Respirasi
Asma adalah penyakit pernapasan kronis yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas, menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk, mengi, dan dada terasa berat.
Bahan-bahan herbal berikut memiliki potensi sebagai terapi komplementer untuk membantu meredakan gejala asma melalui mekanisme anti-inflamasi, bronkodilator, ekspektoran, dan imunomodulator.
Suplementasi jahe secara signifikan meningkatkan volume ekspirasi paksa dalam 1 detik (FEV1) dan menurunkan frekuensi serangan asma dibandingkan plasebo. Efek ini terutama terkait dengan kandungan gingerol yang menghambat sitokin proinflamasi.
Suplementasi kurkumin secara signifikan meningkatkan FEV1 dan menurunkan kadar IgE total serta eosinofil pada pasien asma. Efek ini konsisten pada berbagai subkelompok dosis dan durasi.
Pemberian ekstrak etanol daun sirih secara signifikan menurunkan kadar IgE total dan jumlah eosinofil di cairan lavage bronkoalveolar dibandingkan kelompok kontrol. Ekstrak juga mengurangi infiltrasi sel inflamasi pada jaringan paru.
Advertisement
Suplementasi Nigella sativa secara signifikan meningkatkan volume ekspirasi paksa dalam 1 detik (FEV1) dan mengurangi frekuensi serangan asma. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
Ekstrak etanol buah cubeb menunjukkan efek relaksasi yang signifikan pada kontraksi trakea yang diinduksi asetilkolin dan histamin. Efek ini diduga dimediasi melalui antagonisme reseptor muskarinik dan histaminergik serta penghambatan saluran kalsium.
Ekstrak kencur pada konsentrasi 1–100 µg/mL menunjukkan efek relaksasi yang bergantung pada dosis terhadap kontraksi trakea yang diinduksi histamin. Efek ini diduga dimediasi melalui penghambatan saluran kalsium tipe-L.
Suplementasi kurkumin secara signifikan meningkatkan FEV1 dan mengurangi skor gejala asma. Efek ini konsisten pada berbagai dosis dan durasi pemberian.
Suplementasi bawang putih secara signifikan meningkatkan volume ekspirasi paksa detik pertama (FEV1) sebesar 0.15 L dan menurunkan frekuensi serangan asma bulanan. Efek ini lebih nyata pada pemberian ekstrak bawang putih tua dibandingkan bawang putih segar.
Pemberian ekstrak Centella asiatica secara signifikan menurunkan jumlah eosinofil dan kadar sitokin pro-inflamasi (IL-4, IL-5, IL-13) dalam cairan lavage bronkoalveolar serta mengurangi hiperreaktivitas saluran napas.
Pemberian ekstrak akar licorice selama 8 minggu secara signifikan meningkatkan FEV1 dan menurunkan frekuensi serangan asma dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.