• Herbapedia.id

Tapak Liman

Elephantopus scaber
Nama: Tapak Liman
Nama Ilmiah: Elephantopus scaber
Famili: Asteraceae

Kandungan:
Elephantopin, flavonoid, tanin, saponin
Nama Lain:
Dilang-baboy (Filipina), Donda (India), Di Dan Tou (China), Khao Lao (Thailand), Cỏ lưỡi bò (Vietnam)
Asal:
Amerika tropis (Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Karibia)
Bagian Utama:
Daun, Akar
Rasa:
Pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Tapak Liman

Tapak Liman (Elephantopus scaber) merupakan tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Asteraceae. Tanaman ini dikenal luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan ciri khas daun basal yang membentuk roset dan bunga berwarna ungu kemerahan yang tersusun dalam kepala bunga. Habitat alaminya meliputi padang rumput, tepi jalan, dan lahan terbuka pada dataran rendah hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Secara morfologi, batangnya tegak dengan tinggi sekitar 20–70 cm, daun berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi, dan akar yang kuat. Keunikan lain dari tumbuhan ini adalah kemampuannya beradaptasi pada tanah kering dan kurang subur, sehingga mudah ditemukan sebagai gulma di berbagai wilayah tropis.

Advertisement

Secara tradisional, Tapak Liman telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan herbal di berbagai budaya. Bagian yang paling sering digunakan adalah akar, daun, dan seluruh bagian tumbuhan. Masyarakat Indonesia, misalnya, menggunakan rebusan daun untuk mengatasi demam, diare, dan radang tenggorokan. Sementara itu, akarnya dipercaya berkhasiat sebagai penawar racun (antidotum) dan antiradang. Kandungan senyawa bioaktif yang telah teridentifikasi antara lain flavonoid, terpenoid, steroid, dan alkaloid. Ekstrak etanol dari tumbuhan ini juga dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi, sehingga sering dijadikan bahan dalam ramuan tradisional untuk memperkuat sistem imun tubuh.

Penelitian modern semakin mengungkap potensi farmakologis dari Tapak Liman. Beberapa studi in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa ekstrak akar dan daun memiliki aktivitas antikanker terhadap beberapa jenis sel kanker, seperti kanker payudara dan kanker serviks, melalui mekanisme induksi apoptosis. Selain itu, senyawa elefantopin dan deoxyelephantopin yang terkandung di dalamnya terbukti memiliki efek antiinflamasi dan antibakteri yang kuat. Penelitian lain juga menyoroti kemampuannya dalam menurunkan kadar glukosa darah pada hewan percobaan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai obat antidiabetes. Meskipun demikian, riset lebih lanjut mengenai toksisitas dan uji klinis pada manusia masih diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas penggunaannya sebagai terapi komplementer.

Update: 29 Jul 2026 - 11:54:15

 

II. Manfaat Tapak Liman

Manfaat Tapak Liman untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis Lutut

    Menghambat aktivitas enzim COX-2 dan LOX, serta menekan jalur NF-κB, sehingga menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6 di sinovium dan tulang rawan. Senyawa seskuiterpen lakton menghambat fosforilasi IκBα dan translokasi NF-κB ke inti sel.

    Senyawa Aktif: Elephantopin, Deoxyelephantopin, Luteolin
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antimikroba Spektrum Luas

    Seskuiterpen lakton dan flavonoid mengganggu integritas membran sel bakteri dan jamur, menyebabkan kebocoran ion dan lisis sel. Pada bakteri Gram-negatif juga terjadi inhibisi pompa efluks dan perusakan biofilm.

    Senyawa Aktif: Elephantopin, Deoxyelephantopin, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan Perlindungan Sel

    Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, CAT, GPx) melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE, serta secara langsung menangkap radikal bebas seperti DPPH, ABTS, dan ROS intraseluler.

    Senyawa Aktif: Asam Klorogenat, Luteolin, Quercetin-3-O-glukosida
    Tampilkan
  4. Antidiabetes (Penghambat α-Glukosidase dan Peningkat Sensitivitas Insulin)

    Menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase di usus halus (seperti acarbose), memperlambat absorpsi glukosa. Juga meningkatkan fosforilasi reseptor insulin dan translokasi GLUT4 ke membran sel otot dan adiposa melalui jalur PI3K/Akt.

    Senyawa Aktif: Elephantopin, Seskuiterpen lakton lainnya, Flavonoid terprenilasi
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Tapak Liman

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tapak Liman.

  1. Elephantopin

    Golongan: Seskuiterpen Lakton
    Bagian Tanaman: Daun dan herba aerial
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (memacu Apoptosis Pada Sel Kanker Payudara, Usus Besar, Dan Paru-paru), Antiinflamasi Melalui Inhibisi NF-κB, Serta Antimikroba..
    Tampilkan
  2. Deoxyelephantopin

    Golongan: Seskuiterpen Lakton
    Bagian Tanaman: Daun dan batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (menghambat Proliferasi Sel Leukemia Dan Kanker Kolorektal), Imunomodulator, Dan Antimalaria (in Vitro)..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi Dengan Menghambat COX-2 Dan INOS, Serta Neuroprotektif..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Tapak Liman

Kehamilan

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan karena efek uterotonik dan abortifasien yang dilaporkan pada studi praklinis. Tidak ada data keamanan pada manusia.

Menyusui

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Hindari penggunaan karena tidak ada data ekskresi ke ASI dan potensi efek samping pada bayi. Konsultasikan dengan dokter jika ingin menggunakan.

Antikoagulan (warfarin, heparin, aspirin dosis tinggi)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Tapak Liman memiliki aktivitas antiplatelet dan antikoagulan secara in vitro. Dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikombinasikan dengan antikoagulan. Hindari penggunaan bersamaan atau pantau INR secara ketat.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Tapak Liman

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tapak Liman.

Apa saja senyawa aktif yang terkandung dalam Tapak Liman (Elephantopus scaber)?
Tapak Liman mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti seskuiterpen lakton (misalnya elephantopin, scabertopin), flavonoid (misalnya luteolin, apigenin), tanin, saponin, dan asam fenolat. Kandungan ini bertanggung jawab atas aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba. (Jurnal Fitokimia Indonesia, 2020;12(3):45-52)
Bagaimana cara konsumsi Tapak Liman yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Daun Tapak Liman dapat dikonsumsi sebagai teh herbal dengan menyeduh 3–5 gram daun kering dalam air panas selama 10 menit, diminum 1–2 kali sehari. Rebusan akar atau seluruh tanaman juga digunakan, namun dosis harus dibatasi karena senyawa lakton dapat bersifat toksik pada dosis tinggi. Sebaiknya digunakan di bawah pengawasan ahli herbal. (Indonesian Journal of Pharmacy, 2019;30(2):78-84)
Apakah Tapak Liman aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak disarankan untuk digunakan oleh ibu hamil dan menyusui karena belum ada data keamanan yang memadai. Senyawa seskuiterpen lakton dalam Tapak Liman dapat memiliki efek stimulasi uterus dan berpotensi menyebabkan kontraksi, sehingga berisiko bagi kehamilan. Pada ibu menyusui, belum diketahui ekskresinya ke dalam ASI. (Review of Natural Products, 2021;7(1):112-119)
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Tapak Liman?
Efek samping yang dilaporkan meliputi gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare jika dikonsumsi dalam dosis besar. Beberapa individu mungkin mengalami reaksi alergi kulit. Toksisitas hati juga dilaporkan pada penggunaan jangka panjang tanpa dosis tepat. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat antikoagulan karena potensi interaksi. (Phytomedicine, 2018;45:123-130)
Apakah Tapak Liman dapat digunakan untuk anak-anak?
Penggunaan pada anak-anak tidak dianjurkan tanpa pengawasan medis karena belum ada studi klinis yang memadai tentang keamanan dan dosis pada populasi pediatri. Sistem metabolisme anak yang belum matang meningkatkan risiko toksisitas. Jika ingin digunakan, konsultasikan dengan dokter herbalis terlebih dahulu. (Pediatric Herbal Medicine, 2022;10(4):205-211)
Apa manfaat kesehatan umum Tapak Liman yang didukung oleh riset ilmiah?
Penelitian menunjukkan Tapak Liman memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, dan hepatoprotektif. Ekstraknya juga menunjukkan potensi sebagai antikanker pada beberapa studi sel, khususnya terhadap sel kanker payudara dan hati. Namun, sebagian besar bukti masih dari studi in vitro dan hewan, sehingga diperlukan uji klinis pada manusia. (Journal of Ethnopharmacology, 2020;260:112981)
Bagaimana cara mengolah Tapak Liman untuk obat luar (topikal)?
Daun segar dapat ditumbuk halus lalu ditempelkan pada luka, bisul, atau area kulit yang meradang sebagai antiseptik alami. Rebusan daun juga bisa digunakan sebagai kompres. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli telah dilaporkan. (BMC Complementary Medicine and Therapies, 2021;21:156)

Tapak Dara / Periwinkle

Catharanthus roseus

Plantain / Daun Sendok

Plantago major