Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Bilberry terhadap Fungsi Visual dan Kelelahan Mata pada Dewasa Sehat

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 orang dewasa sehat dengan keluhan kelelahan mata akibat penggunaan layar komputer
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak bilberry standar 300 mg/hari (setara 57 mg antosianin) selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak bilberry selama 4 minggu secara signifikan menurunkan skor kelelahan mata dan meningkatkan sensitivitas kontras visual dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius.
  2. Efek Bilberry terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa dan HbA1c pada Pasien Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    76 pasien diabetes tipe 2 dengan kontrol glikemik tidak optimal
    Dosis/Durasi:
    150 mg antosianin bilberry dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bilberry selama 8 minggu menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c secara bermakna dibandingkan plasebo. Efek ini disertai perbaikan resistensi insulin.
  3. Meta-Analisis Pengaruh Bilberry dan Antosianin terhadap Profil Lipid dan Tekanan Darah

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    21 uji klinis acak terkendali dengan total 1.512 partisipan dewasa
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 50–500 mg antosianin/hari, durasi 4–24 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi bilberry/antosianin secara signifikan menurunkan LDL kolesterol dan tekanan darah sistolik. Efek terlihat pada subjek dengan kadar lipid basal tinggi.
  4. Ekstrak Bilberry Meningkatkan Endotel dan Mengurangi Penanda Inflamasi pada Dewasa dengan Berat Badan Berlebih

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    48 orang dewasa dengan overweight/obesitas dan inflamasi derajat rendah
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak bilberry standar/hari (setara 120 mg antosianin) selama 12 minggu
    Temuan:
    Konsumsi ekstrak bilberry selama 12 minggu memperbaiki fungsi endotel yang dinilai dengan flow-mediated dilation. Kadar CRP dan IL-6 juga lebih rendah dibandingkan kelompok plasebo.
  5. Bilberry (Vaccinium myrtillus) dan Antosianinnya: Tinjauan Sistematis Pengaruh terhadap Kognitif Lansia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi dengan total 980 partisipan berusia ≥60 tahun
    Dosis/Durasi:
    Dosis antosianin 100–300 mg/hari, durasi 4–16 minggu
    Temuan:
    Tinjauan sistematis menemukan bahwa asupan bilberry/antosianin dikaitkan dengan perbaikan memori kerja dan kecepatan proses kognitif pada lansia. Efek paling nyata pada intervensi durasi ≥12 minggu.
  6. Efek Bilberry pada Pasien Retinopati Diabetik Non-Proliferatif

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    44 pasien diabetes tipe 2 dengan retinopati diabetik non-proliferatif derajat ringan-sedang
    Dosis/Durasi:
    160 mg antosianin bilberry dua kali sehari selama 24 minggu
    Temuan:
    Intervensi bilberry selama 24 minggu memperlambat progresi retinopati dan meningkatkan ketajaman visual pada sebagian pasien. Efek ini diduga terkait perbaikan aliran darah retina dan penurunan stres oksidatif.
  7. Bilberry dan Faktor Risiko Sindrom Metabolik: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    19 uji klinis acak terkendali dengan 1.204 partisipan yang memiliki ≥2 kriteria sindrom metabolik
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekstrak bilberry 100–400 mg/hari, durasi 8–16 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bilberry secara signifikan menurunkan lingkar pinggang, trigliserida, dan tekanan darah. Namun, efek terhadap kolesterol HDL belum konsisten antar studi.
  8. Penelitian Terkini mengenai Manfaat Kesehatan Blueberry/Bilberry dan Antosianinnya bagi Tubuh Manusia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Review
    Sampel:
    n/a (review naratif dari berbagai studi mekanistik, eksperimental, dan klinis)
    Dosis/Durasi:
    n/a (berbagai dosis pada studi manusia dan hewan)
    Temuan:
    Kalt dan kolega merangkum bahwa antosianin dari bilberry/blueberry berperan dalam perlindungan kardiovaskular, metabolisme glukosa, serta fungsi saraf dan mata. Bioavailabilitas antosianin dan metabolitnya menjadi faktor kunci dalam efek kesehatan tersebut.

Advertisement


Cari: