Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Artemisia dracunculus terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa dan HbA1c pada Diabetes Tipe 2: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    6 uji klinis acak dengan total 348 partisipan penderita diabetes tipe 2
    Dosis/Durasi:
    500–1000 mg/hari selama 8–24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Artemisia dracunculus secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Efek ini konsisten pada pemberian selama 8–24 minggu tanpa perbedaan bermakna pada efek samping.
  2. Tinjauan Sistematis Penggunaan Artemisia dracunculus L. untuk Diabetes dan Sindrom Metabolik

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (11 studi praklinis dan 4 studi klinis)
    Dosis/Durasi:
    N/A (tinjauan sistematis)
    Temuan:
    Tarragon menunjukkan efek antihiperglikemik melalui peningkatan sekresi insulin dan sensitivitas reseptor insulin. Data klinis terbatas namun konsisten menunjukkan perbaikan profil glukosa dan lipid.
  3. Pengaruh Ekstrak Tarragon terhadap Kontrol Glikemik dan Profil Lipid pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    64 pasien diabetes tipe 2 berusia 35–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak hidroalkoholik tarragon dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak tarragon 500 mg dua kali sehari selama 12 minggu menurunkan glukosa puasa, HbA1c, dan HOMA-IR secara bermakna. Kadar LDL dan trigliserida juga menurun tanpa perubahan signifikan pada HDL.
  4. Suplementasi Artemisia dracunculus Memperbaiki Penanda Inflamasi dan Stres Oksidatif pada Orang Dewasa dengan Sindrom Metabolik

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    45 orang dewasa gemuk dengan kriteria sindrom metabolik
    Dosis/Durasi:
    1000 mg ekstrak tarragon per hari dalam kapsul 500 mg dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi tarragon 1000 mg/hari selama 12 minggu menurunkan TNF-α, IL-6, dan MDA secara signifikan, serta meningkatkan SOD. Tidak ada perubahan signifikan pada berat badan atau lingkar pinggang.
  5. Ekstrak Etanolik Artemisia dracunculus Memperbaiki Steatosis Hepar dan Dislipidemia pada Tikus dengan Diet Tinggi Lemak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Praklinis (in vivo)
    Sampel:
    36 tikus jantan Sprague-Dawley yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg berat badan/hari secara oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak tarragon 200 dan 400 mg/kg selama 8 minggu menurunkan akumulasi lemak hepar, ALT/AST, dan trigliserida. Mekanismenya melibatkan aktivasi AMPK dan penurunan ekspresi SREBP-1c.
  6. Profil Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Minyak Atsiri Artemisia dracunculus dari Berbagai Populasi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Laboratorium
    Sampel:
    Lima sampel tanaman Artemisia dracunculus dari lokasi geografis berbeda
    Dosis/Durasi:
    N/A (studi in vitro dan analisis fitokimia)
    Temuan:
    Senyawa utama minyak atsiri tarragon adalah estragol, metil eugenol, dan limonena. Minyak atsiri menunjukkan aktivitas penangkal radikal DPPH dan ABTS yang kuat dengan kandungan fenolik yang signifikan.
  7. Efek Ekstrak Artemisia dracunculus terhadap Tekanan Darah dan Fungsi Endotel pada Subjek Prehipertensi

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    48 subjek prehipertensi dengan tekanan darah 120–139/80–89 mmHg
    Dosis/Durasi:
    300 mg ekstrak tarragon tiga kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi 900 mg/hari ekstrak tarragon selama 8 minggu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik serta meningkatkan vasodilatasi yang dimediasi aliran. Efek ini diduga terjadi melalui peningkatan bioavailabilitas nitrat oksida.
  8. Aktivitas Antibakteri dan Antijamur Minyak Atsiri Artemisia dracunculus terhadap Patogen Pangan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Laboratorium
    Sampel:
    Kultur Escherichia coli, Salmonella Typhimurium, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans
    Dosis/Durasi:
    N/A (studi in vitro; MIC dinyatakan dalam mg/mL)
    Temuan:
    Minyak atsiri tarragon menghambat pertumbuhan bakteri Gram-positif dan Gram-negatif dengan MIC 0,25–1,0 mg/mL. Aktivitas antijamur terhadap Candida albicans juga teramati dengan zona hambat yang sebanding dengan kontrol positif.

Advertisement


Cari: