Ban Lan Gen

Chinese Woad | Isatis indigotica
Nama
Ban Lan Gen (Chinese Woad)
Nama Latin/Ilmiah
Isatis indigotica
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Pahit
Nama Lain
Banramgeun (Korea), Banran Kon (Japan), Bản lam căn (Vietnam), Chinese woad root (English)
Asal
Cina
Kandungan Utama
Indirubin, indigotin, tryptanthrin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ban Lan Gen

Isatis indigotica, yang dikenal luas dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Ban Lan Gen, merupakan tanaman herba tahunan atau dua tahunan dari famili Brassicaceae. Bagian akar dan daunnya telah digunakan selama berabad-abad, terutama untuk mengatasi infeksi virus dan bakteri. Tumbuhan ini berasal dari Asia Timur, khususnya Tiongkok, dan telah dibudidayakan secara luas karena khasiat obatnya. Secara botani, tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi 1–1,5 meter dengan daun berwarna hijau kebiruan, dan menghasilkan bunga kecil berwarna kuning. Akar tunggangnya yang tebal dan berdaging menjadi sumber utama bahan baku ramuan herbal.

Baca Lebih Lanjut
Update: 20 Agu 2026 - 20:41:28
 

II. Ciri-ciri Ban Lan Gen

Tanaman ini berasal dari Asia Timur, khususnya Tiongkok. Suka tumbuh di lahan yang terbuka, beriklim sedang, dan butuh tanah yang cukup subur dengan drainase yang baik agar akarnya tumbuh maksimal. Karakteristik/ciri-ciri Ban Lan Gen (Isatis indigotica):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Bagian paling berharga, bentuknya silindris memanjang seperti wortel, warnanya kuning kecokelatan di luar dan putih di dalam.
Batang Tumbuh tegak, bisa mencapai tinggi sekitar 40-100 cm, dan batangnya cenderung halus.
Daun Daun yang di bagian bawah bentuknya lebih besar dan panjang (lonjong), sedangkan daun yang nempel di batang lebih kecil dan memeluk batang.
Bunga Warnanya kuning cerah, ukurannya kecil, dan tumbuh berkelompok di ujung batang membentuk malai.
Buah Berbentuk polong gepeng (silikula) yang saat sudah tua akan berubah warna menjadi gelap atau hitam.

III. Manfaat Ban Lan Gen

8 Manfaat Ban Lan Gen untuk kesehatan.

  1. Antiviral (Influenza A dan SARS-CoV-2)

    Menghambat replikasi virus dengan mengganggu sintesis protein virus melalui inhibisi neuraminidase dan RNA polimerase. Senyawa indirubin dan tryptanthrin memblokir masuknya virus ke sel inang dengan mengikat protein spike SARS-CoV-2.

    Senyawa Aktif: indirubin, tryptanthrin, isatin
    Tampilkan
  2. Antibakteri (Staphylococcus aureus resisten metisilin)

    Merusak membran sel bakteri dengan meningkatkan permeabilitas dan menghambat sintesis dinding sel melalui inhibisi enzim transpeptidase. Senyawa tryptanthrin juga mengikat DNA girase bakteri.

    Senyawa Aktif: tryptanthrin, indirubin, isatin
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (Artritis reumatoid)

    Menghambat jalur NF-κB dan MAPK, menurunkan ekspresi COX-2, TNF-α, dan IL-6. Indirubin mengikat dan menghambat kinase CDK, mengurangi proliferasi sel inflamasi.

    Senyawa Aktif: indirubin, tryptanthrin, glucobrassicin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Ban Lan Gen

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ban Lan Gen.

  1. Indirubin

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Akar (Radix Isatidis)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antivirus (influenza, Hepatitis B), Antikanker (leukemia, Limfoma), Imunomodulator.
    Tampilkan
  2. Tryptanthrin

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Akar dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri (terutama Terhadap Bakteri Gram Positif), Antijamur, Antiinflamasi, Antitumor, Penghambat Topoisomerase I.
    Tampilkan
  3. Isatin

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antivirus (HIV, Influenza), Antikonvulsan, Sedatif, Aktivitas Protektif Terhadap Kardiotoksisitas.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Ban Lan Gen

Interaksi & Kontraindikasi Ban Lan Gen dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena belum ada data keamanan yang memadai dan potensi efek stimulasi uterus yang dapat meningkatkan risiko keguguran.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena belum diketahui ekskresi senyawa aktif ke dalam ASI; konsultasikan dengan dokter jika diperlukan.

  3. Antikoagulan (warfarin, heparin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau waktu protrombin dan INR secara ketat karena Isatis root dapat memiliki efek antiplatelet ringan sehingga meningkatkan risiko perdarahan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Ban Lan Gen

Ban Lan Gen (Isatis indigotica) adalah herbal yang umum digunakan dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan dan demam. Meskipun secara tradisional dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek, penggunaan herba ini tidak sepenuhnya tanpa risiko. Berdasarkan studi farmakologis dan toksikologis, efek samping ringan yang sering dilaporkan meliputi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, nyeri lambung, dan diare. Gejala gastrointestinal ini biasanya terjadi akibat iritasi mukosa lambung oleh komponen aktif atau dosis yang berlebihan.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Ban Lan Gen

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ban Lan Gen.

  1. Meta-analisis efikasi Ban Lan Gen (Isatis indigotica) terhadap infeksi saluran pernapasan akut

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ban Lan Gen sebagai terapi tambahan meningkatkan rasio kesembuhan klinis dan memperpendek durasi demam dibandingkan terapi konvensional. Tidak ditemukan efek samping serius yang dilaporkan.
    Tampilkan
  2. Penapisan virtual dan validasi eksperimental senyawa aktif Isatis indigotica terhadap SARS-CoV-2

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Tryptanthrin dan epigoitrin menghambat replikasi SARS-CoV-2 pada sel Vero E6 dengan mengganggu aktivitas protease utama. Temuan ini mendukung potensi Ban Lan Gen sebagai kandidat antivirus COVID-19.
    Tampilkan
  3. Polisakarida dari Isatis indigotica meningkatkan respons imun seluler pada tikus imunosupresi

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Polisakarida Isatis indigotica meningkatkan proliferasi limfosit, kadar IFN-γ, dan rasio CD4+/CD8+ pada tikus imunosupresi. Efek imunomodulator ini menunjukkan mekanisme Ban Lan Gen dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
    Tampilkan

VIII. FAQ Ban Lan Gen

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ban Lan Gen.

Apa itu Ban Lan Gen (Isatis indigotica) dan apa senyawa aktif utamanya?
Ban Lan Gen adalah akar dari tanaman Isatis indigotica, yang telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai antivirus dan antiinflamasi. Senyawa aktif utamanya meliputi indirubin, indigo, isatin, dan berbagai alkaloid serta flavonoid. Indirubin diketahui memiliki aktivitas antikanker dan imunomodulator (Chen et al., 2018; Journal of Ethnopharmacology).
Bagaimana cara konsumsi Ban Lan Gen yang benar untuk kesehatan sehari-hari?
Ban Lan Gen umumnya dikonsumsi dalam bentuk rebusan (teh herbal), ekstrak kapsul, atau tablet. Untuk penggunaan sehari-hari sebagai pencegahan infeksi, dosis lazim adalah 3-9 gram akar kering direbus dalam air selama 15-20 menit, diminum 1-2 kali sehari. Konsumsi sebaiknya tidak melebihi 2 minggu tanpa konsultasi ahli herbal (Chinese Pharmacopoeia, 2015).
Apakah Ban Lan Gen aman digunakan untuk anak-anak?
Keamanan Ban Lan Gen pada anak-anak belum diteliti secara memadai. Secara tradisional, dosis untuk anak-anak dikurangi menjadi setengah dosis dewasa, tetapi penggunaannya harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Beberapa laporan menunjukkan risiko reaksi alergi dan gangguan pencernaan pada anak (WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2010). Tidak disarankan untuk bayi di bawah 2 tahun.
Apakah Ban Lan Gen aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Ban Lan Gen tidak direkomendasikan untuk ibu hamil karena beberapa senyawa seperti indirubin dapat memengaruhi perkembangan janin dan berpotensi menyebabkan kontraksi rahim. Pada ibu menyusui, belum ada data keamanan yang memadai; sebaiknya dihindari kecuali atas saran dokter (Mills & Bone, 2005; Principles and Practice of Phytotherapy).
Apa saja efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Ban Lan Gen?
Efek samping yang dilaporkan termasuk gangguan pencernaan ringan seperti mual, diare, dan nyeri perut. Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat menyebabkan sakit kepala dan reaksi alergi seperti ruam kulit. Kasus toksisitas hati jarang terjadi namun pernah dilaporkan pada penggunaan ekstrak pekat (Lu et al., 2019; Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine).
Apakah Ban Lan Gen dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Ban Lan Gen dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan (misalnya warfarin) karena efek antiplateletnya, meningkatkan risiko perdarahan. Juga dapat memengaruhi metabolisme obat di hati melalui penghambatan enzim CYP450, sehingga dosis obat-obatan seperti statin atau antidepresan perlu dipantau (Pharmacognosy Reviews, 2016). Konsultasi dokter diperlukan jika mengonsumsi obat resep.
Apa manfaat utama Ban Lan Gen berdasarkan penelitian ilmiah?
Penelitian menunjukkan Ban Lan Gen memiliki aktivitas antivirus terhadap influenza A dan B, virus hepatitis B, serta virus herpes simpleks. Efek antiinflamasi dan imunomodulator juga terbukti melalui penghambatan sitokin proinflamasi. Beberapa studi menunjukkan potensi antikanker dari indirubin melalui induksi apoptosis sel kanker (Li et al., 2017; Journal of Natural Products).
Berapa dosis yang dianjurkan untuk penggunaan Ban Lan Gen?
Dosis umum untuk dewasa adalah 9-15 gram akar kering per hari dalam bentuk rebusan, atau setara dengan 1-3 gram ekstrak kering standar (mengandung 0.1-0.2% indirubin). Untuk pencegahan, dosis lebih rendah (3-6 gram/hari). Penggunaan terapi sebaiknya tidak lebih dari 2 minggu. Dosis harus disesuaikan dengan kondisi individu dan petunjuk produk (Pharmacopoeia of the People's Republic of China, 2020).

Ai Ye

Artemisia argyi

Amis-amisan

Houttuynia cordata

Cari: