Advertisement
Blitum bonus-henricus, yang lebih dikenal sebagai Good King Henry, adalah tanaman herba abadi dari famili Amaranthaceae (dahulu Chenopodiaceae). Tanaman ini berasal dari Eropa dan Asia Barat, tetapi telah dinaturalisasi di berbagai wilayah, termasuk Amerika Utara. Dalam sejarah, Good King Henry sering dibudidayakan sebagai sayuran daun serbaguna, terutama sebelum popularitas bayam (Spinacia oleracea) meluas. Seluruh bagian tanamannya dapat dimakan: daun muda dimasak seperti bayam, tunas muda disajikan seperti asparagus, dan bijinya bisa digiling menjadi tepung. Tanaman ini tumbuh tegak setinggi 30–80 cm dengan daun berbentuk segitiga atau panah, serta bunga kecil berwarna kehijauan yang tersusun dalam malai padat.
Advertisement
Nama "Good King Henry" kemungkinan besar berasal dari bahasa Jerman "Guter Heinrich", yang merujuk pada karakter folktale atau penghormatan kepada raja tertentu. Namun, tidak seperti namanya yang megah, tanaman ini dianggap sebagai "gulai para petani" di masa lalu karena mudah tumbuh di tanah marginal dan tahan terhadap cuaca dingin. Kandungan nutrisinya sangat kaya: daunnya mengandung vitamin A, C, kalsium, zat besi, dan protein dalam jumlah signifikan. Meskipun demikian, Blitum bonus-henricus juga mengandung asam oksalat dan saponin dalam kadar sedang, sehingga konsumsi berlebihan mentah dapat menyebabkan iritasi. Oleh karena itu, disarankan untuk merebusnya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi, mirip dengan pengolahan bayam atau lobak Swiss.
Secara ekologis, Good King Henry merupakan tanaman pionir yang sering muncul di lahan terganggu, pinggir jalan, atau dekat pemukiman lama. Akar tunggangnya yang dalam membantu memperbaiki struktur tanah dan menyerap unsur hara dari lapisan bawah. Dalam pengobatan tradisional, tanaman ini digunakan sebagai diuretik ringan, pencahar, dan untuk mengobati luka kulit—meskipun bukti ilmiah masih terbatas. Dewasa ini, Blitum bonus-henricus mulai populer kembali di kalangan pecinta tanaman liar dan permakultur karena kemudahan perawatannya serta potensinya sebagai sumber pangan berkelanjutan. Dengan sedikit perhatian, tanaman ini dapat menjadi tambahan bernutrisi tinggi di kebun rumah, terutama di daerah beriklim sedang.
Manfaat Good King Henry untuk kesehatan.
Ekstrak daun kemangi menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan menurunkan produksi prostaglandin E2 (PGE2) serta sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-1β melalui modulasi jalur NF-κB. Senyawa linalool dan eugenol berperan sebagai inhibitor langsung terhadap mediator inflamasi.
Minyak atsiri kemangi merusak integritas membran sel bakteri dan jamur melalui interaksi hidrofobik dengan fosfolipid, menyebabkan kebocoran ion K+ dan sitoplasma. Senyawa seperti estragol dan metil kavikol menghambat enzim DNA girase bakteri dan sintesis ergosterol pada jamur.
Polifenol kemangi (flavonoid dan asam fenolat) mendonorkan elektron dan menstabilkan radikal bebas melalui aktivitas scavenger langsung. Mereka juga menginduksi ekspresi gen antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Good King Henry.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Good King Henry.