Advertisement
Zingiber purpureum, yang dikenal luas sebagai Bangle atau Aromatic Ginger, adalah tanaman herbal tahunan dari famili Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Berbeda dengan jahe putih (Zingiber officinale) yang lebih populer, bangle memiliki rimpang berwarna merah keunguan hingga cokelat kemerahan dengan aroma kuat yang khas, lebih tajam dan sedikit pahit. Tanaman ini tumbuh tegak dengan tinggi mencapai 1–2 meter, memiliki daun lanset lebar, dan bunga majemuk berwarna merah jambu hingga ungu yang muncul dari pangkal batang semu. Secara tradisional, bangle dimanfaatkan sebagai bumbu dapur di beberapa masakan Asia, namun lebih sering digunakan dalam pengobatan herbal karena kandungan senyawa bioaktifnya.
Tumbuh subur di daerah tropis dengan ketinggian hingga 1.300 meter di atas permukaan laut. Suka tempat yang agak teduh atau terbuka dengan tanah yang lembap tapi nggak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Bangle (Zingiber purpureum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Rimpang | Bentuknya bulat atau agak pipih dengan kulit luar berwarna cokelat muda kekuningan, sedangkan bagian dalamnya berwarna kuning cerah sampai jingga kecokelatan. Rasanya pedas dan aromanya tajam. |
| Batang | Tipe batang semu yang tersusun dari pelepah daun, warnanya hijau kecokelatan, tingginya bisa mencapai 1-1,5 meter. |
| Daun | Bentuknya lanset memanjang dengan ujung yang runcing, tepinya rata, dan permukaannya halus. Panjang daun sekitar 20-30 cm dengan lebar 2-4 cm. |
| Bunga | Muncul dari rimpang, bentuknya seperti tongkat atau silinder yang berdiri tegak. Kelopak bunganya berwarna putih atau agak kekuningan dengan mahkota berwarna merah ungu. |
| Akar | Akar serabut yang tumbuh dari rimpang utama, berfungsi untuk menyerap nutrisi dan menopang tanaman. |
6 Manfaat Bangle untuk kesehatan.
Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), serta menurunkan ekspresi faktor transkripsi NF-κB sehingga mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa diarylheptanoid dan monoterpen dalam minyak atsiri berperan dalam modulasi jalur MAPK dan aktivasi PPAR-γ.
Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, glutation peroksidase) dan langsung mengais radikal bebas melalui gugus hidroksil pada senyawa fenolik. Menghambat peroksidasi lipid dengan mendonorkan atom hidrogen pada radikal peroksil.
Minyak atsiri menembus membran lipid bakteri, menyebabkan kebocoran ion K+ dan lisis sel. Komponen terpenoid mengganggu sintesis dinding sel dan menghambat enzim topoisomerase bakteri. (6)-gingerol diketahui meningkatkan permeabilitas membran sel jamur.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bangle.
Interaksi & Kontraindikasi Bangle dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Rimpang bangle (Zingiber purpureum) dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai antiinflamasi, analgesik, dan peluntur lemak. Meskipun berasal dari bahan alami, konsumsi bangle tetap berpotensi menimbulkan beberapa efek samping, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak sesuai dosis. Efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan sistem pencernaan, seperti rasa panas atau iritasi pada lambung, mual, serta peningkatan asam lambung akibat sifat pedas dan kandungan minyak atsiri yang tinggi di dalamnya.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Bangle.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bangle.