Purwoceng

Purwoceng | Pimpinella pruatjan
Purwoceng
Nama
Purwoceng (Purwoceng)
Nama Latin/Ilmiah
Pimpinella pruatjan
Famili
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Pahit, pedas

Nama Lain
Pruatjan (Indonesia), Javanese ginseng (UK), Java ginseng (US), Indonesian ginseng (US)
Asal
Indonesia, Jawa
Kandungan Utama
Saponin, flavonoid, dan minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Purwoceng

Pimpinella pruatjan, yang lebih dikenal sebagai Purwoceng, adalah tumbuhan herbal endemik Indonesia yang terutama tumbuh di dataran tinggi Jawa, khususnya di kawasan Dieng. Tanaman ini masuk dalam famili Apiaceae dan memiliki ciri khas daun menyirip majemuk serta bunga majemuk berwarna putih. Akarnya yang berbonggol menjadi bagian paling bernilai karena mengandung berbagai senyawa bioaktif. Purwoceng dikenal sebagai tanaman langka dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Jawa, terutama sebagai tonik untuk meningkatkan vitalitas dan stamina pria.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 00:43:19
 

II. Ciri-ciri Purwoceng

Purwoceng adalah tanaman asli pegunungan di Indonesia, khususnya di Dataran Tinggi Dieng. Ia suka tumbuh di lingkungan yang dingin, lembap, dengan tanah yang subur dan kaya bahan organik, biasanya pada ketinggian 2.000–3.000 meter di atas permukaan laut. Karakteristik/ciri-ciri Purwoceng (Pimpinella pruatjan):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Memiliki akar tunggang yang berbentuk mirip wortel kecil atau gasing, warnanya putih kekuningan, dan bagian inilah yang paling dicari karena kandungan zat aktifnya.
Batang Batangnya sangat pendek atau hampir tidak terlihat (batang semu), karena daun-daunnya tumbuh rapat membentuk roset tepat di atas permukaan tanah.
Daun Daunnya berbentuk lonjong dengan pinggiran yang bergerigi atau berlekuk (pinnate). Warna daun hijau segar dengan permukaan yang agak berbulu halus.
Bunga Bunganya kecil-kecil berwarna putih atau putih kekuningan yang tersusun dalam bentuk payung (umbele), muncul dari tangkai bunga yang panjang menjulang ke atas dari pusat roset daun.
Buah Buahnya berbentuk bulat telur kecil, kering, dan saat matang akan membelah menjadi dua bagian (merikarp).
Ukuran Keseluruhan Tanaman herbal berukuran kecil dengan tinggi rata-rata hanya sekitar 10–20 cm.

III. Manfaat Purwoceng

8 Manfaat Purwoceng untuk kesehatan.

  1. Aktivitas Afrodisiak dan Peningkatan Libido

    Senyawa flavonoid dan saponin dalam Purwoceng diduga meningkatkan produksi testosteron melalui stimulasi aksis hipotalamus-hipofisis-gonad (HPG) serta meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi via inhibisi fosfodiesterase-5 (PDE5) dan aktivasi jalur nitrat oksida (NO).

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Saponin
    Tampilkan
  2. Antioksidan dan Perlindungan Sel

    Flavonoid dan fenolik dalam Purwoceng menangkal radikal bebas (ROS/RNS) dengan cara mendonasikan atom hidrogen, mengaktifkan enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase (GPx), serta menekan ekspresi gen pro-oksidan seperti COX-2 dan NF-κB.

    Senyawa Aktif: Asam Klorogenat, Rutin, Apigenin
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Artritis

    Penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), sehingga mengurangi produksi prostaglandin dan leukotrien; juga menekan aktivasi NF-κB dan penurunan sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Purwoceng

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Purwoceng.

  1. Golongan: Steroid/Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Afrodisiak (meningkatkan Libido Pada Hewan Uji), Antiinflamasi, Dan Penurun Kolesterol..
    Tampilkan
  2. Golongan: Steroid/Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiandrogenik (menghambat Dihidrotestosteron), Penurun Kolesterol, Dan Imunomodulator..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Rimpang dan Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Vasodilator (meningkatkan Aliran Darah Perifer), Dan Antiinflamasi..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Purwoceng

Interaksi & Kontraindikasi Purwoceng dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Purwoceng dapat meningkatkan tekanan darah karena efek stimulannya. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi tanpa pengawasan medis. Pantau tekanan darah secara teratur.

  2. Penggunaan pada penderita Gangguan jantung (aritmia, gagal jantung)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Kandungan aktif purwoceng dapat mempengaruhi irama jantung dan kontraktilitas. Tidak dianjurkan digunakan pada pasien dengan riwayat penyakit jantung. Konsultasikan dengan kardiologis terlebih dahulu.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan obat antikoagulan (warfarin, aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Purwoceng diduga memiliki efek antiplatelet ringan yang dapat meningkatkan risiko perdarahan bila dikombinasikan dengan antikoagulan. Awasi tanda perdarahan dan lakukan pemantauan INR jika menggunakan warfarin.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Purwoceng

Purwoceng (Pimpinella pruatjan) dikenal secara tradisional sebagai tanaman obat afrodisiak asal dataran tinggi Dieng. Meskipun umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah wajar, penggunaan ekstrak purwoceng dosis tinggi atau jangka panjang dapat memicu sejumlah efek samping fisiologis. Efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan sifat stimulan dan vasodilator dari senyawa aktifnya, yang dapat menyebabkan peningkatan detak jantung (takikardia), tekanan darah meningkat, serta sensasi rasa panas atau kemerahan pada wajah (flushing). Selain itu, beberapa individu melaporkan timbulnya sakit kepala, gelisah, serta gangguan pencernaan ringan seperti mual akibat peningkatan asam lambung setelah mengonsumsinya.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Purwoceng

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Purwoceng.

  1. Efek ekstrak akar Purwoceng (Pimpinella pruatjan) terhadap kadar testosteron dan kualitas sperma tikus diabetes

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Purwoceng meningkatkan kadar testosteron, jumlah sperma, dan motilitas sperma pada tikus diabetes. Dosis 200 mg/kgBB menunjukkan efek paling tinggi dibandingkan kelompok kontrol.
    Tampilkan
  2. Keanekaragaman jamur endofit akar Purwoceng (Pimpinella pruatjan) dan aktivitas antibakterinya

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Beberapa isolat jamur endofit dari akar Purwoceng memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Isolat dengan kode KJ45 menunjukkan zona hambat paling kuat.
    Tampilkan
  3. Aktivitas afrodisiak Purwoceng (Pimpinella pruatjan) melalui jalur nitrat oksida pada tikus jantan

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak Purwoceng meningkatkan frekuensi kopulasi, ejakulasi, serta kadar nitrat oksida plasma. Peningkatan ini diduga berkaitan dengan relaksasi otot polos kavernosum.
    Tampilkan

VIII. FAQ Purwoceng

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Purwoceng.

Apa saja senyawa aktif utama dalam Purwoceng (Pimpinella pruatjan) yang berkontribusi terhadap efek afrodisiak?
Purwoceng mengandung senyawa fitokimia seperti stigmasterol, β-sitosterol, kamferol, dan quercetin. Steroid (stigmasterol dan β-sitosterol) diduga bekerja melalui jalur androgenik, sementara flavonoid (kamferol, quercetin) memiliki aktivitas antioksidan yang mendukung sirkulasi darah. (Sumber: Jurnal Jamu Indonesia, 2016; Penelitian fitokimia P. pruatjan oleh Universitas Gadjah Mada)
Bagaimana cara konsumsi Purwoceng yang dianjurkan untuk mendukung kesehatan pria?
Secara tradisional, akar Purwoceng dikeringkan lalu diseduh sebagai teh atau digiling menjadi bubuk. Dosis lazim adalah 1-2 gram bubuk akar per hari, diminum sekali atau dua kali. Namun, belum ada dosis standar klinis. Disarankan dikonsumsi dalam siklus 2-4 minggu diikuti jeda untuk menghindari toleransi. (Sumber: Pedoman Penggunaan Tanaman Obat, BPOM RI; Studi dosis pada hewan oleh LIPI)
Apakah Purwoceng aman dikonsumsi oleh ibu hamil atau menyusui?
Tidak dianjurkan. Purwoceng memiliki efek hormonal yang dapat mempengaruhi keseimbangan endokrin. Pada ibu hamil, risiko kontraksi rahim atau perubahan hormon belum diteliti secara memadai. Pada ibu menyusui, senyawa aktif dapat ter ekskresi ke ASI dan berpotensi mempengaruhi bayi. (Sumber: BPOM RI – Informasi Obat Tradisional; Konsensus ahli herbal Indonesia)
Bisakah Purwoceng diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak. Purwoceng ditujukan untuk dewasa dan tidak ada data keamanan untuk anak-anak. Kandungan steroid dan flavonoid dapat mengganggu sistem endokrin yang masih berkembang. Penggunaan pada anak berpotensi menyebabkan pubertas dini atau gangguan pertumbuhan. (Sumber: Rekomendasi WHO tentang penggunaan herbal pada anak; Buku Ajar Fitoterapi Anak, UI Press)
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Purwoceng?
Efek samping jarang dilaporkan, namun dapat berupa gangguan pencernaan ringan (mual, diare) atau sakit kepala. Pada dosis tinggi, potensi efek hormonal seperti peningkatan tekanan darah atau agitasi. Belum ada laporan toksisitas serius pada manusia. Disarankan untuk memulai dengan dosis rendah dan konsultasi dokter jika mengonsumsi obat hipertensi atau diabetes. (Sumber: Jurnal Toksikologi Jamu, 2018; Database NAPRALERT)
Apakah Purwoceng dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Potensi interaksi ada. Kandungan flavonoid dapat mempengaruhi enzim CYP450 di hati, sehingga mengubah metabolisme obat seperti warfarin, statin, atau kontrasepsi oral. Efek steroidnya juga dapat sinergis dengan terapi hormon. Hindari penggunaan bersamaan dengan antikoagulan atau terapi androgen tanpa pengawasan medis. (Sumber: Interaksi Herbal-Obat, Buku Panduan BAIK, 2020)
Bagaimana peran antioksidan dalam Purwoceng terhadap kesehatan umum?
Flavonoid (kamferol, quercetin) dan polifenol dalam Purwoceng memberikan aktivitas antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas. Ini berkontribusi pada perlindungan sel, mendukung kesehatan kardiovaskular, dan memperlambat penuaan. Namun, efek klinis sebagai antioksidan pada manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut. (Sumber: Jurnal Fitofarmaka, 2019; Uji aktivitas antioksidan ekstrak P. pruatjan)
Apakah ada kontraindikasi penggunaan Purwoceng pada kondisi medis tertentu?
Ya. Kontraindikasi meliputi kanker yang sensitif terhadap hormon (misalnya kanker prostat, payudara), gangguan hati berat, dan hipertensi tidak terkontrol. Penggunaan pada pasien dengan penyakit autoimun atau mereka yang menjalani terapi imunosupresan juga perlu dihindari karena efek imunomodulasi yang belum jelas. (Sumber: Monografi Tanaman Obat, BPOM; Buku Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects, 2011)

Pasak Bumi

Eurycoma longifolia

Ginseng Jawa

Talinum paniculatum

Cari: