Advertisement
Porophyllum ruderale, yang dikenal luas sebagai Papalo atau Papaloquelite, adalah tanaman herbal tahunan yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Tanaman ini termasuk dalam famili Asteraceae dan sering disamakan dengan ketumbar karena aroma serta penggunaannya dalam masakan. Namun, Papalo memiliki profil rasa yang lebih kuat dan unik—campuran antara ketumbar, arugula, dan sedikit sentuhan getah karet. Daunnya yang tipis dan bergerigi tumbuh pada batang yang tinggi hingga mencapai 1,5 meter. Di habitat aslinya, Papalo tumbuh liar di tepi jalan dan ladang beriklim hangat, menunjukkan ketahanannya terhadap kondisi tanah yang kurang subur.
Advertisement
Dalam dunia kuliner, Papalo digunakan secara segar sebagai lalapan atau hiasan hidangan, terutama untuk taco, sup, dan saus. Di Meksiko, daun Papalo sering diiris halus dan dicampurkan ke dalam salsa hijau atau dijadikan isian untuk cemilan tradisional. Aroma khasnya berasal dari senyawa sulfur dan terpen yang terkandung di dalam minyak atsiri daunnya, memberikan sensasi rasa yang tajam dan sedikit pahit. Penggunaan Papalo tidak hanya terbatas pada masakan; dalam pengobatan tradisional, tanaman ini dipercaya membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi peradangan, meskipun penelitian ilmiah mengenai khasiatnya masih terbatas.
Budidaya Porophyllum ruderale relatif mudah karena adaptif terhadap iklim tropis dan subtropis. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang dikeringkan dengan baik. Papalo dapat diperbanyak melalui biji, yang biasanya disemai langsung di lahan setelah musim dingin berlalu. Salah satu keunikan tanaman ini adalah kemampuannya untuk mengusir hama secara alami, sehingga sering ditanam sebagai tanaman pendamping di kebun sayur. Meskipun populer di Meksiko, Papalo masih relatif jarang ditemukan di pasar internasional, namun mulai mendapatkan perhatian di kalangan koki eksperimental dan pecinta tanaman herbal yang ingin menghadirkan cita rasa autentik Amerika Tengah.
Manfaat Papalo untuk kesehatan.
Senyawa fenolik seperti asam rosmarinat, dan flavonoid (quercetin, kaempferol) dalam kemangi meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) dan menangkal radikal bebas seperti DPPH, ABTS, dan superoksida. Jalur Nrf2/ARE diaktifkan untuk menginduksi ekspresi gen antioksidan.
Minyak atsiri kemangi (terutama linalool, eugenol, dan metil kavikol) merusak membran sel bakteri dan jamur, menghambat sintesis ergosterol pada Candida, dan mengganggu quorum sensing pada Pseudomonas aeruginosa. Eugenol menghambat enzim DNA girase bakteri.
Eugenol dan asam rosmarinat menghambat COX-2 dan lipoksigenase, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. Juga menekan NF-κB sehingga mengurangi ekspresi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Linalool memodulasi reseptor TRPV1 dan PPAR-γ.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Papalo.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Papalo.