Advertisement
Lonicera japonica, yang dikenal luas sebagai Ranggis atau Honeysuckle atau Jin Yin Hua, adalah tanaman merambat semak dari famili Caprifoliaceae, asli Asia Timur (Cina, Jepang, dan Korea). Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, kuncup bunga yang belum mekar dan batangnya digunakan sebagai herbal penting untuk "membersihkan panas" dan mengeluarkan racun (清热解表). Kandungan bioaktif utamanya meliputi asam klorogenat, luteolin, dan berbagai iridoid glikosida (seperti loganin). Senyawa-senyawa ini memberikan efek antibakteri, antiinflamasi, dan antivirus yang kuat, membuatnya sering diresepkan untuk infeksi saluran pernapasan, demam, radang tenggorokan, dan penyakit kulit bernanah seperti furunkel.
Tanaman ini jenis perambat yang tangguh banget. Suka banget tumbuh di area terbuka, pinggiran hutan, atau semak belukar. Karena sifatnya yang invasif, dia gampang banget menyesuaikan diri di berbagai jenis tanah dan iklim, terutama di daerah beriklim sedang hingga subtropis. Karakteristik/ciri-ciri Ranggis (Lonicera japonica):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Tipe batang berkayu yang sifatnya merambat atau membelit. Kalau sudah tua, kulit batangnya cenderung mengelupas dan warnanya kecokelatan. |
| Daun | Bentuknya oval atau lonjong dengan ujung agak runcing. Posisi daun berhadapan di sepanjang batang. Warnanya hijau segar, dan kadang tetap hijau meski musim dingin. |
| Bunga | Ini nih ciri paling khasnya! Bunganya berbentuk terompet panjang, muncul berpasangan. Awalnya warna putih, terus berubah jadi kuning cerah seiring bertambahnya usia. Wanginya juga semerbak banget. |
| Buah | Buahnya berupa beri kecil yang warnanya hitam mengilap saat sudah matang. Di dalamnya ada biji-biji kecil yang sering disebarin sama burung. |
| Akar | Punya sistem perakaran yang kuat dan bisa menyebar luas, makanya tanaman ini sering dipakai buat mencegah erosi tanah. |
8 Manfaat Ranggis untuk kesehatan.
Menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) melalui kandungan luteolin dan asam klorogenat. Menekan jalur Wnt/β-catenin pada kondrosit.
Menghambat neuraminidase virus dan replikasi RNA virus dengan mengikat hemaglutinin; meningkatkan ekspresi IFN-β melalui jalur RIG-I/MDA5. Asam klorogenat dan luteolin mengganggu fusi membran virus.
Merusak membran sel bakteri melalui peningkatan permeabilitas dan kebocoran ion K+; menghambat glikosiltransferase ekstra-seluler (Gtf) sehingga menekan pembentukan biofilm. Senyawa iridoid dan flavonoid berperan.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ranggis.
Interaksi & Kontraindikasi Ranggis dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Ranggis (Lonicera japonica), yang dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai Jinyinhua atau Japanese honeysuckle, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat. Namun, penggunaan tanaman ini, terutama dalam dosis tinggi atau bentuk ekstrak pekat, dapat memicu beberapa efek samping pada sistem pencernaan. Reaksi gastrointestinal yang paling sering dilaporkan meliputi mual, muntah, nyeri perut, dan diare akibat sifat iritatif dari senyawa aktif tertentu seperti saponin dan asam klorogenik yang terkandung di dalamnya.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ranggis.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ranggis.