Advertisement
Artemisia dracunculus, yang umum dikenal sebagai tarragon, adalah tumbuhan herba abadi dari keluarga Asteraceae. Berasal dari sebagian besar belahan bumi utara, terutama di stepa Eurasia, tanaman ini memiliki batang tegak yang dapat mencapai tinggi 120–150 cm. Daunnya yang ramping, lanset, dan berwarna hijau tua mengeluarkan aroma khas seperti adas manis dan licorice, berkat kandungan senyawa estragol dan metil kavikol. Di alam liar, tarragon sering ditemukan di tanah berpasir atau berbatu, namun varietas budidaya yang paling populer adalah tarragon Prancis (Artemisia dracunculus var. sativa), yang hampir selalu diperbanyak secara vegetatif karena jarang menghasilkan bunga yang subur.
Advertisement
Tarragon memiliki dua kultivar utama yang dibedakan berdasarkan rasa dan cara reproduksinya. Tarragon Prancis terkenal karena aromanya yang halus dan manis, sehingga menjadi bumbu esensial dalam masakan Eropa, terutama saus bearnaise, saus tartar, serta hidangan ayam dan ikan. Sebaliknya, tarragon Rusia (Artemisia dracunculus var. dracunculus) lebih mudah ditanam dari biji dan memiliki rasa yang lebih pahit serta kurang kuat, sehingga sering dianggap inferior dalam kuliner. Di dapur, daun tarragon segar paling dihargai, namun versi kering tetap umum digunakan, meskipun kehilangan sebagian minyak atsirinya. Di beberapa budaya Asia, tarragon juga ditambahkan ke dalam acar atau minuman herbal.
Selain peran kuliner, tarragon telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Kandungan senyawa fenolik dan flavonoidnya bersifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Secara historis, tarragon digunakan untuk merangsang nafsu makan, meredakan gangguan pencernaan, dan mengurangi nyeri akibat rematik. Namun, perlu diingat bahwa konsumsi berlebihan, terutama minyak esensial tarragon yang kaya estragol, dapat bersifat toksik jika dosisnya tidak terkontrol. Penelitian modern juga menyelidiki potensi tarragon sebagai agen antidiabetes karena kemampuannya meningkatkan sensitivitas insulin. Meskipun demikian, tarragon tetap lebih dikenal sebagai bumbu dapur dibandingkan obat herbal, namun warisan penggunaannya dalam ramuan tradisional tetap lestari.
Manfaat Tarragon untuk kesehatan.
Menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menekan aktivasi NF-κB, serta menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6 melalui kandungan flavonoid dan senyawa fenolik.
Meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur AMPK dan PPARγ, menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase di usus, serta merangsang sekresi insulin dari sel beta pankreas.
Menangkap langsung radikal bebas (DPPH, ABTS, hidroksil), mengkhelat ion logam transisi, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tarragon.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tarragon.