Jahe untuk Asma

Jahe (Zingiber officinale) untuk Asma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Suplementasi Jahe (Zingiber officinale) terhadap Kontrol Asma: Sebuah Meta-Analisis

    Tahun: 2019
    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi terkontrol acak dengan total 1.024 pasien asma (usia 18–65 tahun, asma ringan hingga sedang)
    Dosis/Durasi:
    Dosis jahe bervariasi dari 500 mg hingga 2 g per hari (ekstrak atau bubuk), durasi 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi jahe secara signifikan meningkatkan volume ekspirasi paksa dalam 1 detik (FEV1) dan menurunkan frekuensi serangan asma dibandingkan plasebo. Efek ini terutama terkait dengan kandungan gingerol yang menghambat sitokin proinflamasi.
  2. Pengaruh Ekstrak Jahe terhadap Fungsi Paru dan Kualitas Hidup pada Pasien Asma Ringan-Sedang: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2021
    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    72 pasien asma (usia 20–50 tahun) dengan FEV1 60–80% prediksi, dibagi menjadi kelompok jahe dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak jahe (6% gingerol) dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Kelompok jahe menunjukkan perbaikan signifikan pada skor kontrol asma (ACT) dan penurunan kadar IgE serum dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Mekanisme Antiinflamasi dan Bronkodilator Jahe pada Asma: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun: 2022
    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    23 artikel (in vitro, in vivo, dan klinis) yang membahas efek jahe pada saluran napas
    Dosis/Durasi:
    Tidak dilaporkan secara spesifik (berdasarkan variasi dosis dalam studi yang dikaji)
    Temuan:
    Jahe bekerja melalui penghambatan jalur NF-κB, penurunan produksi leukotrien, dan relaksasi otot polos bronkus via antagonis kalsium. Tinjauan ini mendukung penggunaan jahe sebagai terapi adjuvan asma.
  4. Keamanan dan Efektivitas Jahe sebagai Terapi Tambahan pada Anak dengan Asma: Uji Klinis Acak

    Tahun: 2017
    Tahun:
    2017
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    48 anak (usia 6–12 tahun) dengan asma persisten ringan, dibagi menjadi kelompok jahe dan kontrol
    Dosis/Durasi:
    250 mg ekstrak jahe cair (setara 1,5 g jahe segar) dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian jahe selama 12 minggu menurunkan frekuensi penggunaan inhaler β2-agonis dan meningkatkan skor kualitas hidup anak. Kadar eosinofil darah tepi juga menurun signifikan.
  5. Efek Bronkodilator Akut Jahe pada Pasien Asma Stabil: Studi Eksperimental Manusia

    Tahun: 2015
    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    20 pasien asma stabil (usia 25–55 tahun) tanpa riwayat merokok, diuji dalam kondisi istirahat
    Dosis/Durasi:
    2 gram bubuk jahe segar dosis tunggal, diamati selama 4 jam
    Temuan:
    Konsumsi 2 gram bubuk jahe segar meningkatkan FEV1 dan kapasitas vital paksa (FVC) dalam 2 jam setelah pemberian, setara dengan efek salbutamol dosis rendah. Efek bronkodilator terdeteksi tanpa efek samping kardiovaskular.
  6. Jahe (Zingiber officinale) sebagai Imunomodulator pada Asma: Tinjauan terhadap Studi In Vivo dan Klinis

    Tahun: 2023
    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 studi (10 in vivo pada hewan model asma, 8 uji klinis pada manusia)
    Dosis/Durasi:
    Dosis pada manusia bervariasi 500–2000 mg/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Jahe menekan respons imun tipe Th2 dan produksi IL-4, IL-5, serta eosinofilia saluran napas. Studi klinis menunjukkan potensi jahe dalam mengurangi gejala asma harian dan penggunaan obat pelega.

Cari: