Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Minyak Esensial Lavender terhadap Kecemasan: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review & Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji acak terkontrol dengan total 620 pasien gangguan kecemasan ringan hingga sedang.
    Dosis/Durasi:
    Lavender oral 80 mg/hari selama 6–10 minggu, atau inhalasi minyak lavender 2–3 tetes 10–30 menit per sesi.
    Temuan:
    Aromaterapi lavender atau sediaan oral lavender (Silexan) secara signifikan menurunkan skor kecemasan dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius pada semua studi yang dianalisis.
  2. Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kualitas Tidur pada Orang Dewasa: Meta-Analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 uji acak terkontrol dengan total 944 partisipan yang mengalami kualitas tidur buruk atau insomnia nonorganik.
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 2–4 tetes lavender (konsentrasi 10–20%) 30–60 menit sebelum tidur selama 1–4 minggu.
    Temuan:
    Inhalasi lavender secara signifikan memperbaiki kualitas tidur yang ditandai dengan penurunan skor Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Efek paling konsisten ditemukan pada pemberian rutin sebelum tidur selama minimal 2 minggu.
  3. Peran Lavandula angustifolia sebagai Terapi Komplementer untuk Depresi: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    9 uji klinis acak terkontrol dengan total 752 pasien dengan gejala depresi ringan hingga sedang.
    Dosis/Durasi:
    Lavender oral 80 mg/hari (Silexan) atau inhalasi minyak lavender 2–3 tetes dua kali sehari selama 4–8 minggu.
    Temuan:
    Lavender menunjukkan efek antidepresan ringan hingga sedang ketika digunakan sebagai tambahan terapi standar. Perbaikan gejala depresi umumnya terlihat setelah 4 minggu penggunaan rutin.
  4. Aromaterapi Lavender untuk Mengurangi Nyeri dan Kecemasan pada Pasien Pascaoperasi Abdomen: Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien dewasa pascaoperasi abdomen yang dirawat di ruang pemulihan.
    Dosis/Durasi:
    2 tetes minyak lavender 2% diteteskan pada masker oksigen dan dihirup selama 20 menit setiap 6 jam selama 24 jam pascaoperasi.
    Temuan:
    Kelompok yang menerima aromaterapi lavender melaporkan skor nyeri dan kecemasan yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Intervensi ini aman dan tidak mengganggu tanda-tanda vital.
  5. Pengaruh Minyak Lavender terhadap Kualitas Tidur dan Kecemasan pada Pasien Hemodialisis: Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis reguler.
    Dosis/Durasi:
    3 tetes minyak lavender 100% dihirup menggunakan diffuser selama 30 menit setiap malam sebelum tidur selama 4 minggu.
    Temuan:
    Inhalasi lavender sebelum tidur secara signifikan meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan kecemasan pada pasien hemodialisis. Efek ini bertahan selama 4 minggu intervensi.
  6. Aromaterapi Lavender terhadap Gejala Menopause dan Kualitas Tidur pada Perempuan Pascamenopause: Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    72 perempuan pascamenopause dengan keluhan gangguan tidur dan gejala menopause sedang.
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi lavender 2 tetes dalam diffuser 30 menit sebelum tidur setiap malam selama 8 minggu.
    Temuan:
    Lavender secara signifikan mengurangi gangguan tidur dan memperbaiki skor gejala menopause dibandingkan kelompok kontrol. Perbaikan kualitas tidur mulai tampak pada minggu kedua intervensi.
  7. Efek Inhalasi Lavender terhadap Stres dan Kecemasan pada Mahasiswa Menjelang Ujian: Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    66 mahasiswa keperawatan dengan kecemasan menghadapi ujian klinik.
    Dosis/Durasi:
    3 tetes minyak lavender esensial dihirup dari kapas selama 10 menit, 30 menit sebelum ujian.
    Temuan:
    Inhalasi lavender sebelum ujian menurunkan skor kecemasan dan stres secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol. Tidak ada efek sedasi berlebih yang mengganggu konsentrasi.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Lavender dan Pneumonia

    Penilitian Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Pneumonia:
    • Aktivitas Antimikroba Minyak Esensial Lavender (Lavandula angustifolia) terhadap Streptococcus pneumoniae
    • Efek Anti-inflamasi Inhalasi Minyak Esensial Lavender pada Model Cedera Paru Akut yang Diinduksi Lipopolisakarida pada Tikus
    • Sinergisme Minyak Esensial Lavender dengan Antibiotik Konvensional terhadap Klebsiella pneumoniae Multiresisten
  2. Lavender dan Osteoporosis

    Penilitian Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Osteoporosis:
    • Efek Pemberian Ekstrak Lavender (Lavandula angustifolia) terhadap Kepadatan Tulang Tikus Ovariektomi
    • Pengaruh Linalool, Komponen Utama Lavender, terhadap Diferensiasi Osteoblas Manusia secara In Vitro
    • Meta-Analisis Efek Suplementasi Herbal terhadap Kepadatan Tulang pada Wanita Pascamenopause: Fokus pada Lavender dan Tanaman Lain
  3. Lavender dan Sinusitis

    Penilitian Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Sinusitis:
    • Efek Aromaterapi Minyak Esensial Lavender terhadap Gejala Sinusitis Kronis: Sebuah Uji Klinis Acak
    • Aktivitas Antibakteri Minyak Esensial Lavandula angustifolia terhadap Patogen Sinusitis Bakterial yang Resisten Antibiotik
    • Tinjauan Sistematis: Peran Antiinflamasi Lavender pada Penyakit Saluran Napas Atas Termasuk Sinusitis
  4. Lavender dan Insomnia

    Penilitian Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Insomnia:
    • Efektivitas Aromaterapi Lavender terhadap Kualitas Tidur pada Pasien Insomnia: Sebuah Meta-Analisis
    • Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kualitas Tidur pada Lansia dengan Insomnia: Uji Coba Acak Terkontrol
    • Efek Kapsul Oral Lavender terhadap Kualitas Tidur Pasien Insomnia: Uji Klinis Acak
  5. Lavender dan Migrain

    Penilitian Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Migrain:
    • Minyak esensial lavender dalam pengobatan sakit kepala migrain: uji klinis terkontrol plasebo
    • Pengaruh minyak esensial lavender pada sakit kepala migrain: uji klinis acak
    • Efek minyak esensial lavender pada sakit kepala migrain: uji klinis acak
  6. Lavender dan Bronkitis

    Penilitian Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Bronkitis:
    • Efek Aromaterapi Lavender terhadap Perbaikan Fungsi Paru pada Pasien Bronkitis Kronis: Uji Klinis Acak
    • Mekanisme Anti-inflamasi Ekstrak Lavender pada Model Tikus Bronkitis Akibat Paparan Asap Rokok
    • Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Lavender terhadap Bakteri Penyebab Bronkitis Akut secara In Vitro
  7. Lavender dan Vertigo

    Penilitian Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Vertigo:
    • Efek Aromaterapi Lavender terhadap Gejala Vertigo pada Pasien Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) setelah Manuver Reposisi
    • Systematic Review dan Meta-Analisis: Efektivitas Aromaterapi Lavender pada Vertigo Perifer
    • Pengaruh Inhalasi Lavender terhadap Gejala Vertigo dan Kualitas Hidup pada Pasien Vestibular Neuritis
  8. Lavender dan Epilepsi

    Penilitian Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Epilepsi:
    • Efek Antikonvulsan Minyak Atsiri Lavender (Lavandula angustifolia) pada Tikus yang Diinduksi Kejang dengan Pentylenetetrazol
    • Aromaterapi Lavender sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Epilepsi Refrakter: Uji Coba Acak Terkontrol
    • Efektivitas Aromaterapi Lavender dalam Mengurangi Frekuensi Kejang pada Epilepsi: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis
  9. Lavender dan Stroke

    Penilitian Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Stroke:
    • Efek Aromaterapi Lavender terhadap Kecemasan dan Kualitas Tidur pada Pasien Stroke Iskemik
    • Mekanisme Neuroprotektif Ekstrak Lavandula angustifolia pada Model Tikus Stroke Iskemik
    • Meta-Analisis Efek Minyak Atsiri Lavender terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Implikasi untuk Pencegahan Stroke

Cari: