Advertisement
α-Terpineol (C₁₀H₁₈O) adalah monoterpenoid alkohol tersier yang merupakan isomer paling dominan dan umum ditemukan di alam dari kelompok terpineol, dengan berat molekul 154,25 g/mol. Senyawa ini memiliki aroma khas seperti bunga lilac dan banyak ditemukan dalam berbagai minyak atsiri, termasuk minyak kayu putih, minyak pinus, kapulaga (Elettaria cardamomum), serta teh pohon (Melaleuca alternifolia).
Secara fisikokimia, α-terpineol memiliki titik lebur 35-40°C, titik didih 218-221°C, dan kelarutan dalam air sekitar 7,1 g/L pada 25°C. Nilai logP-nya sekitar 2,60, menunjukkan sifat lipofilik sedang, dengan luas permukaan polar (TPSA) 20,23 Ų dan memenuhi aturan Lipinski tanpa pelanggaran. Dalam profil ADMET, senyawa ini menunjukkan absorpsi intestinal yang tinggi pada manusia (94,18%) dan kemampuan melintasi sawar darah-otak (BBB permeability), namun bukan merupakan substrat P-glikoprotein.
α-Terpineol menunjukkan spektrum aktivitas farmakologis yang luas, terutama sebagai agen anti-inflamasi dan analgesik. Aktivitas anti-inflamasi ini telah dibuktikan melalui penghambatan produksi sitokin pro-inflamasi seperti IL-1β, IL-6, dan IL-10 pada sel leukemia U937, serta melalui mekanisme penurunan ekspresi mediator inflamasi (TNF-α, IL-1) dan inaktivasi sel mikroglia pada model nyeri neuropatik.
Sebagai analgesik, α-terpineol (25 mg/kg ip) terbukti secara signifikan mengurangi perilaku nyeri pada berbagai model, termasuk paw licking pasca-formalin dan writhing akibat asam asetat, tanpa gangguan motorik. Senyawa ini juga efektif dalam meredakan hiperalgesia yang diinduksi karagenan atau TNF-α, serta mengurangi migrasi neutrofil pada model pleuritis.
Selain itu, α-terpineol memiliki aktivitas antimikroba yang signifikan, dengan MIC 0,78 μL/mL terhadap Escherichia coli melalui mekanisme ruptur dinding dan membran sel, serta efektif melawan empat strain Helicobacter pylori yang resisten terhadap obat. Dalam konteks onkologi, α-terpineol menunjukkan aktivitas antikanker pada lini sel kanker paru-paru NCI-H69 (IC₅₀ ~260 µM) melalui penekanan sinyal NF-κB.
Dalam sistem pengobatan tradisional, α-terpineol merupakan komponen bioaktif dalam berbagai tanaman yang digunakan secara empiris. Dalam Ayurveda, kapulaga (Elettaria cardamomum) yang mengandung α-terpineol bersama senyawa monoterpen lain seperti limonene, cineol, dan pinene, digunakan secara luas untuk pengobatan asma, bronkitis, gangguan pencernaan, serta infeksi saluran kemih dan ginjal. Dalam pengobatan tradisional Iran, tanaman Dracocephalum kotschyi yang mengandung α-terpineol (1,1%) digunakan sebagai antispasmodik dan analgesik.
Dalam fitokimia terapan modern, α-terpineol memiliki potensi interaksi obat yang perlu diperhatikan: meskipun bukan inhibitor enzim CYP450 utama (CYP1A2, CYP2C9, CYP2C19, CYP2D6, CYP3A4) , penelitian pada mikrosom hati tikus menunjukkan bahwa terpineol (dengan IC₅₀ 14,8 µM) menghambat aktivitas enzim CYP2B1 (PROD), yang berperan dalam metabolisme xenobiotik.
Dari sisi keamanan, α-terpineol memiliki toksisitas akut oral pada tikus dengan LD₅₀ 1,923 mol/kg, tidak menunjukkan hepatotoksisitas maupun mutagenisitas, namun memiliki potensi sensitisasi kulit dan indikasi karsinogenisitas yang perlu diwaspadai pada penggunaan topikal jangka panjang.
---
- Russo, E.B., & Marcu, J. (2017). Terpineol. In Advances in Pharmacology. ScienceDirect.
- Singh, B. (2023). Cardamomum or Elettaria Species: Ethnopharmacological Properties. Taylor & Francis.
- Table 2: ADMET Properties of α-Terpineol. (2025). Biomolecules, NIH/PMC.
- Table 7: ADMET Properties of α-Terpineol. Molecules, NIH/PMC.
- Terpineol. Chemeurope.
- Mishra, G., et al. (2022). α-Terpineol. Journal of Functional Foods.
- Table 9: Anti-inflammatory Activity of α-Terpineol from Curcuma longa. NIH/PMC.
- Table 4: Physicochemical and Pharmacokinetic Parameters. Molecules, NIH/PMC.
- sCentInDB: Alpha-Terpineol ADMET Properties. The Institute of Mathematical Sciences.
- Alpha-Terpineol. PubChem CID 17100. National Institutes of Health.
- ChemicalBook. (2024). What is terpineol used for?
- PMC4584449. (2015). Comparison of antispasmodic effects of Dracocephalum kotschyi essential oil, limonene and α-terpineol. NIH/PMC.
- Table 5: ADME Properties of α-Terpineol. Plants, NIH/PMC.
- In vitro inhibition of liver monooxygenases by beta-ionone, 1,8-cineole, (-)-menthol and terpineol. PubMed, 1999.
- Shodhganga. Anti-cancer activity of Alpha terpineol. INFLIBNET Centre.