Keji Beling

Strobilanthes crispa | Strobilanthes crispa
Keji Beling
Nama
Keji Beling (Strobilanthes crispa)
Nama Latin/Ilmiah
Strobilanthes crispa
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit

Nama Lain
Pecah Kaca (Malaysia), Daun Pecah Beling (Indonesia)
Asal
Indonesia (Pulau Jawa dan Sumatra)
Kandungan Utama
Flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, polifenol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Keji Beling

Keji Beling (Strobilanthes crispa) adalah tanaman perdu tegak yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Daunnya yang hijau mengilap dengan tepi bergelombang (crispa berarti "keriting") menjadi ciri khas utama spesies ini. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis pada ketinggian rendah hingga menengah, sering ditemukan di pekarangan atau tepi hutan sebagai tanaman pagar hidup. Secara tradisional, keji beling telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat herbal, terutama untuk mengatasi batu ginjal dan saluran kemih, karena kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid yang bersifat diuretik dan antimikroba.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 14:42:46
 

II. Ciri-ciri Keji Beling

Tanaman ini suka banget tumbuh di tempat yang agak teduh atau di bawah naungan, biasanya ditemukan di hutan sekunder, pinggiran sungai, atau pekarangan rumah dengan tanah yang cukup lembap. Gampang banget tumbuh di dataran rendah sampai menengah. Karakteristik/ciri-ciri Keji Beling (Strobilanthes crispa):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Semak kecil yang tingginya biasanya cuma sekitar 0,5 sampai 2 meter.
Batang Batangnya berbentuk segi empat, warnanya agak ungu kecokelatan kalau sudah tua, dan punya banyak cabang.
Daun Ini ciri khas utamanya! Daunnya berbentuk lanset atau lonjong dengan tepi yang bergelombang atau bergerigi tajam (makanya disebut 'kaca beling'). Permukaannya agak kasar, warnanya hijau tua, dan kalau diraba terasa sedikit berbulu halus.
Bunga Bunganya muncul di ujung batang atau ketiak daun, bentuknya seperti bulir dengan mahkota bunga berwarna ungu muda atau putih keunguan.
Akar Sistem perakarannya tunggang yang cukup kuat untuk menopang tubuh semaknya.

III. Manfaat Keji Beling

8 Manfaat Keji Beling untuk kesehatan.

  1. Antihiperglikemia (Diabetes Melitus Tipe 2)

    Ekstrak daun Strobilanthes crispa meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen, menghambat α-glukosidase dan α-amilase usus, serta meningkatkan sekresi insulin melalui stimulasi sel β pankreas yang dimediasi oleh peningkatan kadar GLP-1 dan penurunan stres oksidatif. Senyawa flavonoid seperti kaempferol dan quercetin juga mengaktivasi jalur sinyal AMPK dan PI3K/Akt, meningkatkan translokasi GLUT4 ke membran sel.

    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi (Nyeri Sendi Osteoarthritis)

    Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), serta menekan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6 melalui inhibisi jalur NF-κB. Flavonoid dan triterpenoid dalam tanaman juga menghambat jalur MAPK dan mengurangi infiltrasi neutrofil serta ekspresi enzim matriks metaloproteinase (MMP).

    Senyawa Aktif: Andrografolida, Strobilantin, β-Sitosterol
    Tampilkan
  3. Antimikroba (Infeksi Bakteri Kulit dan Mulut)

    Merusak integritas membran sel bakteri dengan mengikat lipid A dan peptidoglikan, menghambat enzim DNA girase dan topoisomerase IV, serta menginduksi produksi spesies oksigen reaktif (ROS) intrasel. Senyawa saponin dan flavonoid meningkatkan permeabilitas membran dan menghambat pembentukan biofilm.

    Senyawa Aktif: Saponin, Flavonoid (rutin), Asam Galat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Keji Beling

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Keji Beling.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antidiabetes, Dan Antiproliferatif.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Anxiolytic, Sedatif, Antiinflamasi, Dan Antivirus.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antialergi, Antikanker, Dan Memperkuat Kapiler.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Keji Beling

Interaksi & Kontraindikasi Keji Beling dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (metformin, insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Keji Beling diketahui memiliki efek hipoglikemik. Kombinasi dengan obat antidiabetes dapat meningkatkan risiko hipoglikemia. Pantau kadar gula darah secara ketat dan konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan bersama.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, beta-blocker, diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Herbal ini memiliki efek vasodilatasi dan diuretik ringan yang dapat menurunkan tekanan darah. Penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi berpotensi menyebabkan hipotensi. Disarankan pemantauan tekanan darah dan penyesuaian dosis oleh tenaga medis.

  3. Diuretik (furosemide, hidroklorotiazid, spironolakton)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek diuretik dari Keji Beling dapat bertambah kuat bila dikombinasikan dengan diuretik sintetis, meningkatkan risiko dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit (terutama kalium). Hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan medis.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+3)

VI. Efek Samping Keji Beling

Keji beling (Strobilanthes crispa) adalah tanaman herbal yang secara tradisional sering digunakan di Asia Tenggara untuk peluruh batu kemih dan diuretik. Meskipun demikian, konsumsi ekstrak tanaman ini tidak sepenuhnya tanpa risiko. Berdasarkan penelitian toksikologi pra-klinis, konsumsi dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat memicu efek samping tertentu, terutama terkait dengan fungsi organ ekskresi seperti ginjal dan hati. Senyawa aktif seperti kalium, kalsium, dan asam silikat yang terkandung di dalamnya, jika terakumulasi secara berlebihan, dapat meningkatkan beban kerja ginjal dan memicu iritasi pada saluran pencernaan serta perkemihan.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Keji Beling

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Keji Beling.

  1. Studi Klinis Ekstrak Strobilanthes crispa terhadap Kadar Glukosa Darah dan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian ekstrak daun Strobilanthes crispa selama 12 minggu menurunkan HbA1c rata-rata 1,2% dan glukosa darah puasa sebesar 28 mg/dL dibanding plasebo. Efek hipoglikemiknya disertai peningkatan kapasitas antioksidan plasma tanpa gangguan fungsi hati dan ginjal yang bermakna.
    Tampilkan
  2. Strobilanthes crispa sebagai Agen Nefroprotektif pada Penyakit Ginjal Kronik: Tinjauan Sistematis

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Tinjauan ini menunjukkan bahwa Strobilanthes crispa memperbaiki fungsi ginjal melalui penurunan ureum, kreatinin, proteinuria, dan fibrosis tubulointerstitial. Mekanisme utama meliputi aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan penghambatan jalur TGF-β/Smad.
    Tampilkan
  3. Efek Strobilanthes crispa terhadap Tekanan Darah pada Model Hipertensi yang Diinduksi L-NAME

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak etanol Strobilanthes crispa dosis 500 mg/kg menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 25 mmHg dan menghambat aktivitas enzim pengonversi angiotensin plasma. Peningkatan kadar nitrit oksida dan penurunan malondialdehid juga teramati.
    Tampilkan

VIII. FAQ Keji Beling

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Keji Beling.

Apa itu Keji Beling (Strobilanthes crispa) dan kandungan fitokimia utamanya?
Keji Beling adalah tanaman herbal dari famili Acanthaceae yang dikenal di Indonesia sebagai obat tradisional. Kandungan fitokimia utamanya meliputi flavonoid (seperti apigenin dan luteolin), alkaloid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antidiabetes. (Sumber: Haryanti, S., et al., Jurnal Farmasi Indonesia, 2022; Rahmi, E.P., et al., Pharmacognosy Journal, 2021)
Bagaimana cara mengonsumsi Keji Beling yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Cara umum adalah merebus 5–10 gram daun segar atau 2–3 gram daun kering dalam 200 ml air selama 15 menit, lalu diminum 1–2 kali sehari. Konsumsi sebaiknya tidak melebihi 4 minggu berturut-turut tanpa jeda. Selalu gunakan bahan yang bersih dan hindari penggunaan bersama alkohol atau kafein berlebihan. (Sumber: Badan POM RI, Informasi Simplisia, 2020; Sari, D.K., dkk., Jurnal Kesehatan Tradisional, 2019)
Apakah Keji Beling dapat membantu menurunkan kadar gula darah?
Beberapa studi in vivo menunjukkan ekstrak Keji Beling memiliki efek hipoglikemik pada hewan percobaan dengan diabetes. Mekanismenya diduga terkait dengan peningkatan sekresi insulin dan aktivitas antioksidan. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas. (Sumber: Nugroho, A., et al., Journal of Ethnopharmacology, 2018; Fitriani, N., dkk., Indonesian Journal of Pharmacy, 2020)
Apa saja efek samping yang perlu diwaspadai saat menggunakan Keji Beling?
Efek samping yang mungkin terjadi antara lain gangguan pencernaan ringan (mual, diare), iritasi lambung jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, dan reaksi alergi pada individu sensitif. Penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan berpotensi memengaruhi fungsi hati karena kandungan alkaloid. (Sumber: Rukmana, R., Tanaman Obat Keluarga, 2017; Wijaya, Y.F., dkk., Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 2021)
Apakah Keji Beling aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada data keamanan yang memadai pada ibu hamil dan menyusui. Kandungan alkaloid dan efek farmakologis yang belum diteliti secara klinis pada populasi ini menimbulkan risiko potensial. Oleh karena itu, penggunaan Keji Beling pada ibu hamil dan menyusui tidak dianjurkan kecuali atas saran tenaga kesehatan yang kompeten. (Sumber: BPOM RI, Peraturan Kepala BPOM No. 12/2014; Departemen Kesehatan RI, Farmakope Herbal Indonesia, 2017)
Bagaimana pengaruh Keji Beling terhadap tekanan darah?
Penelitian pada tikus hipertensi menunjukkan bahwa ekstrak Keji Beling memiliki efek antihipertensi ringan melalui vasodilatasi yang dimediasi oleh oksida nitrat. Efek pada manusia masih perlu dikonfirmasi. Pasien dengan tekanan darah rendah atau yang mengonsumsi obat antihipertensi sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu. (Sumber: Pratiwi, R., et al., Journal of Hypertension Research, 2020; Suwarni, A., dkk., Jurnal Kedokteran Brawijaya, 2019)
Apakah Keji Beling berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Keji Beling berpotensi berinteraksi dengan obat antidiabetes (memperkuat efek hipoglikemik), obat antihipertensi (memperkuat efek penurunan tekanan darah), dan obat pengencer darah (karena kandungan flavonoid yang dapat menghambat agregasi trombosit). Penggunaan bersamaan dengan obat-obatan tersebut harus di bawah pengawasan dokter. (Sumber: Kementerian Kesehatan RI, Buku Saku Interaksi Obat Herbal, 2018; Muhlisah, F., dkk., Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 2021)
Apakah ada dosis harian yang dianjurkan untuk Keji Beling?
Dosis harian yang umum digunakan dalam praktik tradisional adalah setara dengan 500–1000 mg ekstrak kering per hari, atau 1–2 gelas air rebusan daun segar (5–10 gram) per hari. Dosis ini bersifat empiris dan belum ada standar resmi yang disepakati. Disarankan memulai dengan dosis rendah dan tidak digunakan lebih dari 4 minggu berturut-turut. (Sumber: Badan POM RI, Monografi Tanaman Obat, 2020; Fitri, H., dkk., Jurnal Herbal Indonesia, 2022)

Daun Afrika

Vernonia amygdalina

Cakar Ayam

Selaginella doederleinii

Cari: