Advertisement
Vaccinium myrtillus, yang dikenal luas sebagai bilberry, adalah semak perdu rendah dari famili Ericaceae yang tumbuh liar di daerah beriklim dingin dan subarktik di Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Tanaman ini memiliki daun bergerigi yang gugur di musim gugur serta buah beri kecil berwarna biru keunguan gelap dengan daging buah yang berwarna merah keunguan. Berbeda dengan blueberry, bilberry memiliki rasa yang lebih pekat dan sedikit asam, serta kandungan antosianin yang lebih tinggi. Habitat alaminya meliputi hutan pinus, padang rumput pegunungan, dan tanah asam yang miskin nutrisi, sehingga sering ditemukan di kawasan Skandinavia, Siberia, hingga pegunungan Alpen.
Tanaman ini suka banget sama tempat yang sejuk dan asam, biasanya tumbuh liar di area hutan pegunungan, lahan gambut, atau padang rumput di wilayah Eropa dan sebagian Asia Utara. Karakteristik/ciri-ciri Bilberry (Vaccinium myrtillus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Semak kecil yang tumbuh merambat atau tegak, tingginya biasanya cuma sekitar 15 sampai 60 cm. |
| Batang | Batangnya berwarna hijau cerah, teksturnya agak kaku, dan punya bentuk bersegi atau bersayap. |
| Daun | Daunnya berbentuk oval kecil, ujungnya agak runcing, pinggirannya bergerigi halus, dan warnanya hijau terang yang bakal gugur saat musim dingin. |
| Bunga | Bunganya mungil, bentuknya mirip lonceng atau kendi kecil, warnanya perpaduan antara hijau, putih, dan sedikit semburat merah muda. |
| Buah | Buah beri yang bentuknya bulat kecil, warnanya biru tua kehitaman dengan lapisan lilin di kulitnya, dan daging buahnya berwarna ungu gelap yang bisa bikin noda kalau kena tangan. |
8 Manfaat Bilberry untuk kesehatan.
Antosianin meningkatkan sirkulasi mikro retina, menghambat stres oksidatif via aktivasi Nrf2, mengurangi inflamasi melalui inhibisi NF-κB dan VEGF, serta memperbaiki integritas sawar darah-retina.
Antosianin mempercepat regenerasi rhodopsin pada fotoreseptor batang retina, meningkatkan aliran darah ke retina dan mengurangi kelelahan visual.
Antosianin dan flavonoid menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase, mengurangi produksi prostaglandin dan leukotrien. Juga menghambat aktivasi NF-κB dan menekan ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-1β.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bilberry.
Interaksi & Kontraindikasi Bilberry dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Bilberry (Vaccinium myrtillus) umumnya dianggap aman ketika dikonsumsi dalam jumlah yang ditemukan dalam makanan atau sebagai suplemen jangka pendek. Namun, konsumsi ekstrak buah atau daun bilberry dalam dosis tinggi atau untuk jangka panjang dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi gangguan pencernaan ringan seperti mual, kram perut, dan diare. Gejala gastrointestinal ini biasanya bersifat sementara dan reda setelah penghentian penggunaan atau pengurangan dosis suplemen.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Bilberry.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bilberry.