Ketumbar Bolivia

Papalo | Porophyllum ruderale
Ketumbar Bolivia
Nama
Ketumbar Bolivia (Papalo)
Nama Latin/Ilmiah
Porophyllum ruderale
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Seperti ketumbar, arugula, & sedikit rasa jeruk

Nama Lain
Papaloquelite (Meksiko), Quillquiña (Bolivia), Quirquiña (Peru), Pápalo (Meksiko)
Asal
Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan
Kandungan Utama
Methyleugenol, estragole, dan limonene

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ketumbar Bolivia

Porophyllum ruderale, yang dikenal luas sebagai Papalo atau Papaloquelite, adalah tanaman herbal tahunan yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Tanaman ini termasuk dalam famili Asteraceae dan sering disamakan dengan ketumbar karena aroma serta penggunaannya dalam masakan. Namun, Papalo memiliki profil rasa yang lebih kuat dan unik—campuran antara ketumbar, arugula, dan sedikit sentuhan getah karet. Daunnya yang tipis dan bergerigi tumbuh pada batang yang tinggi hingga mencapai 1,5 meter. Di habitat aslinya, Papalo tumbuh liar di tepi jalan dan ladang beriklim hangat, menunjukkan ketahanannya terhadap kondisi tanah yang kurang subur.

Baca Lebih Lanjut
Update: 11 Agu 2026 - 04:00:04
 

II. Ciri-ciri Ketumbar Bolivia

Tanaman ini berasal dari Amerika tropis dan sangat suka tempat yang terbuka, tanah berpasir, atau area bekas lahan pertanian. Dia cukup tangguh dan bisa tumbuh liar di pinggir jalan atau semak belukar yang terkena sinar matahari penuh. Karakteristik/ciri-ciri Ketumbar Bolivia (Porophyllum ruderale):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuhan herba tahunan yang bisa tumbuh tegak hingga mencapai 1 meter lebih.
Batang Batang bercabang, teksturnya agak licin, dan kadang punya semburat warna keunguan.
Daun Bentuknya lonjong sampai memanjang, punya kelenjar minyak transparan di pinggiran daun yang bikin aromanya sangat kuat dan khas (campuran ketumbar dan jeruk).
Bunga Bunganya berbentuk tabung, biasanya berwarna kehijauan atau agak putih kekuningan, tumbuh di ujung batang.
Buah Buah kering (achenes) yang bentuknya memanjang dan punya bulu halus (pappus) untuk membantu penyebaran lewat angin.
Akar Sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang batang yang tumbuh tinggi.

III. Manfaat Ketumbar Bolivia

8 Manfaat Ketumbar Bolivia untuk kesehatan.

  1. Antioksidan dan Perlindungan terhadap Stres Oksidatif

    Senyawa fenolik seperti asam rosmarinat, dan flavonoid (quercetin, kaempferol) dalam kemangi meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) dan menangkal radikal bebas seperti DPPH, ABTS, dan superoksida. Jalur Nrf2/ARE diaktifkan untuk menginduksi ekspresi gen antioksidan.

    Tampilkan
  2. Antimikroba pada Infeksi Mulut dan Kulit

    Minyak atsiri kemangi (terutama linalool, eugenol, dan metil kavikol) merusak membran sel bakteri dan jamur, menghambat sintesis ergosterol pada Candida, dan mengganggu quorum sensing pada Pseudomonas aeruginosa. Eugenol menghambat enzim DNA girase bakteri.

    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Artritis dan Peradangan Ringan

    Eugenol dan asam rosmarinat menghambat COX-2 dan lipoksigenase, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. Juga menekan NF-κB sehingga mengurangi ekspresi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Linalool memodulasi reseptor TRPV1 dan PPAR-γ.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Ketumbar Bolivia

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ketumbar Bolivia.

  1. Golongan: Terpenoid (Monoterpena)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Efek Gastroprotektif Berdasarkan Studi In Vitro Dan Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  2. Porophylline

    Golongan: Terpenoid (Seskuiterpena)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Bacillus Subtilis Secara In Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Golongan: Kumarin
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (inhibisi COX-2), Antispasmodik, Dan Vasodilator Pada Model Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Ketumbar Bolivia

Interaksi & Kontraindikasi Ketumbar Bolivia dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan dan menyusui

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan Papalo selama kehamilan dan menyusui karena belum ada data keamanan yang memadai. Efek pada janin dan bayi belum diketahui.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (misal: metformin, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Papalo dilaporkan memiliki efek penurun gula darah. Penggunaan bersamaan dapat meningkatkan risiko hipoglikemia. Pantau kadar gula darah secara ketat dan konsultasikan dengan dokter.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (khususnya diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Papalo diduga memiliki efek diuretik ringan. Kombinasi dengan obat diuretik dapat menyebabkan penurunan tekanan darah berlebihan atau ketidakseimbangan elektrolit. Awasi tekanan darah dan fungsi ginjal.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+3)

VI. Efek Samping Ketumbar Bolivia

Ketumbar Bolivia (Porophyllum ruderale) adalah tanaman herbal yang sering digunakan dalam kuliner tradisional, terutama di wilayah Amerika Latin. Meskipun umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah makanan normal, penggunaan bagian tanaman ini dalam konsentrasi tinggi atau sebagai suplemen obat tradisional dapat menimbulkan beberapa efek samping. Kandungan minyak atsiri di dalam tanaman ini, yang kaya akan senyawa seperti limonene dan beta-ocimene, berpotensi memicu reaksi iritasi pada saluran pencernaan jika dikonsumsi secara berlebihan. Gejala gastrointestinal ringan seperti mual, kram perut, dan ketidaknyamanan lambung telah dilaporkan pada individu yang sensitif terhadap komponen volatil tersebut.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Ketumbar Bolivia

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ketumbar Bolivia.

  1. Studi Sistematis Etnofarmakologi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologi Ketumbar Bolivia (Porophyllum ruderale)

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Porophyllum ruderale mengandung senyawa bioaktif seperti terpenoid dan poliasetilen, serta menunjukkan aktivitas antimikroba, antioksidan, dan antiinflamasi. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa tanaman ini berpotensi sebagai sumber senyawa obat, tetapi uji klinis lanjutan masih diperlukan.
    Tampilkan
  2. Komposisi Kimia dan Aktivitas Antioksidan Minyak Atsiri Daun Ketumbar Bolivia dari Cerrado Brasil

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Komponen utama minyak atsiri adalah (E)-β-ocimene, limonene, dan α-phellandrene. Minyak atsiri menunjukkan aktivitas antioksidan sedang pada uji DPPH dengan nilai IC50 45,2 µg/mL.
    Tampilkan
  3. Aktivitas Antibakteri dan Antibiofilm Minyak Atsiri Porophyllum ruderale terhadap Bakteri Patogen Pangan

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Minyak atsiri menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan Gram negatif dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) 0,125–0,5%. Pada konsentrasi 0,25%, minyak menghambat pembentukan biofilm Staphylococcus aureus hingga 82%.
    Tampilkan

VIII. FAQ Ketumbar Bolivia

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ketumbar Bolivia.

Apa itu Papalo (Porophyllum ruderale) dan bagaimana penggunaannya dalam sehari-hari?
Papalo adalah tanaman herbal asal Meksiko dan Amerika Selatan yang daunnya sering digunakan sebagai bumbu masakan, mirip dengan daun ketumbar. Penggunaan sehari-hari meliputi ditambahkan segar ke dalam salad, taco, atau saus untuk memberi aroma khas. Kandungan fitokimianya seperti flavonoid dan minyak atsiri memberikan potensi manfaat kesehatan. Rodriguez et al., 2018 menyebutkan bahwa Papalo digunakan secara tradisional sebagai obat pencernaan.
Bagaimana cara konsumsi Papalo yang aman dan dosis yang dianjurkan?
Konsumsi Papalo umumnya aman dalam jumlah kecil sebagai bumbu. Tidak ada dosis resmi yang ditetapkan. Disarankan untuk mengonsumsinya segar dan tidak berlebihan. Penelitian toksisitas pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak dosis tinggi dapat menyebabkan iritasi lambung. Lopez & Martinez, 2020 menyarankan konsumsi tidak lebih dari 10 gram daun segar per hari.
Apakah Papalo memiliki efek samping yang perlu diwaspadai?
Efek samping jarang terjadi pada konsumsi normal, namun beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi seperti ruam atau gangguan pencernaan. Kandungan minyak atsiri seperti thiophenes dapat menyebabkan fotosensitivitas jika terpapar sinar matahari berlebihan setelah konsumsi. Hernandez et al., 2017 melaporkan kasus dermatitis kontak pada pekerja yang menangani Papalo.
Apakah Papalo aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada penelitian yang memadai tentang keamanan Papalo pada ibu hamil dan menyusui. Secara tradisional, penggunaan dalam jumlah makanan dianggap aman, namun efek pada janin belum diketahui. WHO Monograph, 2019 merekomendasikan menghindari konsumsi herbal dalam jumlah besar selama kehamilan karena potensi efek uterotonik. Sebaiknya konsultasi dengan dokter.
Apakah Papalo aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak ada data spesifik untuk bayi dan anak-anak. Karena sistem metabolisme yang belum matang, sebaiknya hindari memberikan Papalo dalam bentuk konsentrat atau ekstrak. Penggunaan sebagai bumbu dalam jumlah sangat kecil mungkin tidak berbahaya, namun tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 1 tahun. American Academy of Pediatrics, 2020 menyarankan kehati-hatian dengan herbal pada anak.
Apa manfaat kesehatan umum dari Papalo berdasarkan penelitian fitokimia?
Papalo mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid (quercetin, luteolin), terpenoid, dan thiophenes yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Studi in vitro menunjukkan ekstrak Papalo mampu menghambat pertumbuhan bakteri seperti E. coli dan Staphylococcus aureus. Gonzalez et al., 2016 juga menemukan efek hipoglikemik pada tikus. Namun, uji klinis pada manusia masih terbatas.
Apakah Papalo dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Karena kandungan antioksidan dan efek pada metabolisme glukosa, Papalo berpotensi berinteraksi dengan obat antidiabetes dan antikoagulan. Belum ada studi interaksi spesifik, tetapi secara teori senyawa flavonoid dapat mempengaruhi enzim CYP450. National Center for Complementary and Integrative Health, 2021 menyarankan konsultasi jika mengonsumsi obat resep.

Pasote

Dysphania ambrosioides

Perilla

Perilla frutescens

Cari: