Tapak Liman

Elephant's Foot | Elephantopus scaber
Tapak Liman
Nama
Tapak Liman (Elephant's Foot)
Nama Latin/Ilmiah
Elephantopus scaber
Bagian Digunakan
Daun, Akar
Rasa
Pahit

Nama Lain
Dilang-baboy (Filipina), Donda (India), Di Dan Tou (China), Khao Lao (Thailand)
Asal
Amerika tropis (Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Karibia)
Kandungan Utama
Elephantopin, flavonoid, tanin, saponin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Tapak Liman

Tapak Liman (Elephantopus scaber) merupakan tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Asteraceae. Tanaman ini dikenal luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan ciri khas daun basal yang membentuk roset dan bunga berwarna ungu kemerahan yang tersusun dalam kepala bunga. Habitat alaminya meliputi padang rumput, tepi jalan, dan lahan terbuka pada dataran rendah hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Secara morfologi, batangnya tegak dengan tinggi sekitar 20–70 cm, daun berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi, dan akar yang kuat. Keunikan lain dari tumbuhan ini adalah kemampuannya beradaptasi pada tanah kering dan kurang subur, sehingga mudah ditemukan sebagai gulma di berbagai wilayah tropis.

Baca Lebih Lanjut
Update: 13 Agu 2026 - 08:41:49
 

II. Ciri-ciri Tapak Liman

Tanaman ini gampang banget ditemuin di pinggir jalan, semak-semak, lapangan rumput, atau area yang agak teduh dengan tanah yang cukup lembap. Sering dianggap sebagai gulma karena tumbuhnya liar di daerah tropis. Karakteristik/ciri-ciri Tapak Liman (Elephantopus scaber):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Punya akar tunggang yang kuat, warnanya putih kotor dan bentuknya mirip lobak yang mengecil di bagian bawah.
Batang Batangnya pendek banget (bisa dibilang hampir nggak kelihatan) karena daunnya langsung tumbuh dari pangkal batang yang nempel di tanah (roset). Kalaupun ada batang yang muncul ke atas, biasanya kaku, berambut kasar, dan warnanya hijau keunguan.
Daun Daunnya unik, bentuknya memanjang kayak sendok atau lonjong dengan tepi yang bergerigi. Permukaannya kasar karena ada bulu-bulu halus dan tumbuhnya melingkar rapat di atas tanah (bentuk roset).
Bunga Bunganya kecil-kecil berwarna ungu atau putih. Kumpulan bunga ini biasanya muncul di ujung batang yang panjangnya bisa sampai 30 cm, dibungkus oleh daun pelindung yang bentuknya kaku.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk kotak kecil (achene) yang punya rambut halus di ujungnya, jadi gampang banget terbang terbawa angin buat berkembang biak.

III. Manfaat Tapak Liman

8 Manfaat Tapak Liman untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis Lutut

    Menghambat aktivitas enzim COX-2 dan LOX, serta menekan jalur NF-κB, sehingga menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6 di sinovium dan tulang rawan. Senyawa seskuiterpen lakton menghambat fosforilasi IκBα dan translokasi NF-κB ke inti sel.

    Senyawa Aktif: Elephantopin, Deoxyelephantopin, Luteolin
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antimikroba Spektrum Luas

    Seskuiterpen lakton dan flavonoid mengganggu integritas membran sel bakteri dan jamur, menyebabkan kebocoran ion dan lisis sel. Pada bakteri Gram-negatif juga terjadi inhibisi pompa efluks dan perusakan biofilm.

    Senyawa Aktif: Elephantopin, Deoxyelephantopin, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan Perlindungan Sel

    Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, CAT, GPx) melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE, serta secara langsung menangkap radikal bebas seperti DPPH, ABTS, dan ROS intraseluler.

    Senyawa Aktif: Asam Klorogenat, Luteolin, Quercetin-3-O-glukosida
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Tapak Liman

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tapak Liman.

  1. Elephantopin

    Golongan: Seskuiterpen Lakton
    Bagian Tanaman: Daun dan herba aerial
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (memacu Apoptosis Pada Sel Kanker Payudara, Usus Besar, Dan Paru-paru), Antiinflamasi Melalui Inhibisi NF-κB, Serta Antimikroba..
    Tampilkan
  2. Deoxyelephantopin

    Golongan: Seskuiterpen Lakton
    Bagian Tanaman: Daun dan batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (menghambat Proliferasi Sel Leukemia Dan Kanker Kolorektal), Imunomodulator, Dan Antimalaria (in Vitro)..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi Dengan Menghambat COX-2 Dan INOS, Serta Neuroprotektif..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Tapak Liman

Interaksi & Kontraindikasi Tapak Liman dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena efek uterotonik dan abortifasien yang dilaporkan pada studi praklinis. Tidak ada data keamanan pada manusia.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena tidak ada data ekskresi ke ASI dan potensi efek samping pada bayi. Konsultasikan dengan dokter jika ingin menggunakan.

  3. Antikoagulan (warfarin, heparin, aspirin dosis tinggi)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Tapak Liman memiliki aktivitas antiplatelet dan antikoagulan secara in vitro. Dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikombinasikan dengan antikoagulan. Hindari penggunaan bersamaan atau pantau INR secara ketat.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Tapak Liman

Tapak Liman (Elephantopus scaber) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit, namun penggunaannya tidak lepas dari potensi efek samping. Berdasarkan studi farmakologis dan toksikologi, konsumsi ekstrak tumbuhan ini dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat memicu gangguan pada sistem pencernaan, seperti mual, muntah, serta iritasi lambung akibat kandungan senyawa aktif seperti lakton seskuiterpen (terutama elefantopin) yang bersifat poten. Selain itu, beberapa penelitian pada hewan uji menunjukkan adanya potensi toksisitas terhadap organ hati dan ginjal jika diberikan melebihi ambang batas aman, yang ditandai dengan peningkatan enzim hati tertentu.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Tapak Liman

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Tapak Liman.

  1. Tinjauan Etnofarmakologi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologi Elephantopus scaber L.

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Tapak Liman mengandung seskuiterpen lakton seperti deoxyelephantopin dan isodeoxyelephantopin, flavonoid, serta tanin. Aktivitas utama yang dilaporkan meliputi antiinflamasi, antikanker, antimikroba, dan hepatoprotektif.
    Tampilkan
  2. Deoxyelephantopin dari Elephantopus scaber L. Menginduksi Apoptosis dan Menghambat Metastasis Sel Kanker Payudara Triple-Negatif

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Deoxyelephantopin menurunkan ekspresi MMP-9 dan menghambat migrasi serta invasi sel secara dosis-tergantung. Apoptosis diinduksi melalui aktivasi caspase-3 dan PARP.
    Tampilkan
  3. Ekstrak Etanol Tapak Liman Menghambat Edema Kaki dan Ekspresi Sitokin Inflamasi pada Tikus

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak 300 mg/kg secara bermakna menurunkan volume edema dibandingkan kontrol. Kadar TNF-α dan IL-1β pada jaringan juga menurun sesuai dosis ekstrak.
    Tampilkan

VIII. FAQ Tapak Liman

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tapak Liman.

Apa saja senyawa aktif yang terkandung dalam Tapak Liman (Elephantopus scaber)?
Tapak Liman mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti seskuiterpen lakton (misalnya elephantopin, scabertopin), flavonoid (misalnya luteolin, apigenin), tanin, saponin, dan asam fenolat. Kandungan ini bertanggung jawab atas aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba. (Jurnal Fitokimia Indonesia, 2020;12(3):45-52)
Bagaimana cara konsumsi Tapak Liman yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Daun Tapak Liman dapat dikonsumsi sebagai teh herbal dengan menyeduh 3–5 gram daun kering dalam air panas selama 10 menit, diminum 1–2 kali sehari. Rebusan akar atau seluruh tanaman juga digunakan, namun dosis harus dibatasi karena senyawa lakton dapat bersifat toksik pada dosis tinggi. Sebaiknya digunakan di bawah pengawasan ahli herbal. (Indonesian Journal of Pharmacy, 2019;30(2):78-84)
Apakah Tapak Liman aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak disarankan untuk digunakan oleh ibu hamil dan menyusui karena belum ada data keamanan yang memadai. Senyawa seskuiterpen lakton dalam Tapak Liman dapat memiliki efek stimulasi uterus dan berpotensi menyebabkan kontraksi, sehingga berisiko bagi kehamilan. Pada ibu menyusui, belum diketahui ekskresinya ke dalam ASI. (Review of Natural Products, 2021;7(1):112-119)
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Tapak Liman?
Efek samping yang dilaporkan meliputi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare jika dikonsumsi dalam dosis besar. Beberapa individu mungkin mengalami reaksi alergi kulit. Toksisitas hati juga dilaporkan pada penggunaan jangka panjang tanpa dosis tepat. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat antikoagulan karena potensi interaksi. (Phytomedicine, 2018;45:123-130)
Apakah Tapak Liman dapat digunakan untuk anak-anak?
Penggunaan pada anak-anak tidak dianjurkan tanpa pengawasan medis karena belum ada studi klinis yang memadai tentang keamanan dan dosis pada populasi pediatri. Sistem metabolisme anak yang belum matang meningkatkan risiko toksisitas. Jika ingin digunakan, konsultasikan dengan dokter herbalis terlebih dahulu. (Pediatric Herbal Medicine, 2022;10(4):205-211)
Apa manfaat kesehatan umum Tapak Liman yang didukung oleh riset ilmiah?
Penelitian menunjukkan Tapak Liman memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, dan hepatoprotektif. Ekstraknya juga menunjukkan potensi sebagai antikanker pada beberapa studi sel, khususnya terhadap sel kanker payudara dan hati. Namun, sebagian besar bukti masih dari studi in vitro dan hewan, sehingga diperlukan uji klinis pada manusia. (Journal of Ethnopharmacology, 2020;260:112981)
Bagaimana cara mengolah Tapak Liman untuk obat luar (topikal)?
Daun segar dapat ditumbuk halus lalu ditempelkan pada luka, bisul, atau area kulit yang meradang sebagai antiseptik alami. Rebusan daun juga bisa digunakan sebagai kompres. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli telah dilaporkan. (BMC Complementary Medicine and Therapies, 2021;21:156)

Tapak Dara

Catharanthus roseus

Daun Sendok

Plantago major

Cari: