Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Etnofarmakologi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologi Elephantopus scaber L.

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    64 artikel relevan dari PubMed, Scopus, dan Web of Science periode 1990–2020
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis kuantitatif karena merupakan ulasan kualitatif.
    Temuan:
    Tapak Liman mengandung seskuiterpen lakton seperti deoxyelephantopin dan isodeoxyelephantopin, flavonoid, serta tanin. Aktivitas utama yang dilaporkan meliputi antiinflamasi, antikanker, antimikroba, dan hepatoprotektif.
  2. Deoxyelephantopin dari Elephantopus scaber L. Menginduksi Apoptosis dan Menghambat Metastasis Sel Kanker Payudara Triple-Negatif

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel MDA-MB-231 dan sel 4T1; uji invasi menggunakan matrigel
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,5–5 µM selama 24 jam; uji migrasi menggunakan 0,25–1 µM selama 12 jam.
    Temuan:
    Deoxyelephantopin menurunkan ekspresi MMP-9 dan menghambat migrasi serta invasi sel secara dosis-tergantung. Apoptosis diinduksi melalui aktivasi caspase-3 dan PARP.
  3. Ekstrak Etanol Tapak Liman Menghambat Edema Kaki dan Ekspresi Sitokin Inflamasi pada Tikus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan; edema diinduksi karagenan 1%
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 300 mg/kg per oral diberikan 1 jam sebelum induksi; pengamatan dilakukan selama 6 jam.
    Temuan:
    Ekstrak 300 mg/kg secara bermakna menurunkan volume edema dibandingkan kontrol. Kadar TNF-α dan IL-1β pada jaringan juga menurun sesuai dosis ekstrak.
  4. Pemberian Ekstrak Air Daun Tapak Liman Memperbaiki Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Tikus Diabetes

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Randomized controlled trial (uji pada hewan)
    Sampel:
    36 tikus Wistar jantan; diabetes diinduksi streptozotocin 35 mg/kg dan diet tinggi lemak
    Dosis/Durasi:
    Dosis 250 dan 500 mg/kg/hari per oral selama 28 hari.
    Temuan:
    Ekstrak 250 mg/kg menurunkan glukosa darah puasa sekitar 18,2%, HbA1c, dan resistensi insulin. Efek dosis 500 mg/kg mendekati metformin 100 mg/kg dalam memperbaiki profil lipid dan toleransi glukosa.
  5. Ekstrak Etanol Tapak Liman Melindungi Hati Tikus dari Toksisitas Karbon Tetraklorida

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 tikus Wistar jantan; hepatotoksisitas diinduksi CCl4 intraperitoneal
    Dosis/Durasi:
    Dosis 250 dan 500 mg/kg/hari per oral selama 7 hari sebelum dan selama induksi CCl4.
    Temuan:
    Ekstrak 500 mg/kg menurunkan kadar ALT dan AST serta memperbaiki nekrosis dan infiltrasi inflamasi pada hati. Efek hepatoprotektif didukung peningkatan SOD dan GSH.
  6. Polisakarida Tapak Liman Meningkatkan Fagositosis dan Produksi Sitokin pada Makrofag RAW264.7

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro dan in vivo
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7; konfirmasi pada mencit BALB/c
    Dosis/Durasi:
    In vitro 25–200 µg/mL selama 24 jam; in vivo 100 mg/kg/hari per oral selama 14 hari.
    Temuan:
    Polisakarida Elephantopus scaber meningkatkan fagositosis makrofag dan sekresi TNF-α, IL-6, serta NO. Aktivasi makrofag terjadi melalui jalur TLR4/NF-κB.
  7. Ekstrak Daun Tapak Liman Menghambat Pertumbuhan Bakteri Gram-Positif dan Jamur Candida

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium (antimikroba)
    Sampel:
    Strain Staphylococcus aureus ATCC 6538, Escherichia coli ATCC 8739, dan Candida albicans ATCC 10231
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 12,5; 25; 50; dan 100 mg/mL menggunakan metode difusi cakram; inkubasi 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak metanol 100 mg/mL menghasilkan zona hambat terbesar terhadap S. aureus, diikuti C. albicans dan E. coli. Flavonoid dan tanin dalam daun diduga berperan merusak membran sel mikroba.

Advertisement


Cari: