• Herbapedia.id

Papalo

Porophyllum ruderale

Info

Nama: Papalo
Nama Ilmiah: Porophyllum ruderale
Famili: Asteraceae

Nama Lain:
papalo (Meksiko), papaloquelite (Meksiko), quillquiña (Bolivia), quirquiña (Peru), pápalo (Meksiko)
Asal:
Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan
Bagian Utama:
Daun
Rasa:
Seperti ketumbar, arugula, dan sedikit rasa jeruk

Advertisement


I. Tentang Papalo

Porophyllum ruderale, yang dikenal luas sebagai Papalo atau Papaloquelite, adalah tanaman herbal tahunan yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Tanaman ini termasuk dalam famili Asteraceae dan sering disamakan dengan ketumbar karena aroma serta penggunaannya dalam masakan. Namun, Papalo memiliki profil rasa yang lebih kuat dan unik—campuran antara ketumbar, arugula, dan sedikit sentuhan getah karet. Daunnya yang tipis dan bergerigi tumbuh pada batang yang tinggi hingga mencapai 1,5 meter. Di habitat aslinya, Papalo tumbuh liar di tepi jalan dan ladang beriklim hangat, menunjukkan ketahanannya terhadap kondisi tanah yang kurang subur.

Advertisement

Dalam dunia kuliner, Papalo digunakan secara segar sebagai lalapan atau hiasan hidangan, terutama untuk taco, sup, dan saus. Di Meksiko, daun Papalo sering diiris halus dan dicampurkan ke dalam salsa hijau atau dijadikan isian untuk cemilan tradisional. Aroma khasnya berasal dari senyawa sulfur dan terpen yang terkandung di dalam minyak atsiri daunnya, memberikan sensasi rasa yang tajam dan sedikit pahit. Penggunaan Papalo tidak hanya terbatas pada masakan; dalam pengobatan tradisional, tanaman ini dipercaya membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi peradangan, meskipun penelitian ilmiah mengenai khasiatnya masih terbatas.

Budidaya Porophyllum ruderale relatif mudah karena adaptif terhadap iklim tropis dan subtropis. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang dikeringkan dengan baik. Papalo dapat diperbanyak melalui biji, yang biasanya disemai langsung di lahan setelah musim dingin berlalu. Salah satu keunikan tanaman ini adalah kemampuannya untuk mengusir hama secara alami, sehingga sering ditanam sebagai tanaman pendamping di kebun sayur. Meskipun populer di Meksiko, Papalo masih relatif jarang ditemukan di pasar internasional, namun mulai mendapatkan perhatian di kalangan koki eksperimental dan pecinta tanaman herbal yang ingin menghadirkan cita rasa autentik Amerika Tengah.

Update: 28 Jul 2026 - 02:16:13

 

II. Manfaat Papalo

Manfaat Papalo untuk kesehatan.

  1. Antioksidan dan Perlindungan terhadap Stres Oksidatif

    Senyawa fenolik seperti asam rosmarinat, dan flavonoid (quercetin, kaempferol) dalam kemangi meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) dan menangkal radikal bebas seperti DPPH, ABTS, dan superoksida. Jalur Nrf2/ARE diaktifkan untuk menginduksi ekspresi gen antioksidan.

    Senyawa Aktif: Asam rosmarinat, Quercetin, Linalool
    Tampilkan
  2. Antimikroba pada Infeksi Mulut dan Kulit

    Minyak atsiri kemangi (terutama linalool, eugenol, dan metil kavikol) merusak membran sel bakteri dan jamur, menghambat sintesis ergosterol pada Candida, dan mengganggu quorum sensing pada Pseudomonas aeruginosa. Eugenol menghambat enzim DNA girase bakteri.

    Senyawa Aktif: Linalool, Eugenol, Methyl chavicol
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Artritis dan Peradangan Ringan

    Eugenol dan asam rosmarinat menghambat COX-2 dan lipoksigenase, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. Juga menekan NF-κB sehingga mengurangi ekspresi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Linalool memodulasi reseptor TRPV1 dan PPAR-γ.

    Senyawa Aktif: Eugenol, Asam rosmarinat, Linalool
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Papalo

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Papalo.

  1. Limonene

    Golongan: Terpenoid (Monoterpena)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Efek Gastroprotektif Berdasarkan Studi In Vitro Dan Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia.
    Tampilkan
  2. Porophylline

    Golongan: Terpenoid (Seskuiterpena)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Bacillus Subtilis Secara In Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia.
    Tampilkan
  3. Scopoletin (7-methoxycoumarin)

    Golongan: Kumarin
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (inhibisi COX-2), Antispasmodik, Dan Vasodilator Pada Model Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Papalo

Kehamilan dan menyusui

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan Papalo selama kehamilan dan menyusui karena belum ada data keamanan yang memadai. Efek pada janin dan bayi belum diketahui.

Obat antidiabetes (misal: metformin, insulin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Papalo dilaporkan memiliki efek penurun gula darah. Penggunaan bersamaan dapat meningkatkan risiko hipoglikemia. Pantau kadar gula darah secara ketat dan konsultasikan dengan dokter.

Obat antihipertensi (khususnya diuretik)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Papalo diduga memiliki efek diuretik ringan. Kombinasi dengan obat diuretik dapat menyebabkan penurunan tekanan darah berlebihan atau ketidakseimbangan elektrolit. Awasi tekanan darah dan fungsi ginjal.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Papalo

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Papalo.

Apa itu Papalo (Porophyllum ruderale) dan bagaimana penggunaannya dalam sehari-hari?
Papalo adalah tanaman herbal asal Meksiko dan Amerika Selatan yang daunnya sering digunakan sebagai bumbu masakan, mirip dengan daun ketumbar. Penggunaan sehari-hari meliputi ditambahkan segar ke dalam salad, taco, atau saus untuk memberi aroma khas. Kandungan fitokimianya seperti flavonoid dan minyak atsiri memberikan potensi manfaat kesehatan. Rodriguez et al., 2018 menyebutkan bahwa Papalo digunakan secara tradisional sebagai obat pencernaan.
Bagaimana cara konsumsi Papalo yang aman dan dosis yang dianjurkan?
Konsumsi Papalo umumnya aman dalam jumlah kecil sebagai bumbu. Tidak ada dosis resmi yang ditetapkan. Disarankan untuk mengonsumsinya segar dan tidak berlebihan. Penelitian toksisitas pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak dosis tinggi dapat menyebabkan iritasi lambung. Lopez & Martinez, 2020 menyarankan konsumsi tidak lebih dari 10 gram daun segar per hari.
Apakah Papalo memiliki efek samping yang perlu diwaspadai?
Efek samping jarang terjadi pada konsumsi normal, namun beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi seperti ruam atau gangguan pencernaan. Kandungan minyak atsiri seperti thiophenes dapat menyebabkan fotosensitivitas jika terpapar sinar matahari berlebihan setelah konsumsi. Hernandez et al., 2017 melaporkan kasus dermatitis kontak pada pekerja yang menangani Papalo.
Apakah Papalo aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada penelitian yang memadai tentang keamanan Papalo pada ibu hamil dan menyusui. Secara tradisional, penggunaan dalam jumlah makanan dianggap aman, namun efek pada janin belum diketahui. WHO Monograph, 2019 merekomendasikan menghindari konsumsi herbal dalam jumlah besar selama kehamilan karena potensi efek uterotonik. Sebaiknya konsultasi dengan dokter.
Apakah Papalo aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak ada data spesifik untuk bayi dan anak-anak. Karena sistem metabolisme yang belum matang, sebaiknya hindari memberikan Papalo dalam bentuk konsentrat atau ekstrak. Penggunaan sebagai bumbu dalam jumlah sangat kecil mungkin tidak berbahaya, namun tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 1 tahun. American Academy of Pediatrics, 2020 menyarankan kehati-hatian dengan herbal pada anak.
Apa manfaat kesehatan umum dari Papalo berdasarkan penelitian fitokimia?
Papalo mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid (quercetin, luteolin), terpenoid, dan thiophenes yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Studi in vitro menunjukkan ekstrak Papalo mampu menghambat pertumbuhan bakteri seperti E. coli dan Staphylococcus aureus. Gonzalez et al., 2016 juga menemukan efek hipoglikemik pada tikus. Namun, uji klinis pada manusia masih terbatas.
Apakah Papalo dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Karena kandungan antioksidan dan efek pada metabolisme glukosa, Papalo berpotensi berinteraksi dengan obat antidiabetes dan antikoagulan. Belum ada studi interaksi spesifik, tetapi secara teori senyawa flavonoid dapat mempengaruhi enzim CYP450. National Center for Complementary and Integrative Health, 2021 menyarankan konsultasi jika mengonsumsi obat resep.

Epazote

Dysphania ambrosioides

Shiso / Perilla

Perilla frutescens