Advertisement
Amomum subulatum, yang dikenal sebagai Black Cardamom atau kapulaga hitam, merupakan tumbuhan herba tahunan dari famili Zingiberaceae yang berasal dari kawasan Himalaya timur, terutama India, Nepal, dan Bhutan. Berbeda dengan kapulaga hijau (Elettaria cardamomum) yang berukuran kecil dan beraroma manis, kapulaga hitam memiliki buah polong berukuran lebih besar, berkerut, berwarna cokelat kehitaman dengan permukaan kasar. Aromanya kuat, smoky, dan kamfer karena proses pengeringan tradisional di atas api terbuka yang memberikan karakter khas pada rempah ini. Setiap polong berisi biji-biji kecil berwarna hitam yang merupakan sumber utama rasa dan aroma.
Tumbuh subur di daerah pegunungan yang lembap dan teduh, biasanya di bawah naungan pohon hutan dengan ketinggian 600–1.200 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang kaya humus dan drainase yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Kapulaga Ireng (Amomum subulatum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Rimpang | Tumbuh di bawah tanah dengan aroma yang sangat khas dan kuat, berwarna pucat hingga kecokelatan. |
| Batang | Batang semu yang tegak, bisa tumbuh tinggi mencapai 1,5 hingga 3 meter, dan membentuk rumpun yang padat. |
| Daun | Berbentuk lonjong memanjang dengan ujung yang runcing, permukaannya halus dan berwarna hijau tua. |
| Bunga | Muncul dari pangkal tanaman dekat permukaan tanah, berkelompok dalam tandan yang padat dengan warna putih krem atau kemerahan. |
| Buah | Berbentuk kapsul bulat atau lonjong, berwarna cokelat gelap hingga hitam saat sudah tua, dengan tekstur kulit yang berserat atau berkerut. |
| Biji | Tersimpan di dalam buah, berukuran kecil dengan warna cokelat tua atau hitam, memiliki aroma yang sangat tajam dan pedas. |
7 Manfaat Kapulaga Ireng untuk kesehatan.
Ekstrak dan minyak atsiri Amomum subulatum menghambat produksi mediator pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan prostaglandin E2 melalui supresi jalur NF-κB dan COX-2. Senyawa terpenoid seperti α-terpineol dan 1,8-cineole menekan aktivasi MAPK dan ekspresi iNOS.
Kandungan polifenol dan flavonoid dalam ekstrak (seperti quercetin, kaempferol) meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GPx, CAT) dan secara langsung menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS, OH•) melalui mekanisme donasi elektron.
Minyak atsiri merusak membran sel bakteri dan jamur melalui interaksi dengan lipid bilayer, meningkatkan permeabilitas dan kebocoran ion intraseluler. 1,8-cineole dan β-pinene menghambat pembentukan biofilm dan enzim ATPase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kapulaga Ireng.
Interaksi & Kontraindikasi Kapulaga Ireng dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Kapulaga ireng (Amomum subulatum) umumnya diakui aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari makanan. Namun, konsumsi ekstrak atau suplemen dalam dosis tinggi dapat memicu beberapa efek samping pada sistem pencernaan, seperti iritasi lambung, peningkatan asam lambung, serta rasa terbakar pada ulu hati bagi individu yang memiliki sensitivitas lambung atau riwayat penyakit tukak lambung.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kapulaga Ireng.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kapulaga Ireng.