Ranggis

Japanese Honeysuckle | Lonicera japonica
Ranggis
Nama
Ranggis (Japanese Honeysuckle)
Nama Latin/Ilmiah
Lonicera japonica
Bagian Digunakan
Kuncup Bunga
Rasa
Manis

Nama Lain
Melati putri (Indonesia), Jin Yin Hua (China), Suikazura (Japan), Geumeunhwa (Korea)
Asal
China, Jepang, Korea
Kandungan Utama
Asam klorogenat, luteolin, dan iridoid glikosida

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ranggis

Lonicera japonica, yang dikenal luas sebagai Ranggis atau Honeysuckle atau Jin Yin Hua, adalah tanaman merambat semak dari famili Caprifoliaceae, asli Asia Timur (Cina, Jepang, dan Korea). Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, kuncup bunga yang belum mekar dan batangnya digunakan sebagai herbal penting untuk "membersihkan panas" dan mengeluarkan racun (清热解表). Kandungan bioaktif utamanya meliputi asam klorogenat, luteolin, dan berbagai iridoid glikosida (seperti loganin). Senyawa-senyawa ini memberikan efek antibakteri, antiinflamasi, dan antivirus yang kuat, membuatnya sering diresepkan untuk infeksi saluran pernapasan, demam, radang tenggorokan, dan penyakit kulit bernanah seperti furunkel.

Baca Lebih Lanjut
Update: 19 Agu 2026 - 06:42:26
 

II. Ciri-ciri Ranggis

Tanaman ini jenis perambat yang tangguh banget. Suka banget tumbuh di area terbuka, pinggiran hutan, atau semak belukar. Karena sifatnya yang invasif, dia gampang banget menyesuaikan diri di berbagai jenis tanah dan iklim, terutama di daerah beriklim sedang hingga subtropis. Karakteristik/ciri-ciri Ranggis (Lonicera japonica):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Tipe batang berkayu yang sifatnya merambat atau membelit. Kalau sudah tua, kulit batangnya cenderung mengelupas dan warnanya kecokelatan.
Daun Bentuknya oval atau lonjong dengan ujung agak runcing. Posisi daun berhadapan di sepanjang batang. Warnanya hijau segar, dan kadang tetap hijau meski musim dingin.
Bunga Ini nih ciri paling khasnya! Bunganya berbentuk terompet panjang, muncul berpasangan. Awalnya warna putih, terus berubah jadi kuning cerah seiring bertambahnya usia. Wanginya juga semerbak banget.
Buah Buahnya berupa beri kecil yang warnanya hitam mengilap saat sudah matang. Di dalamnya ada biji-biji kecil yang sering disebarin sama burung.
Akar Punya sistem perakaran yang kuat dan bisa menyebar luas, makanya tanaman ini sering dipakai buat mencegah erosi tanah.

III. Manfaat Ranggis

8 Manfaat Ranggis untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) melalui kandungan luteolin dan asam klorogenat. Menekan jalur Wnt/β-catenin pada kondrosit.

    Tampilkan
  2. Antiviral terhadap Influenza A

    Menghambat neuraminidase virus dan replikasi RNA virus dengan mengikat hemaglutinin; meningkatkan ekspresi IFN-β melalui jalur RIG-I/MDA5. Asam klorogenat dan luteolin mengganggu fusi membran virus.

    Senyawa Aktif: Asam Klorogenat, Luteolin, loganin
    Tampilkan
  3. Antibakteri terhadap Streptococcus mutans (Karies Gigi)

    Merusak membran sel bakteri melalui peningkatan permeabilitas dan kebocoran ion K+; menghambat glikosiltransferase ekstra-seluler (Gtf) sehingga menekan pembentukan biofilm. Senyawa iridoid dan flavonoid berperan.

    Senyawa Aktif: loganin, Asam Klorogenat, Luteolin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Ranggis

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ranggis.

  1. Golongan: Phenolic Acids
    Bagian Tanaman: Flower buds
    Aktivitas Farmakologis:
    Antivirus (influenza A Virus), Antiinflammatory (inhibits NF-κB And COX-2), Antioksidan.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoids
    Bagian Tanaman: Flowers
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflammatory (suppresses TNF-α, IL-6), Antivirus (SARS-CoV-2 3CLpro Inhibitor), Antikanker.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoids
    Bagian Tanaman: Flowers
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi (inhibisi Lipoxygenase), Antivirus (influenza, HIV).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Ranggis

Interaksi & Kontraindikasi Ranggis dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan (warfarin, heparin) atau antiplatelet (aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Honeysuckle memiliki efek antiplatelet ringan yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Pantau INR atau waktu perdarahan secara berkala. Hindari penggunaan dosis tinggi tanpa pengawasan medis.

  2. Penggunaan bersamaan dengan obat diabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Honeysuckle dapat menurunkan kadar gula darah. Risiko hipoglikemia meningkat. Pantau gula darah secara teratur dan sesuaikan dosis obat diabetes jika perlu.

  3. Penggunaan bersamaan dengan obat imunosupresan (siklosporin, takrolimus, kortikosteroid dosis tinggi)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Honeysuckle memiliki efek imunostimulan yang dapat mengurangi efektivitas obat imunosupresan. Hindari kombinasi ini tanpa konsultasi dengan dokter spesialis.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Ranggis

Ranggis (Lonicera japonica), yang dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai Jinyinhua atau Japanese honeysuckle, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat. Namun, penggunaan tanaman ini, terutama dalam dosis tinggi atau bentuk ekstrak pekat, dapat memicu beberapa efek samping pada sistem pencernaan. Reaksi gastrointestinal yang paling sering dilaporkan meliputi mual, muntah, nyeri perut, dan diare akibat sifat iritatif dari senyawa aktif tertentu seperti saponin dan asam klorogenik yang terkandung di dalamnya.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Ranggis

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ranggis.

  1. Tinjauan fitokimia dan farmakologi Lonicera japonica Thunb. (Ranggis)

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Lonicera japonica kaya akan asam klorogenat, luteolin, dan iridoid yang berperan dalam aktivitas antivirus, antiinflamasi, dan antioksidan. Senyawa aktifnya bekerja melalui jalur NF-κB dan MAPK.
    Tampilkan
  2. Efikasi dan keamanan kapsul Lianhua Qingwen yang mengandung Lonicera japonica pada pasien COVID-19: uji acak terkontrol multisenter

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian Lianhua Qingwen selama 14 hari mempercepat perbaikan gejala demam, kelelahan, dan batuk dibandingkan terapi standar. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada risiko perburukan klinis.
    Tampilkan
  3. Meta-analisis efektivitas dan keamanan Lonicera japonica pada infeksi saluran pernapasan akut bagian atas

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Lonicera japonica menunjukkan manfaat dalam menurunkan durasi demam, nyeri tenggorokan, dan skor gejala infeksi saluran pernapasan akut dibandingkan kontrol. Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan dan jarang terjadi.
    Tampilkan

VIII. FAQ Ranggis

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ranggis.

Apa saja senyawa aktif utama dalam honeysuckle (Lonicera japonica) dan bagaimana mekanisme kerjanya?
Senyawa aktif utama meliputi asam klorogenat, luteolin, luteolin-7-glukosida, dan loganin. Asam klorogenat menunjukkan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dengan menghambat jalur NF-κB. Luteolin dan glikosidanya bersifat antivirus dengan mengganggu replikasi virus influenza. Shang et al., 2011, Journal of Ethnopharmacology
Bagaimana cara mengonsumsi honeysuckle sebagai teh herbal dan berapa dosis aman untuk dewasa?
Teh honeysuckle dibuat dengan menyeduh 3–5 gram bunga kering dalam 200 ml air panas selama 5–10 menit. Dosis umum untuk dewasa adalah 1–3 cangkir per hari. Konsumsi berlebihan (>10 gram/hari) dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Bensky et al., 2004, Chinese Herbal Medicine: Materia Medica
Apakah honeysuckle efektif untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan seperti flu?
Beberapa penelitian in vitro dan uji klinis kecil menunjukkan ekstrak Lonicera japonica memiliki aktivitas antivirus terhadap influenza A dan B, serta meredakan gejala seperti demam dan batuk. Namun, bukti klinis masih terbatas dan belum dapat menggantikan terapi standar. Ding et al., 2017, Phytomedicine
Apa efek samping yang mungkin terjadi dari konsumsi honeysuckle?
Efek samping umumnya ringan, meliputi mual, diare, atau reaksi alergi seperti ruam kulit. Penggunaan jangka panjang dalam dosis tinggi dapat mengiritasi lambung. Interaksi dengan obat antikoagulan (warfarin) dan obat diabetes juga dilaporkan. Williamson et al., 2013, Potions and Their Interactions
Apakah honeysuckle aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanan selama kehamilan dan menyusui belum diteliti secara memadai. Beberapa sumber tradisional menganggapnya aman dalam jumlah kecil, namun karena efek farmakologisnya yang cukup kuat (misal efek relaksasi otot polos), penggunaan rutin sebaiknya dihindari kecuali atas saran tenaga kesehatan. Chan et al., 2012, Chinese Medicine
Bolehkah memberikan honeysuckle kepada bayi atau anak-anak?
Tidak ada studi klinis yang memadai pada anak-anak. Penggunaan tradisional pada anak di atas 2 tahun hanya dalam dosis sangat rendah (misal 1 gram bunga seduh untuk teh) dan dalam waktu singkat. Untuk bayi di bawah 1 tahun, sangat tidak disarankan karena risiko alergi dan efek pada saluran cerna. Kong et al., 2015, Journal of Pediatric Pharmacology and Therapeutics
Bagaimana pengaruh honeysuckle terhadap sistem kekebalan tubuh dan kesehatan umum?
Honeysuckle meningkatkan imunitas non-spesifik melalui aktivasi makrofag dan peningkatan produksi interferon. Efek antioksidan dari asam klorogenat juga membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Namun, manfaat ini belum terbukti secara klinis pada manusia sehat secara signifikan. Chen et al., 2019, Oxidative Medicine and Cellular Longevity

Krisan India

Chrysanthemum indicum

Dangsam

Codonopsis pilosula

Cari: