Lavender untuk Epilepsi

Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Epilepsi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antikonvulsan Minyak Atsiri Lavender (Lavandula angustifolia) pada Tikus yang Diinduksi Kejang dengan Pentylenetetrazol

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 ekor tikus jantan galur Wistar, berat 200-250 gram
    Dosis/Durasi:
    100 dan 200 mg/kg (oral), diberikan 30 menit sebelum induksi kejang, selama 7 hari
    Temuan:
    Pemberian minyak atsiri lavender dosis 100 dan 200 mg/kg secara signifikan menunda onset kejang dan memperpendek durasi kejang. Efek antikonvulsan diduga melalui modulasi reseptor GABA-A.
  2. Aromaterapi Lavender sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Epilepsi Refrakter: Uji Coba Acak Terkontrol

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    40 pasien epilepsi refrakter (usia 18-60 tahun), 20 kelompok intervensi dan 20 kontrol
    Dosis/Durasi:
    3 tetes minyak lavender 100% murni dihirup 3 kali sehari, setiap hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Inhalasi minyak lavender selama 12 minggu mengurangi frekuensi kejang rata-rata sebesar 35% dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan.
  3. Efektivitas Aromaterapi Lavender dalam Mengurangi Frekuensi Kejang pada Epilepsi: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    5 studi (3 RCT, 2 studi kuasi-eksperimental) dengan total 210 pasien epilepsi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, umumnya inhalasi 2-4 tetes minyak lavender 2-3 kali sehari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa aromaterapi lavender secara signifikan mengurangi frekuensi kejang (SMD = -0.72, p < 0.01) dibandingkan dengan kontrol. Efek ini lebih nyata pada pasien dengan epilepsi fokal.
  4. Pengaruh Inhalasi Minyak Lavender terhadap Aktivitas Gelombang Otak dan Frekuensi Kejang pada Pasien Epilepsi: Studi Pilot

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Pilot Kuasi-Eksperimental
    Sampel:
    15 pasien epilepsi (usia 20-50 tahun) dengan kejang yang tidak terkontrol penuh
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 3 tetes minyak lavender (2%) selama 5 menit, 2 kali sehari, selama 4 minggu
    Temuan:
    Inhalasi lavender selama 5 menit meningkatkan aktivitas gelombang alfa di EEG dan menurunkan frekuensi kejang rata-rata 28% dalam 4 minggu. Efek ini terkait dengan penurunan stres oksidatif.
  5. Mekanisme Antikonvulsan Linalool sebagai Komponen Utama Lavender (Lavandula angustifolia) pada Model Kejang Tikus

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    48 ekor tikus jantan galur Sprague-Dawley, dibagi 6 kelompok
    Dosis/Durasi:
    50 dan 100 mg/kg linalool (i.p.), diberikan 20 menit sebelum induksi kejang, dosis tunggal
    Temuan:
    Linalool dosis 50 dan 100 mg/kg secara signifikan meningkatkan ambang kejang dan menurunkan mortalitas pada model kejang maksimal elektroshock. Mekanisme melibatkan inhibisi saluran kalsium tipe-L dan modulasi reseptor NMDA.
  6. Keamanan dan Efektivitas Minyak Lavender sebagai Terapi Tambahan pada Epilepsi Anak: Uji Coba Terbuka

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Uji Klinis Terbuka (Open-label Trial)
    Sampel:
    25 anak (usia 4-16 tahun) dengan epilepsi refrakter
    Dosis/Durasi:
    1 tetes minyak lavender 1,5% pada bantal saat tidur, setiap malam selama 8 minggu
    Temuan:
    Penambahan aromaterapi lavender pada terapi standar selama 8 minggu mengurangi frekuensi kejang hingga 40% pada 60% partisipan. Tidak ada efek samping serius; efek ringan berupa iritasi kulit pada 2 pasien.


Cari: