Kencur untuk Asma

Kencur (Kaempferia galanga) untuk Asma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Relaksasi Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) pada Trakea Marmut Terisolasi

    Tahun: 2018
    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    10 trakea marmut yang dikontraksikan dengan histamin
    Dosis/Durasi:
    Dosis tunggal in vitro (1, 10, 30, 100 µg/mL)
    Temuan:
    Ekstrak kencur pada konsentrasi 1–100 µg/mL menunjukkan efek relaksasi yang bergantung pada dosis terhadap kontraksi trakea yang diinduksi histamin. Efek ini diduga dimediasi melalui penghambatan saluran kalsium tipe-L.
  2. Efek Antiinflamasi Ekstrak Kaempferia galanga pada Model Asma Alergi Tikus yang Diinduksi Ovalbumin

    Tahun: 2020
    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan (6 kelompok: kontrol normal, kontrol asma, 3 dosis ekstrak, dan deksametason)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg BB per oral sekali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kencur dosis 200 mg/kg BB per oral selama 14 hari secara signifikan menurunkan jumlah eosinofil bronkoalveolar, kadar IgE total, dan sitokin proinflamasi IL-4 dan IL-13. Temuan ini menunjukkan potensi sebagai agen antiinflamasi pada asma alergi.
  3. Aktivitas Bronkodilator Ethyl p-Methoxycinnamate dari Kaempferia galanga pada Otot Polos Bronkus Manusia

    Tahun: 2021
    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    5 sampel otot polos bronkus manusia yang diperoleh dari pasien lobektomi
    Dosis/Durasi:
    Dosis tunggal in vitro (0,1–100 µM)
    Temuan:
    Ethyl p-methoxycinnamate (EPMC), senyawa utama kencur, menunjukkan efek relaksasi pada otot polos bronkus yang dikontraksikan dengan asetilkolin (EC50 8,2 µM) tanpa mempengaruhi sel epitel. Efek ini sebanding dengan salbutamol pada konsentrasi 10 µM.
  4. Uji Klinis Awal Ekstrak Kaempferia galanga sebagai Terapi Tambahan pada Asma Ringan-Sedang

    Tahun: 2022
    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT) Pendahuluan
    Sampel:
    40 pasien asma ringan-sedang (usia 18–60 tahun) yang menerima terapi standar, dibagi 2 kelompok (ekstrak kencur + standar vs plasebo + standar)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kencur (setara 50 mg EPMC) dua kali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Setelah 4 minggu intervensi, kelompok ekstrak kencur menunjukkan peningkatan FEV1 sebesar 12,4% (p<0,05) dan penurunan frekuensi penggunaan inhaler beta-agonis harian sebesar 30% dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  5. Review Sistematis Efek Anti-Asma Tanaman Genus Kaempferia: Potensi dan Keterbatasan Bukti

    Tahun: 2023
    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (in vitro, in vivo, dan satu uji klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (review)
    Temuan:
    Sebagian besar studi in vitro dan in vivo menunjukkan efek bronkodilator dan antiinflamasi dari Kaempferia galanga, terutama melalui jalur penghambatan fosfodiesterase dan modulasi sitokin Th2. Namun, bukti dari uji klinis masih terbatas pada studi pendahuluan dengan jumlah sampel kecil.

Cari: