Kasifikasi ilmiah Bilberry (Vaccinium myrtillus)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Asteridae |
| Ordo: | Ericales |
| Famili: | Ericaceae |
| Subfamili: | Vaccinioideae |
| Tribus: | Vaccinieae |
| Genus: | Vaccinium |
| Spesies: | Vaccinium myrtillus |
Vaccinium myrtillus atau yang lebih dikenal dengan sebutan bilberry adalah tanaman semak kerdil yang buahnya punya kemiripan visual dengan blueberry, tapi dengan karakter rasa yang lebih tajam dan warna daging buah yang cenderung ungu pekat. Tanaman ini biasanya tumbuh liar di kawasan hutan atau pegunungan di Eropa dan sebagian Asia, menyukai tanah yang asam serta iklim yang sejuk untuk berkembang biak dengan optimal.
Selain sering dijadikan bahan utama dalam selai, pai, atau sirup, buah bilberry sudah lama jadi primadona di dunia kesehatan karena kandungan antioksidannya yang tinggi, terutama antosianin. Banyak orang percaya kalau mengonsumsi buah ini secara rutin bisa membantu menjaga kesehatan mata dan melancarkan sirkulasi darah, menjadikannya salah satu "superfood" alami yang paling dicari oleh para pegiat gaya hidup sehat.
Advertisement