Singkong

Cassava | Manihot esculenta
Singkong
Nama
Singkong (Cassava)
Nama Latin/Ilmiah
Manihot esculenta
Bagian Digunakan
Umbi, Daun
Rasa
Manis

Nama Lain
Ubi kayu (Malaysia), hojas de yuca (Meksiko), maniva (Brasil)
Asal
Brasil, Amerika Selatan
Kandungan Utama
Karbohidrat, pati, serat, protein, vitamin C, dan mineral

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Singkong

Singkong (Manihot esculenta) merupakan tanaman perdu tropis yang berasal dari Amerika Selatan dan telah menyebar luas ke berbagai wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Umbinya dikenal sebagai sumber karbohidrat utama setelah padi dan jagung. Tanaman ini memiliki daya adaptasi yang luar biasa, mampu tumbuh di lahan kering, tanah marginal, dan dengan curah hujan rendah. Secara morfologis, akar tunggangnya termodifikasi menjadi umbi yang kaya pati, sementara daunnya berbentuk menjari dan bercelah dalam. Keunggulan utama singkong terletak pada kemampuannya bertahan di kondisi tanah yang kurang subur, menjadikannya tanaman pangan penting bagi ketahanan pangan di negara berkembang.

Baca Lebih Lanjut
Update: 17 Agu 2026 - 17:48:53
 

II. Ciri-ciri Singkong

Singkong tuh tanaman yang bandel banget, bisa tumbuh subur di daerah tropis dengan tanah yang agak kering sampai lembap. Dia suka banget sama sinar matahari penuh dan nggak terlalu rewel soal jenis tanah, asalkan nggak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Singkong (Manihot esculenta):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Punya akar tunggang yang mengalami modifikasi jadi umbi kayu berisi pati. Bentuknya lonjong memanjang dan kulitnya agak kasar.
Batang Batangnya berkayu, bisa tumbuh tegak lurus, punya tekstur yang khas dengan bekas tangkai daun yang rontok, dan bagian tengahnya ada empulur (kayak gabus).
Daun Daunnya menjari (seperti bentuk telapak tangan) dengan jumlah anak daun yang ganjil, biasanya 5 sampai 9 helai. Tangkainya panjang dan warnanya bisa hijau atau agak kemerahan.
Bunga Bunganya masuk kategori bunga majemuk yang ukurannya kecil-kecil, biasanya jarang banget kita perhatiin karena fokus orang kan ke umbinya.
Buah Buahnya berbentuk kapsul bulat yang punya sayap kecil, tapi jarang banget dikonsumsi karena orang lebih ngincer akarnya alias si singkong itu sendiri.

III. Manfaat Singkong

7 Manfaat Singkong untuk kesehatan.

  1. Antioksidan dan pencegahan stres oksidatif

    Senyawa fenolik dan flavonoid bertindak sebagai donor elektron untuk menetralkan radikal bebas (ROS/RNS), mengkelat ion logam transisi, serta mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase, katalase, dan glutathione peroksidase. Peroksidasi lipid juga dapat ditekan, ditunjukkan dengan penurunan malondialdehid.

    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi dan nyeri sendi (artralgia)

    Flavonoid dan fitosterol dalam daun singkong menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan 5-lipoksigenase (5-LOX), sehingga menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Jalur NF-κB juga ditekan, yang berakibat pada penurunan sitokin proinflamasi seperti IL-1β, IL-6, dan TNF-α.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Rutin, β-Sitosterol
    Tampilkan
  3. Antimikroba untuk infeksi kulit dan saluran cerna

    Saponin dan tanin merusak integritas membran sel mikroba melalui interaksi dengan lipid dan protein membran, meningkatkan permeabilitas dan menyebabkan kebocoran sel. Flavonoid seperti quercetin juga dapat menghambat adhesi bakteri dan enzim DNA girase, sehingga mengganggu multiplikasi bakteri.

    Senyawa Aktif: Saponin, tanin, Kuersetin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Singkong

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Singkong.

  1. Linamarin (2-hidroksi-2-metilpropionitril-beta-D-glukosida)

    Golongan: Sianogenik glikosida
    Bagian Tanaman: Umbi, kulit umbi, daun, lateks
    Aktivitas Farmakologis:
    Digunakan Sebagai Prodrug Dalam Terapi Gen Tumor (linamarase/linamarin GDEPT); In Vitro Menunjukkan Sitotoksisitas Selektif Terhadap Sel Tumor Yang Mengekspresikan Linamarase. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  2. Golongan: Kumarin
    Bagian Tanaman: Umbi, kulit umbi, daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Analgesik, Dan Antimikroba Dalam Studi Seluler/hewan. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (flavonol O-glikosida)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Vasoprotektif, Dan Dapat Memperbaiki Mikrosirkulasi Pada Studi Suplementasi Rutin Murni. Belum Ada Uji Klinis Yang Dikaitkan Secara Spesifik Dengan Konsumsi Daun Singkong..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Singkong

Interaksi & Kontraindikasi Singkong dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi bersamaan dengan suplemen yodium

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aman dan bahkan bermanfaat. Asupan yodium yang cukup membantu mengurangi efek goitrogenik dari singkong. Tetap konsumsi singkong dalam keadaan matang, bukan mentah.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan obat antidiabetik (metformin, insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Singkong memiliki indeks glikemik tinggi dan dapat meningkatkan gula darah, sehingga berpotensi melawan efek obat. Porsi harus dikontrol, pantau gula darah, dan bicarakan dengan dokter untuk penyesuaian dosis.

  3. Hipotiroidisme atau gondok endemik

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Singkong mengandung senyawa sianogenik yang dapat bersifat goitrogenik. Konsumsi singkong matang dalam jumlah sedang masih diperbolehkan, tetapi pastikan asupan yodium cukup dan hindari singkong mentah/pahit.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Singkong

Singkong (Manihot esculenta) mengandung glikosida sianogenik, terutama linamarin dan lotaustralin, yang dapat berubah menjadi asam sianida (HCN) yang sangat beracun jika dikonsumsi dalam keadaan mentah atau tidak diolah dengan benar. Enzim linamarase yang ada di dalam singkong akan menghidrolisis linamarin menjadi asam sianida ketika sel-sel tanaman rusak saat dikunyah atau dicerna. Keracunan sianida akut dapat menyebabkan gejala seperti pusing, sakit kepala, mual, muntah, kebingungan, penurunan kesadaran, hingga kematian dalam kasus yang parah akibat hambatan pada respirasi seluler.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Singkong

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Singkong.

Apa saja kandungan gizi utama singkong (*Manihot esculenta*)?
Umbi singkong terutama kaya akan karbohidrat kompleks, vitamin C, folat, dan kalium, tetapi rendah protein dan lemak. Daun singkong justru mengandung protein, beta-karoten, vitamin C, zat besi, kalsium, serta polifenol. Data komposisi ini dibahas dalam (Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 2009).
Apakah singkong aman dikonsumsi sebagai makanan pokok setiap hari?
Aman jika singkong manis diolah dengan benar dan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan beragam. Singkong mentah mengandung glikosida sianogenik linamarin yang dapat melepaskan hidrogen sianida. Pengelupasan, perendaman, fermentasi, dan pemanasan dapat menurunkan kadar sianogen tersebut sampai batas aman. (Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 2009) menyatakan bahwa pengolahan yang tepat menjadi kunci keamanan konsumsi rutin.
Bagaimana cara mengolah singkong agar aman untuk dikonsumsi?
Kupas kulit singkong, cuci bersih, lalu rendam dalam air selama 24–48 jam atau fermentasi untuk mengaktifkan enzim linamarase dan melarutkan sianida. Proses dilanjutkan dengan merebus atau mengukus hingga matang sempurna; buka tutup panci agar gas hidrogen sianida menguap. Penelitian Cardoso dan kolega dalam (Journal of Food Composition and Analysis, 2005) menunjukkan kombinasi perendaman dan pemanasan dapat menurunkan residu sianida secara signifikan. Singkong yang terasa pahit harus dihindari karena kandungan sianogennya jauh lebih tinggi.
Apa efek samping atau keracunan yang ditimbulkan singkong?
Konsumsi singkong mentah, kurang matang, atau varietas pahit dapat menyebabkan keracunan sianida akut dengan gejala mual, muntah, sakit kepala, pusing, dan pada kasus berat kejang atau gangguan pernapasan. Konsumsi jangka panjang singkong yang tidak diolah adekuat dengan diet rendah protein juga dikaitkan dengan gangguan neurologis kronis bernama konzo. Asosiasi ini dijelaskan dalam berbagai laporan epidemiologi, antara lain oleh Cliff dkk. (The Lancet, 1985).
Bolehkah singkong diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Boleh, tetapi tidak sebagai satu-satunya makanan. Bayi dan anak-anak lebih rentan terhadap efek toksik sianida karena berat badan kecil dan enzim detoksifikasi yang belum sempurna. Singkong harus berasal dari varietas manis, diolah seperti cara di atas, dan dihaluskan. Makanan pendamping ASI berbasis singkong perlu dilengkapi protein hewani/nabati, lemak, sayur, dan buah agar memenuhi kebutuhan gizi. Referensi teknis pengolahan singkong yang aman dapat dilihat pada (Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 2009).
Apakah ibu hamil dan menyusui boleh makan singkong?
Boleh, asalkan singkong yang dimakan manis, dimasak matang, dan tidak menjadi satu-satunya makanan pokok yang mengecualikan sumber gizi lain. Senyawa sianida dapat dimetabolisme menjadi tiosianat, yang mengganggu ambilan yodium oleh kelenjar tiroid. Pada ibu hamil yang kekurangan yodium, hal ini berisiko terhadap perkembangan otak janin. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui perlu memastikan asupan yodium, protein, dan zat gizi mikro tercukupi; batas keamanan asupan sianida harian mengacu pada evaluasi WHO/JECFA (WHO Technical Report Series, 2007).
Apakah singkong dapat digunakan sebagai obat herbal?
Secara tradisional, daun dan umbi singkong digunakan untuk berbagai keluhan, tetapi bukti klinis pada manusia sangat terbatas. Studi fitokimia menemukan flavonoid, tanin, saponin, dan steroid dalam daun singkong yang memiliki aktivitas antioksidan; uji pada hewan menunjukkan ekstrak daun singkong berpotensi menurunkan glukosa darah pada tikus diabetes (Journal of Ethnopharmacology, 2008). Meski demikian, dosis, keamanan, dan efektivitasnya belum cukup untuk merekomendasikan singkong sebagai obat. Penggunaan ekstrak pekat sebaiknya dengan pengawasan tenaga kesehatan.
Apa perbedaan singkong manis dan singkong pahit dari sisi kesehatan?
Perbedaan utamanya adalah kadar glikosida sianogenik: singkong manis umumnya mengandung kurang dari 50 mg HCN per kg umbi segar, sedangkan singkong pahit dapat mengandung lebih dari 100 mg/kg. Singkong pahit berisiko lebih besar menyebabkan keracunan jika tidak difermentasi atau diproses secara khusus. Perbedaan ini penting dalam praktik keamanan pangan dan dijelaskan pada ulasan (Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 2009).

Melinjo Leaf

Gnetum gnemon

Cari: