Advertisement
Artemisia dracunculus, yang umum dikenal sebagai tarragon, adalah tumbuhan herba abadi dari keluarga Asteraceae. Berasal dari sebagian besar belahan bumi utara, terutama di stepa Eurasia, tanaman ini memiliki batang tegak yang dapat mencapai tinggi 120–150 cm. Daunnya yang ramping, lanset, dan berwarna hijau tua mengeluarkan aroma khas seperti adas manis dan licorice, berkat kandungan senyawa estragol dan metil kavikol. Di alam liar, tarragon sering ditemukan di tanah berpasir atau berbatu, namun varietas budidaya yang paling populer adalah tarragon Prancis (Artemisia dracunculus var. sativa), yang hampir selalu diperbanyak secara vegetatif karena jarang menghasilkan bunga yang subur.
Tarragon tumbuh subur di wilayah beriklim sedang seperti Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Tanaman ini suka banget sama tempat yang kena sinar matahari penuh dan tanah yang punya drainase air bagus (nggak becek). Karakteristik/ciri-ciri Tarragon (Artemisia dracunculus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Tanaman herba menahun yang tumbuh membentuk rumpun semak kecil. |
| Batang | Batangnya ramping, tegak, dan bercabang banyak, biasanya tingginya bisa mencapai 60–120 cm. |
| Daun | Daunnya berbentuk memanjang atau lanset, teksturnya halus, warnanya hijau terang, dan punya aroma khas yang tajam kalau diremas. |
| Bunga | Bunganya berukuran sangat kecil, berwarna kuning kehijauan atau putih, dan berkumpul dalam malai yang menggantung di ujung batang. |
| Sistem Perakaran | Memiliki sistem perakaran berupa rimpang (rhizoma) yang merambat di bawah tanah, bikin dia gampang menyebar kalau tidak dibatasi. |
7 Manfaat Tarragon untuk kesehatan.
Menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menekan aktivasi NF-κB, serta menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6 melalui kandungan flavonoid dan senyawa fenolik.
Meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur AMPK dan PPARγ, menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase di usus, serta merangsang sekresi insulin dari sel beta pankreas.
Menangkap langsung radikal bebas (DPPH, ABTS, hidroksil), mengkhelat ion logam transisi, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Tarragon.
Interaksi & Kontraindikasi Tarragon dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Pada dosis yang lazim digunakan sebagai bumbu makanan, tarragon (Artemisia dracunculus) umumnya dianggap aman. Namun efek samping muncul terutama pada penggunaan ekstrak pekat, suplemen, atau minyak atsiri tarragon dalam dosis tinggi. Minyak atsiri tarragon Prancis mengandung estragole (metil kavikol) dalam jumlah besar. Estragole termasuk senyawa yang bersifat genotoksik pada studi eksperimental dan telah dikaitkan dengan hepatotoksisitas serta peningkatan risiko karsinogenesis hati pada pemberian dosis tinggi dan jangka panjang. Efek gastrointestinal seperti mual, muntah, nyeri ulu hati, iritasi mukosa lambung, dan diare dapat terjadi bila sediaan pekat dikonsumsi berlebihan. Pemakaian topikal minyak atsiri yang tidak diencerkan dapat menyebabkan iritasi kulit, rasa terbakar, kemerahan, dan dermatitis kontak.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Tarragon.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Tarragon.