Advertisement
Perilla frutescens, yang dikenal luas sebagai shiso (Jepang) atau perilla, adalah tanaman herba tahunan dari keluarga Lamiaceae (mint). Tanaman ini berasal dari Asia Timur dan Tenggara, namun kini telah menyebar ke berbagai belahan dunia. Secara botani, shiso memiliki daun yang lebar dan bergerigi, dengan dua varietas utama: daun hijau (ao-shiso) dan daun ungu kemerahan (aka-shiso). Daunnya kaya akan minyak atsiri yang memberikan aroma unik, mirip campuran basil, mint, dan kayu manis, dengan sedikit rasa pedas. Bunganya kecil, berwarna putih atau ungu, dan muncul di batang terminal. Tanaman ini tumbuh subur di iklim hangat dan sering dibudidayakan di kebun rumah tangga sebagai bumbu dapur.
Tanaman ini berasal dari Asia Timur dan biasanya tumbuh subur di area yang lembap, agak teduh, serta menyukai tanah yang kaya unsur hara dan memiliki drainase yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Perilla (Perilla frutescens):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Tumbuhan herba semusim yang bisa tumbuh tegak hingga tinggi 60–90 cm. |
| Batang | Berbentuk kotak (persegi), berbulu halus, dan kadang memiliki semburat warna ungu atau hijau terang. |
| Daun | Bentuknya seperti jantung (ovate) dengan pinggiran bergerigi kasar, teksturnya sedikit berkerut, dan aromanya sangat khas jika diremas. |
| Bunga | Muncul dalam bentuk tandan (raceme) di ujung batang, ukurannya kecil, berwarna putih hingga keunguan. |
| Akar | Sistem perakaran tunggang yang tidak terlalu dalam, memudahkan tanaman untuk dipindahkan atau ditanam di pot. |
| Warna Khas | Sangat variatif, ada yang hijau segar, ungu gelap (perilla merah), atau kombinasi keduanya tergantung kultivarnya. |
8 Manfaat Perilla untuk kesehatan.
Penghambatan aktivasi NF-κB dan jalur COX-2, penurunan produksi IgE, serta supresi degranulasi sel mast melalui inhibisi aktivitas fosfolipase A2. Asam rosmarinic menghambat sintesis leukotrien dan prostaglandin pro-inflamasi, sementara luteolin memodulasi respons Th2.
Peningkatan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GPx, katalase) melalui aktivasi Nrf2/ARE pathway. Senyawa polifenol mengkelat ion logam transisi dan memadamkan radikal bebas secara langsung. Luteolin dan asam rosmarinic juga menghambat produksi ROS yang dimediasi NADPH oksidase.
Disrupsi membran sel bakteri melalui interaksi dengan lipid bilayer, menyebabkan kebocoran ion dan lisis sel. Perillaldehyde dan asam rosmarinic menghambat sintesis protein bakteri dan biofilm formation. Pada jamur, senyawa mengganggu ergosterol dan dinding sel.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Perilla.
Interaksi & Kontraindikasi Perilla dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Perilla (Perilla frutescens) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan. Namun, penggunaan ekstrak, biji, atau minyak perilla dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi gangguan pencernaan ringan seperti diare, kembung, dan mual. Minyak perilla yang kaya akan asam alfa-linolenat (ALA) juga dapat memperlambat pembekuan darah, sehingga meningkatkan risiko memar atau perdarahan, terutama pada individu yang memiliki gangguan perdarahan atau sedang mengonsumsi obat antikoagulan.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Perilla.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Perilla.