• Herbapedia.id

Costmary

Tanacetum balsamita

Info

Nama: Costmary
Nama Ilmiah: Tanacetum balsamita
Famili: Asteraceae

Nama Lain:
alecost (United Kingdom), bible leaf (United States), balsam herb (England), baume-coq (France), balsamkraut (Germany)
Asal:
Asia Barat, Eropa Selatan, dan Kaukasus
Bagian Utama:
Daun
Rasa:
Mint, lemon

Advertisement


I. Tentang Costmary

Costmary, yang dikenal secara ilmiah sebagai Tanacetum balsamita, adalah tumbuhan herbal abadi dari famili Asteraceae yang berasal dari wilayah Mediterania dan Asia Barat. Tanaman ini telah dibudidayakan selama berabad-abad, terutama di taman-taman Eropa pada era Renaissance, karena daunnya yang harum dan memiliki rasa seperti balsam atau mint. Daunnya yang panjang, berwarna hijau keperakan, dan bergerigi halus sering digunakan sebagai penyedap dalam masakan, teh herbal, atau sebagai bahan pewangi alami untuk linen dan ruangan. Nama "Costmary" sendiri berasal dari kata Latin "costus" (tanaman aromatik) dan "Maria" (Perawan Maria), merujuk pada penggunaannya dalam pengobatan tradisional gereja pada abad pertengahan.

Advertisement

Secara botani, Tanacetum balsamita tumbuh setinggi 30 hingga 90 cm dengan batang tegak dan percabangan yang jarang. Daunnya yang lonjong dengan tepi bergerigi menghasilkan aroma kuat saat diremas, mengandung senyawa volatil seperti kamfor, α-pinene, dan β-pinene yang memberikan efek antiseptik dan relaksan ringan. Tanaman ini menghasilkan bunga majemuk berbentuk cawan berwarna kuning pucat yang mirip dengan bunga aster, mekar pada pertengahan hingga akhir musim panas. Costmary mudah tumbuh di tanah yang dikeringkan dengan baik dan sinar matahari penuh, membuatnya populer sebagai tanaman hias di kebun herbal atau sebagai penutup tanah di iklim sedang.

Dalam pengobatan tradisional, Costmary telah digunakan untuk meredakan gangguan pencernaan, sakit kepala, dan gejala pilek, meskipun bukti ilmiah modern masih terbatas. Daun segar atau kering dapat diseduh menjadi teh yang dipercaya memiliki efek menenangkan dan membantu meredakan kram perut. Namun, perlu diingat bahwa karena kandungan senyawa aktifnya yang kuat, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi mulut atau reaksi alergi. Saat ini, Tanacetum balsamita lebih sering dihargai sebagai tanaman warisan budaya (heritage plant) di taman-taman bersejarah, serta sebagai sumber aroma yang unik dalam dunia kuliner dan aromaterapi.

Update: 28 Jul 2026 - 04:28:14

 

II. Manfaat Costmary

Manfaat Costmary untuk kesehatan.

  1. Aktivitas Antioksidan

    Senyawa fenolik dalam Tanacetum balsamita, seperti asam rosmarinat dan flavonoid, mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas (ROS/RNS) serta mengaktifkan enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) melalui jalur Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: Asam rosmarinat, Luteolin-7-O-glukosida, Asam klorogenat
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antimikroba

    Minyak atsiri costmary (terutama kamfor dan 1,8-sineol) mengganggu integritas membran sel mikroba dan menghambat enzim bakteri (misalnya DNA girase) serta menginduksi kebocoran ion K+ dan ATP.

    Senyawa Aktif: Kamfor, 1,8-Sineol, β-Kariofilena
    Tampilkan
  3. Efek Antiinflamasi

    Ekstrak costmary menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX) serta menurunkan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) melalui modulasi jalur NF-κB dan MAPK.

    Senyawa Aktif: Kamfor, Luteolin, β-Kariofilena oksida
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Costmary

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Costmary.

  1. Camphor

    Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Anti-inflamasi, Analgesik, Antimikroba, Dan Stimulan Pernapasan.
    Tampilkan
  2. Borneol

    Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiseptik, Antioksidan, Antispasmodik, Dan Analgesic Topikal.
    Tampilkan
  3. β-Caryophyllene

    Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Anti-inflamasi Melalui Agonis Reseptor CB2; Juga Memiliki Aktivitas Analgesik Dan Gastroprotektif.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Costmary

Kehamilan

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan. Kandungan thujone dalam costmary dapat merangsang kontraksi rahim dan berpotensi menyebabkan keguguran.

Menyusui

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Hindari penggunaan karena keamanan pada bayi belum diketahui. Senyawa aktif dapat terserap ke dalam ASI dan berpotensi menyebabkan efek sedasi atau neurotoksik pada bayi.

Epilepsi atau gangguan kejang

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Kontraindikasi. Thujone dalam costmary dapat menurunkan ambang kejang dan memicu episode kejang, terutama pada dosis tinggi.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Costmary

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Costmary.

Apa itu Costmary dan bagaimana cara penggunaannya sehari-hari?
Costmary (Tanacetum balsamita) adalah tanaman herbal aromatik yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, teh, atau pengharum ruangan. Daunnya dapat ditambahkan segar ke dalam salad, sup, atau hidangan daging. Menurut Duke's Handbook of Medicinal Plants, daun costmary memiliki rasa seperti mint dan balsam yang ringan. Penggunaan sehari-hari sebaiknya dalam jumlah kecil karena kandungan minyak atsiri yang kuat.
Apakah Costmary aman dikonsumsi sebagai teh herbal?
Teh costmary dapat dikonsumsi dalam jumlah moderat, namun perlu diwaspadai karena tanaman ini mengandung seskuiterpen lakton seperti partenolid yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada individu sensitif. Sebuah studi dalam Journal of Ethnopharmacology (2005) menyebutkan bahwa penggunaan topikal dan oral costmary harus hati-hati karena potensi iritasi. Sebaiknya tidak diminum secara berlebihan.
Apa saja efek samping dari penggunaan Costmary?
Efek samping yang mungkin termasuk iritasi kulit, reaksi alergi (dermatitis kontak), gangguan pencernaan jika dikonsumsi berlebihan, dan efek toksik pada hati jika dosis tinggi. Menurut European Medicines Agency (EMA) monograph, tanaman yang mengandung partenolid dapat menyebabkan reaksi alergi pada individu yang rentan. Juga dilaporkan dapat menyebabkan kontraksi rahim sehingga tidak aman untuk ibu hamil.
Apakah Costmary aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak disarankan. Costmary mengandung senyawa yang dapat merangsang kontraksi rahim (emmenagogue) sehingga berisiko menyebabkan keguguran. Buku 'Herbal Contraindications and Drug Interactions' oleh Francis Brinker menyebutkan bahwa Tanacetum balsamita termasuk dalam daftar tanaman yang harus dihindari selama kehamilan. Untuk ibu menyusui, belum ada data keamanan, sehingga sebaiknya dihindari.
Apakah Costmary dapat digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan. Anak-anak dan bayi lebih rentan terhadap efek toksik dari minyak atsiri dan seskuiterpen lakton. Pusat Informasi Racun Nasional (Poisontox) mencatat bahwa tanaman dari genus Tanacetum dapat menyebabkan iritasi mulut dan saluran cerna pada anak. Penggunaan pada anak sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli herbal yang berpengalaman, namun umumnya dihindari.
Apakah Costmary memiliki manfaat kesehatan yang terbukti secara ilmiah?
Beberapa studi menunjukkan potensi antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan dari ekstrak costmary. Penelitian dalam Phytotherapy Research (2010) menemukan aktivitas antimikroba terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Namun, bukti klinis pada manusia masih sangat terbatas. Penggunaan tradisional untuk masalah pencernaan dan sakit kepala memerlukan penelitian lebih lanjut.
Bagaimana cara menyimpan dan mengolah Costmary agar aman?
Daun segar dapat disimpan dalam lemari es hingga beberapa hari. Untuk penggunaan jangka panjang, daun dapat dikeringkan di tempat teduh. Menurut FAO guidelines, herbal kering harus disimpan dalam wadah kedap udara dan dijauhkan dari sinar matahari langsung untuk menjaga kualitas minyak atsiri. Sebelum dikonsumsi, pastikan tidak ada kontaminasi jamur atau serangga.
Apakah Costmary berinteraksi dengan obat-obatan?
Karena kandungan minyak atsiri dan seskuiterpen lakton, costmary berpotensi berinteraksi dengan obat antikoagulan (pengencer darah) dan obat yang dimetabolisme oleh hati. Handbook of Herbal Interactions oleh Mitchell Bebel menyebutkan bahwa tanaman yang mempengaruhi siklus prostaglandin dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikombinasikan dengan warfarin. Konsultasi dengan dokter diperlukan jika mengonsumsi obat-obatan.

Rue

Ruta graveolens

Sweet Cicely

Myrrhis odorata