Advertisement
Lavandula angustifolia, yang umum dikenal sebagai lavender sejati atau lavender Inggris, adalah tanaman semak abadi dari keluarga Lamiaceae. Berasal dari wilayah Mediterania barat, tumbuhan ini telah dibudidayakan secara luas karena aroma khasnya yang menenangkan serta kandungan minyak atsiri yang bernilai tinggi. Daunnya yang sempit berwarna hijau keabu-abuan dan bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam bentuk paku (spike) menjadikannya mudah dikenali. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah beriklim sedang dengan sinar matahari penuh dan drainase tanah yang baik, terutama pada tanah berkapur atau berbatu.
Tanaman ini berasal dari wilayah Mediterania. Suka banget sama tempat yang panas, kering, banyak kena sinar matahari langsung, dan punya tanah yang sistem drainasenya bagus biar akarnya nggak gampang busuk. Karakteristik/ciri-ciri Lavender (Lavandula angustifolia):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Sistem perakaran serabut yang cukup kuat dan tahan terhadap kondisi tanah kering. |
| Batang | Batangnya berkayu di bagian bawah, bercabang banyak, dan bentuknya cenderung tegak dengan warna keabu-abuan saat sudah tua. |
| Daun | Bentuknya memanjang seperti tombak (lanset), warnanya hijau keabu-abuan karena ada bulu-bulu halus di permukaannya, dan ukurannya relatif kecil. |
| Bunga | Tumbuh dalam bentuk bulir yang tersusun di ujung batang. Warnanya khas, mulai dari ungu muda sampai ungu pekat, dan aromanya sangat wangi. |
| Tinggi Tanaman | Biasanya tumbuh sekitar 30 sampai 60 cm, tapi bisa lebih tinggi tergantung perawatan dan lingkungannya. |
8 Manfaat Lavender untuk kesehatan.
Inhalasi minyak atsiri lavender memodulasi sistem saraf otonom melalui aktivasi reseptor olfaktori, yang memengaruhi jalur sinaptik di amigdala dan hipotalamus. Senyawa linalool dan linalyl acetate bekerja sebagai agonis parsial pada reseptor GABA-A, meningkatkan afinitas GABA dan menghasilkan efek ansiolitik tanpa sedasi berat.
Linalool dan linalyl acetate meningkatkan aktivitas neurotransmitter inhibitorik (GABA) di sistem limbik dan korteks prefrontal, menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis dan meningkatkan durasi tidur NREM. Efek relaksasi otot juga berkontribusi melalui penghambatan kanal kalsium tipe-L.
Pemberian topikal atau inhalasi lavender mengurangi kontraksi otot rahim melalui penghambatan prostaglandin (PGE2) dan modulasi saluran ion kalsium. Efek analgesik tambahan dari aktivitas GABAergik dan pengaktifan jalur opioid endogen.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Lavender.
Interaksi & Kontraindikasi Lavender dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Minyak esensial lavender (Lavandula angustifolia) umumnya dianggap aman ketika digunakan secara aromaterapi atau dioleskan pada kulit dalam bentuk yang sudah diencerkan. Namun, penggunaan topikal dapat menyebabkan dermatitis kontak alergika atau iritasi kulit pada individu yang sensitif, dengan gejala seperti kemerahan, rasa terbakar, dan pruritus. Reaksi ini sering kali dipicu oleh oksidasi komponen seperti linalool dan linalyl acetate saat terpapar udara dan cahaya, yang menghasilkan senyawa bersifat sensitisasi kulit.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Lavender.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Lavender.