Antibakteri

Antibacterial

Info:

Aktivitas: Antibakteri (Antibacterial)
Kategori: Antimikroba
Sub-Kategori: Agen Antibakteri, Disrupsi Membran Sel

Kategori Penyakit/Kondisi: Penyakit Infeksi

Brief:

Kemampuan senyawa untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri patogen.

Mekanisme:

Merusak dinding sel dan membran bakteri, menghambat sintesis protein (ribosom 70S), atau mengganggu metabolisme bakteri.

Deskripsi:

Aktivitas antibakteri adalah kemampuan suatu senyawa atau ekstrak herbal untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri patogen. Dengan meningkatnya resistensi antibiotik, pencarian antibiotik alami dari herbal menjadi semakin penting. Berbagai tumbuhan Indonesia telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri yang kuat, termasuk temulawak (xanthorrhizol), bawang putih (allicin), dan serai (citral). Senyawa-senyawa ini bekerja dengan berbagai mekanisme, termasuk merusak integritas membran sel bakteri, menghambat sintesis protein, atau mengganggu metabolisme sel.

Aktivitas antibakteri herbal biasanya diuji menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer) atau dilusi untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Herbal dengan aktivitas antibakteri spektrum luas sangat berharga untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh berbagai bakteri, baik Gram positif maupun Gram negatif. Keunggulan antibakteri alami dibandingkan antibiotik sintetik adalah risiko resistensi yang lebih rendah karena herbal mengandung banyak senyawa aktif yang bekerja secara sinergis melalui berbagai target (multitarget). Indonesia dengan keanekaragaman hayatinya yang kaya memiliki potensi besar untuk menemukan senyawa antibakteri baru yang dapat menjadi solusi untuk masalah resistensi antibiotik global.


Senyawa:


Advertisement


Herba:


Ranggis / Japanese Honeysuckle

Lonicera japonica
Ranggis

Antibakteri terhadap Streptococcus mutans (Karies Gigi)

Merusak membran sel bakteri melalui peningkatan permeabilitas dan kebocoran ion K+; menghambat glikosiltransferase ekstra-seluler (Gtf) sehingga menekan pembentukan biofilm. Senyawa iridoid dan flavonoid berperan.

Senyawa: loganin, Asam Klorogenat, Luteolin

Tingkat Bukti: Sedang

Mimba / Neem

Azadirachta indica
Mimba

Antimikroba (antibakteri, antijamur)

Senyawa seperti azadirachtin dan nimbin mengganggu sintesis dinding sel dan membran mikroba, menghambat enzim glikosidase dan polimerase, serta menginduksi stres oksidatif. Pada jamur, menghambat ergosterol dan kitin sintase.

Senyawa: Azadirachtin, Nimbin, Gedunin

Tingkat Bukti: Sangat Kuat

Ban Lan Gen / Chinese Woad

Isatis indigotica

Antibakteri (Staphylococcus aureus resisten metisilin)

Merusak membran sel bakteri dengan meningkatkan permeabilitas dan menghambat sintesis dinding sel melalui inhibisi enzim transpeptidase. Senyawa tryptanthrin juga mengikat DNA girase bakteri.

Senyawa: tryptanthrin, indirubin, isatin

Tingkat Bukti: Terbatas

Huang Qin / Chinese Skullcap

Scutellaria baicalensis

Antimikroba (Antiviral dan Antibakteri)

Baicalein dan baicalin menghambat replikasi virus dengan mengikat protein permukaan virus (misal: spike SARS-CoV-2), menghambat neuraminidase influenza, serta mengganggu pompa efluks bakteri dan pembentukan biofilm.

Senyawa: Baicalein, Baicalin, Wogonin

Tingkat Bukti: Sedang

Sukun / Breadfruit

Artocarpus altilis

Antimikroba (Antibakteri dan Antijamur)

Merusak integritas membran sel mikroba, menghambat sintesis dinding sel, dan menginterkalasi DNA. Senyawa fenolik dan tanin berperan sebagai agen penggumpalan protein bakteri.

Senyawa: Artocarpin, Tanin, Flavonoid Total

Tingkat Bukti: Terbatas

Akar Kuning / Yellow Root

Arcangelisia flava
Akar Kuning

Antibakteri spektrum luas

Gangguan integritas membran sel bakteri melalui interaksi dengan fosfolipid, penghambatan enzim DNA girase dan topoisomerase IV oleh alkaloid berberin, serta efek sinergis dengan palmatin terhadap efluks pompa.

Senyawa: Berberin, Palmatin, Kolumbamin

Tingkat Bukti: Terbatas


Antioksidan

Antioxidant

Antivirus

Antiviral

Cari: