Kunyit untuk Asma

Kunyit (Curcuma longa) untuk Asma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Kurkumin terhadap Fungsi Paru dan Marker Inflamasi pada Pasien Asma: Sebuah Meta-Analisis

    Tahun: 2021
    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis acak dengan total 450 pasien asma
    Dosis/Durasi:
    500–1000 mg/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kurkumin secara signifikan meningkatkan FEV1 dan menurunkan kadar IgE total serta eosinofil pada pasien asma. Efek ini konsisten pada berbagai subkelompok dosis dan durasi.
  2. Suplementasi Kurkumin pada Pasien Asma Alergi Ringan-Sedang: Sebuah Uji Klinis Acak

    Tahun: 2018
    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien asma alergi ringan-sedang (30 kurkumin, 30 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    500 mg kurkumin dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Kelompok kurkumin mengalami penurunan frekuensi serangan asma dan perbaikan skor kontrol asma (ACQ) yang bermakna dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Kurkumin sebagai Terapi Tambahan pada Asma: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun: 2020
    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (10 hewan, 5 manusia) dengan total 380 subjek
    Dosis/Durasi:
    300–1500 mg/hari (bervariasi antar studi)
    Temuan:
    Bukti dari studi hewan menunjukkan efek anti-inflamasi dan bronkodilatasi yang kuat, tetapi uji klinis pada manusia masih terbatas dengan hasil yang beragam. Diperlukan lebih banyak RCT berkualitas tinggi.
  4. Efek Kurkumin terhadap Eosinofil Darah dan IgE pada Pasien Asma Persisten Sedang

    Tahun: 2016
    Tahun:
    2016
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    40 pasien asma persisten sedang
    Dosis/Durasi:
    1000 mg/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian kurkumin secara signifikan menurunkan jumlah eosinofil darah dan kadar IgE total dibandingkan plasebo. Temuan ini mendukung peran kurkumin dalam memodulasi respons alergi.
  5. Mekanisme Kurkumin dalam Menghambat Remodeling Saluran Napas pada Tikus Model Asma Kronis

    Tahun: 2020
    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi ovalbumin
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg/hari intraperitoneal selama 4 minggu
    Temuan:
    Kurkumin mengurangi ketebalan otot polos saluran napas dan deposisi kolagen melalui inhibisi jalur TGF-β1/Smad. Efek ini setara dengan deksametason pada beberapa parameter.
  6. Suplementasi Kurkumin sebagai Terapi Tambahan pada Asma Anak: Studi Prospektif

    Tahun: 2019
    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Prospektif
    Sampel:
    30 anak usia 6–12 tahun dengan asma persisten ringan-sedang
    Dosis/Durasi:
    250 mg dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Terapi tambahan kurkumin memperbaiki fungsi paru (FEV1 meningkat) dan mengurangi frekuensi penggunaan obat pelega. Tidak ada perubahan signifikan pada kadar IgE serum.

Cari: