Tarragon

Tarragon | Artemisia dracunculus
Tarragon
Nama
Tarragon (Tarragon)
Nama Latin/Ilmiah
Artemisia dracunculus
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Anise, licorice

Nama Lain
Estragon (Prancis), Dragon's wort (Inggris), Dragoncello (Italia), Tarhun (Turki)
Asal
Rusia, Kazakhstan, Mongolia
Kandungan Utama
Estragol, metil eugenol, dan anetol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Tarragon

Artemisia dracunculus, yang umum dikenal sebagai tarragon, adalah tumbuhan herba abadi dari keluarga Asteraceae. Berasal dari sebagian besar belahan bumi utara, terutama di stepa Eurasia, tanaman ini memiliki batang tegak yang dapat mencapai tinggi 120–150 cm. Daunnya yang ramping, lanset, dan berwarna hijau tua mengeluarkan aroma khas seperti adas manis dan licorice, berkat kandungan senyawa estragol dan metil kavikol. Di alam liar, tarragon sering ditemukan di tanah berpasir atau berbatu, namun varietas budidaya yang paling populer adalah tarragon Prancis (Artemisia dracunculus var. sativa), yang hampir selalu diperbanyak secara vegetatif karena jarang menghasilkan bunga yang subur.

Baca Lebih Lanjut
Update: 09 Agu 2026 - 23:40:03
 

II. Ciri-ciri Tarragon

Tarragon tumbuh subur di wilayah beriklim sedang seperti Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Tanaman ini suka banget sama tempat yang kena sinar matahari penuh dan tanah yang punya drainase air bagus (nggak becek). Karakteristik/ciri-ciri Tarragon (Artemisia dracunculus):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Tanaman herba menahun yang tumbuh membentuk rumpun semak kecil.
Batang Batangnya ramping, tegak, dan bercabang banyak, biasanya tingginya bisa mencapai 60–120 cm.
Daun Daunnya berbentuk memanjang atau lanset, teksturnya halus, warnanya hijau terang, dan punya aroma khas yang tajam kalau diremas.
Bunga Bunganya berukuran sangat kecil, berwarna kuning kehijauan atau putih, dan berkumpul dalam malai yang menggantung di ujung batang.
Sistem Perakaran Memiliki sistem perakaran berupa rimpang (rhizoma) yang merambat di bawah tanah, bikin dia gampang menyebar kalau tidak dibatasi.

III. Manfaat Tarragon

7 Manfaat Tarragon untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi

    Menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menekan aktivasi NF-κB, serta menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6 melalui kandungan flavonoid dan senyawa fenolik.

    Senyawa Aktif: Estragole, Luteolin, Kuersetin
    Tampilkan
  2. Antidiabetes (Kontrol Glukosa Darah)

    Meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur AMPK dan PPARγ, menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase di usus, serta merangsang sekresi insulin dari sel beta pankreas.

    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Menangkap langsung radikal bebas (DPPH, ABTS, hidroksil), mengkhelat ion logam transisi, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase.

    Senyawa Aktif: Flavonoid total (quercetin, Luteolin, kaempferol), Asam Kafeat, Asam Klorogenat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Tarragon

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tarragon.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun dan batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antiinflamasi, Karminatif (studi In Vitro Dan Hewan). Namun Bersifat Hepatotoksik Dan Genotoksik Pada Hewan, Diklasifikasikan Sebagai Karsinogen Oleh NTP..
    Tampilkan
  2. Methyl eugenol

    Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun dan batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antioksidan, Analgesik Topikal (studi In Vitro Dan Hewan). Menyebabkan Hepatokarsinoma Pada Hewan Percobaan..
    Tampilkan
  3. trans-β-Ocimene

    Golongan: Monoterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antimikroba, Antiinflamasi, Dan Insektisida (studi In Vitro)..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Tarragon

Interaksi & Kontraindikasi Tarragon dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan dan antiplatelet (warfarin, aspirin, clopidogrel, heparin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan dosis tinggi tarragon secara bersamaan. Pantau tanda perdarahan dan parameter koagulasi (INR) jika menggunakan warfarin. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen tarragon.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, sulfonilurea, metformin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Tarragon dapat menurunkan kadar gula darah. Pantau gula darah secara ketat jika digunakan bersamaan. Penyesuaian dosis obat antidiabetes mungkin diperlukan.

  3. Kondisi sensitif hormon (kanker payudara, kanker ovarium, endometriosis, fibroid rahim)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Tarragon memiliki aktivitas estrogenik ringan. Hindari penggunaan dosis tinggi atau dalam bentuk suplemen pada individu dengan kondisi ini. Gunakan hanya sebagai bumbu dapur dalam jumlah normal.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Tarragon

Pada dosis yang lazim digunakan sebagai bumbu makanan, tarragon (Artemisia dracunculus) umumnya dianggap aman. Namun efek samping muncul terutama pada penggunaan ekstrak pekat, suplemen, atau minyak atsiri tarragon dalam dosis tinggi. Minyak atsiri tarragon Prancis mengandung estragole (metil kavikol) dalam jumlah besar. Estragole termasuk senyawa yang bersifat genotoksik pada studi eksperimental dan telah dikaitkan dengan hepatotoksisitas serta peningkatan risiko karsinogenesis hati pada pemberian dosis tinggi dan jangka panjang. Efek gastrointestinal seperti mual, muntah, nyeri ulu hati, iritasi mukosa lambung, dan diare dapat terjadi bila sediaan pekat dikonsumsi berlebihan. Pemakaian topikal minyak atsiri yang tidak diencerkan dapat menyebabkan iritasi kulit, rasa terbakar, kemerahan, dan dermatitis kontak.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Tarragon

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Tarragon.

  1. Efek Artemisia dracunculus terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa dan HbA1c pada Diabetes Tipe 2: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun: 2025
    Temuan:
    Suplementasi Artemisia dracunculus secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Efek ini konsisten pada pemberian selama 8–24 minggu tanpa perbedaan bermakna pada efek samping.
    Tampilkan
  2. Tinjauan Sistematis Penggunaan Artemisia dracunculus L. untuk Diabetes dan Sindrom Metabolik

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Tarragon menunjukkan efek antihiperglikemik melalui peningkatan sekresi insulin dan sensitivitas reseptor insulin. Data klinis terbatas namun konsisten menunjukkan perbaikan profil glukosa dan lipid.
    Tampilkan
  3. Pengaruh Ekstrak Tarragon terhadap Kontrol Glikemik dan Profil Lipid pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak tarragon 500 mg dua kali sehari selama 12 minggu menurunkan glukosa puasa, HbA1c, dan HOMA-IR secara bermakna. Kadar LDL dan trigliserida juga menurun tanpa perubahan signifikan pada HDL.
    Tampilkan

VIII. FAQ Tarragon

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tarragon.

Senyawa fitokimia apa saja yang terkandung dalam tarragon (Artemisia dracunculus) dan apa manfaatnya bagi kesehatan?
Tarragon mengandung senyawa fitokimia utama seperti estragol (methyl chavicol), ocimene, phellandrene, dan flavonoid seperti quercetin dan luteolin. Estragol memberikan aroma khas, sementara flavonoid berperan sebagai antioksidan. Menurut The Complete German Commission E Monographs, senyawa-senyawa ini berkontribusi pada aktivitas antimikroba dan antiinflamasi ringan. Namun, konsumsi estragol dalam dosis tinggi perlu diwaspadai karena potensi hepatotoksisitas pada hewan, meskipun pada penggunaan kuliner umumnya aman.
Bagaimana cara konsumsi tarragon yang aman dalam penggunaan sehari-hari?
Tarragon umumnya digunakan sebagai bumbu dapur dalam bentuk segar atau kering. Dosis aman untuk konsumsi harian adalah sekitar 1-2 gram daun kering atau setara dengan 2-4 gram daun segar per hari, seperti yang direkomendasikan oleh European Medicines Agency (EMA) monograph on Artemisia dracunculus. Penggunaan lebih dari itu tanpa pengawasan ahli dapat meningkatkan risiko efek samping. Hindari mengonsumsi minyak esensial tarragon secara oral tanpa pengenceran karena konsentrasinya yang tinggi.
Apakah tarragon aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Ibu hamil dan menyusui disarankan untuk menghindari konsumsi tarragon dalam jumlah besar atau bentuk suplemen. Menurut U.S. National Library of Medicine (MedlinePlus), tarragon dalam dosis kuliner (sedikit sebagai bumbu) mungkin aman, tetapi dosis tinggi berpotensi merangsang kontraksi rahim karena efek emmenagogue ringan. Untuk ibu menyusui, belum ada data cukup mengenai ekskresi senyawa aktif ke ASI. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan ekstrak atau suplemen.
Apa efek samping potensial dari konsumsi tarragon secara berlebihan?
Konsumsi tarragon berlebihan (terutama minyak esensial atau ekstrak pekat) dapat menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, diare, dan reaksi alergi. Estragol dalam dosis tinggi pada studi hewan dikaitkan dengan kerusakan hati dan potensi karsinogenik, menurut International Agency for Research on Cancer (IARC) yang mengklasifikasikan estragol sebagai kemungkinan karsinogen pada manusia jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Namun, penggunaan sebagai bumbu dapur dalam jumlah wajar dianggap aman.
Bisakah tarragon digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Penggunaan tarragon pada bayi dan anak-anak tidak dianjurkan dalam bentuk suplemen atau obat herbal karena keamanannya belum diteliti secara memadai. Untuk anak di atas usia 2 tahun, penggunaan sebagai bumbu dapur dalam jumlah sangat kecil (seperti taburan pada makanan) umumnya dianggap aman. Menurut American Academy of Pediatrics, herbal dengan kandungan estragol sebaiknya dihindari pada bayi karena sistem enzimatik mereka belum matang. Selalu konsultasikan dengan dokter anak sebelum memberikan herbal apa pun.
Apakah tarragon dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Tarragon dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah (antikoagulan) seperti warfarin karena mengandung kumarin dalam jumlah kecil, yang dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Menurut Natural Medicines Comprehensive Database, juga berpotensi berinteraksi dengan obat sedatif atau obat yang dimetabolisme oleh enzim hati (CYP450) karena kandungan estragol. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menjalani terapi obat tertentu.
Apa manfaat tarragon untuk kesehatan pencernaan dan bagaimana cara kerjanya?
Tarragon secara tradisional digunakan untuk merangsang nafsu makan dan meredakan gangguan pencernaan seperti kembung dan dispepsia. Senyawa pahit (seperti seskuiterpen lakton) dalam tarragon merangsang produksi empedu dan enzim pencernaan. Sebuah studi dalam Journal of Ethnopharmacology (2014) menunjukkan bahwa ekstrak tarragon memiliki efek spasmolitik pada usus halus, sehingga dapat mengurangi kram. Namun, bukti klinis masih terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut.
Apakah tarragon memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi?
Ya, tarragon kaya akan antioksidan seperti flavonoid (quercetin, luteolin) dan asam fenolik. Aktivitas antioksidannya telah diukur melalui uji DPPH dan FRAP dalam studi yang dipublikasikan di Food Chemistry (2012). Selain itu, ekstrak tarragon menunjukkan efek antiinflamasi dengan menghambat produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-6) pada model sel, seperti dilaporkan dalam Phytotherapy Research (2016). Efek ini mendukung penggunaan tradisionalnya untuk nyeri sendi ringan, tetapi belum ada uji klinis pada manusia yang memadai.

Kucai

Allium schoenoprasum

Salam

Syzygium polyanthum

Cari: