tinggi, atau obat dengan indeks terapi sempit. Referensi: Phytomedicine, 2012.

Jamblang / Duwet

Syzygium cumini

Mengkudu

Morinda citrifolia

Cari: