
Advertisement
Eurycoma longifolia, yang lebih dikenal sebagai Tongkat Ali atau Pasak Bumi, adalah tumbuhan perdu asli hutan hujan Asia Tenggara, terutama ditemukan di Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Akar tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meningkatkan vitalitas pria, mengatasi kelelahan, dan sebagai afrodisiak. Kandungan senyawa bioaktif seperti quassinoid, eurycomanone, dan alkaloid dipercaya menjadi kunci efek farmakologisnya. Penelitian modern menunjukkan potensi Tongkat Ali dalam meningkatkan kadar testosteron, memperbaiki kualitas sperma, serta mendukung kesehatan otot dan tulang, menjadikannya populer di dunia suplemen herbal.
Tumbuh subur di hutan hujan tropis dataran rendah hingga ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Biasanya ditemukan di tanah berpasir, hutan primer, atau hutan sekunder yang memiliki drainase baik dan tidak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Pasak Bumi (Eurycoma longifolia):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Pohon yang bisa tumbuh setinggi 10 meter, biasanya tidak bercabang atau hanya sedikit bercabang. |
| Akar | Bagian paling ikonik, berbentuk tunggang yang sangat dalam, berwarna kuning keputihan, dan punya rasa yang sangat pahit. |
| Batang | Berkayu, berbentuk silinder, dan biasanya ditutupi oleh bekas luka daun yang sudah gugur. |
| Daun | Daun majemuk menyirip gasal, tumbuh berjejal di ujung batang membentuk roset, panjangnya bisa mencapai 1 meter dengan anak daun yang berbentuk lanset. |
| Bunga | Bunga majemuk yang tumbuh dari ketiak daun, ukurannya kecil, berkelamin dua, dan berwarna kemerahan atau ungu tua. |
| Buah | Buah batu (drupa) yang bentuknya lonjong, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi merah kecokelatan saat sudah matang. |
6 Manfaat Pasak Bumi untuk kesehatan.
Eurycomanone dan quassinoid lain merangsang aksis hipotalamus-hipofisis-gonad, meningkatkan sekresi hormon luteinizing (LH) yang selanjutnya meningkatkan produksi testosteron di sel Leydig. Efek ini juga dimediasi oleh penghambatan esteroid sulfatase dan peningkatan ekspresi gen steroidogenesis (StAR, CYP11A1).
Eurycomanone mengaktifkan jalur AMPK (AMP-activated protein kinase) pada jaringan hati dan otot, meningkatkan uptake glukosa dan sensitivitas insulin. Senyawa quassinoid juga menghambat α-glukosidase usus sehingga memperlambat penyerapan karbohidrat. Secara in vitro, ekstrak menurunkan resistensi insulin melalui penekanan NF-κB dan jalur JNK.
Eurycomanone dan pasakbumin A-B menghambat aktivasi NF-κB dengan mencegah degradasi IκBα, sehingga menurunkan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Ekstrak juga memblokir enzim COX-2 dan 5-LOX, mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien. In vivo, ekstrak menekan jalur TLR4/MyD88 pada sinovium.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pasak Bumi.
Interaksi & Kontraindikasi Pasak Bumi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Pada rentang dosis yang teruji dalam uji klinis (200–600 mg ekstrak per hari selama 4–12 minggu), Pasak Bumi relatif aman dan efek samping umumnya ringan/sementara.[1][2] Namun, monografi keamanan mencatat kemungkinan gangguan gastrointestinal seperti mual, nyeri ulu hati, kembung, dan diare, terutama bila dikonsumsi saat perut kosong.[4] Penggunaan dosis tinggi atau jangka panjang tanpa jeda dapat memicu insomnia, gelisah, agitasi, sakit kepala, mulut kering, rasa panas, serta jantung berdebar. Oleh karena pengaruhnya terhadap sistem androgen, sebagian pengguna sensitif dapat mengalami perubahan mood, iritabilitas, atau jerawat, dan risiko tersebut makin relevan pada pria dengan gangguan prostat atau orang dengan kondisi keganasan peka hormon.[2][4]
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Pasak Bumi.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pasak Bumi.