Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Studi Klinis Ekstrak Strobilanthes crispa terhadap Kadar Glukosa Darah dan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial
    Sampel:
    40 pasien DM Tipe 2, usia 30–60 tahun, HbA1c 7–10%; 20 pasien kelompok intervensi dan 20 pasien kelompok plasebo
    Dosis/Durasi:
    Kapsul 500 mg ekstrak kering Strobilanthes crispa, 2 kali sehari setelah makan selama 12 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak daun Strobilanthes crispa selama 12 minggu menurunkan HbA1c rata-rata 1,2% dan glukosa darah puasa sebesar 28 mg/dL dibanding plasebo. Efek hipoglikemiknya disertai peningkatan kapasitas antioksidan plasma tanpa gangguan fungsi hati dan ginjal yang bermakna.
  2. Strobilanthes crispa sebagai Agen Nefroprotektif pada Penyakit Ginjal Kronik: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    16 studi (13 studi hewan, 3 studi in vitro) dengan total 240 hewan coba
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekstrak pada literatur hewan bervariasi antara 50–500 mg/kg BB per hari dengan durasi 2–8 minggu.
    Temuan:
    Tinjauan ini menunjukkan bahwa Strobilanthes crispa memperbaiki fungsi ginjal melalui penurunan ureum, kreatinin, proteinuria, dan fibrosis tubulointerstitial. Mekanisme utama meliputi aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan penghambatan jalur TGF-β/Smad.
  3. Efek Strobilanthes crispa terhadap Tekanan Darah pada Model Hipertensi yang Diinduksi L-NAME

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    24 tikus Wistar jantan, berat 180–200 g; hipertensi diinduksi L-NAME 40 mg/kg/hari
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan dengan dosis 100, 250, dan 500 mg/kg/hari secara oral selama 28 hari.
    Temuan:
    Ekstrak etanol Strobilanthes crispa dosis 500 mg/kg menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 25 mmHg dan menghambat aktivitas enzim pengonversi angiotensin plasma. Peningkatan kadar nitrit oksida dan penurunan malondialdehid juga teramati.
  4. Efek Antiurolitiasis Ekstrak Strobilanthes crispa terhadap Kristalisasi Kalsium Oksalat secara in Vitro

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vitro)
    Sampel:
    Larutan kalsium klorida dan natrium oksalat untuk menginduksi kristalisasi; tiga konsentrasi ekstrak dan kontrol
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 50, 100, dan 500 µg/mL; pengamatan dilakukan 60 menit setelah induksi kristalisasi.
    Temuan:
    Ekstrak daun Strobilanthes crispa menghambat nukleasi dan agregasi kristal kalsium oksalat secara konsentrasi-bergantung. Penghambatan agregasi terbaik terjadi pada konsentrasi 500 µg/mL dan diduga berkaitan dengan kandungan flavonoid.
  5. Efek Nefroprotektif Strobilanthes crispa pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan; diabetes diinduksi streptozotocin 55 mg/kg intraperitoneal
    Dosis/Durasi:
    250 mg/kg/hari per oral selama 6 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak air Strobilanthes crispa menurunkan kreatinin serum, proteinuria, dan skor kerusakan glomerulus pada nefropati diabetik. Ekspresi TNF-α dan TGF-β1 di jaringan ginjal juga turun secara signifikan.
  6. Aktivitas Sitotoksik dan Induksi Apoptosis Ekstrak Strobilanthes crispa pada Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vitro)
    Sampel:
    Sel MCF-7 (kanker payudara) dan sel Vero normal; konsentrasi ekstrak 0–100 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    Perlakuan selama 24, 48, dan 72 jam pada konsentrasi 5–100 µg/mL.
    Temuan:
    Ekstrak etil asetat Strobilanthes crispa menunjukkan IC50 sebesar 35,2 µg/mL terhadap sel MCF-7 dan bersifat selektif terhadap sel normal Vero. Ekstrak meningkatkan aktivitas kaspase-3 dan menyebabkan fragmentasi DNA sebagai penanda apoptosis.
  7. Meta-Analisis Efek Strobilanthes crispa terhadap Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Diabetes: Studi Praklinis

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 artikel studi hewan acak dengan total 210 tikus diabetes
    Dosis/Durasi:
    Dosis yang dianalisis berkisar 100–500 mg/kg BB per hari dengan durasi 14–56 hari.
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan penurunan glukosa darah puasa yang signifikan dengan SMD −2,47 serta perbaikan kolesterol total dan trigliserida. Heterogenitas antar studi cukup tinggi sehingga interpretasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati.

Advertisement


Cari: