Pegagan untuk Asma

Pegagan (Centella asiatica) untuk Asma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Centella asiatica terhadap Inflamasi Saluran Napas pada Tikus Model Asma Alergi

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 tikus Balb/c jantan dewasa yang diinduksi ovalbumin
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg berat badan per hari secara oral selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Centella asiatica secara signifikan menurunkan jumlah eosinofil dan kadar sitokin pro-inflamasi (IL-4, IL-5, IL-13) dalam cairan lavage bronkoalveolar serta mengurangi hiperreaktivitas saluran napas.
  2. Efektivitas dan Keamanan Centella asiatica pada Pasien Asma Bronkial Ringan-Sedang: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 pasien asma bronkial ringan-sedang berusia 18–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak standar (asiatic acid 1%) per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Centella asiatica selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan volume ekspirasi paksa detik pertama (FEV1) dan menurunkan skor gejala asma dibandingkan plasebo, tanpa efek samping serius.
  3. Tinjauan Sistematis Potensi Anti-Asma Centella asiatica

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    10 studi (6 in vivo, 4 uji klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, umumnya 200–500 mg ekstrak per hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Bukti dari studi hewan dan manusia menunjukkan bahwa Centella asiatica memiliki efek anti-inflamasi, antioksidan, dan bronkodilator yang relevan untuk manajemen asma, namun diperlukan uji klinis berskala besar untuk memperkuat rekomendasi.
  4. Mekanisme Molekuler Centella asiatica dalam Menekan Respons Imun Tipe 2 pada Sel Epitel Bronkus Manusia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel epitel bronkus manusia (BEAS-2B) yang distimulasi IL-13
    Dosis/Durasi:
    10, 50, dan 100 µg/mL ekstrak selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak Centella asiatica menghambat aktivasi jalur NF-κB dan STAT6 serta menurunkan produksi kemokin eotaksin dan periostin, yang berperan dalam rekruitmen eosinofil.
  5. Meta-Analisis Efek Centella asiatica terhadap Parameter Asma pada Model Hewan

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi eksperimental pada tikus dan mencit (total 280 hewan)
    Dosis/Durasi:
    Dosis efektif berkisar 200–400 mg/kg berat badan per hari, durasi 14–28 hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan efek signifikan Centella asiatica dalam menurunkan jumlah eosinofil, kadar IgE total, dan hiperreaktivitas saluran napas dengan ukuran efek yang besar (SMD = -1,24 hingga -1,89).
  6. Pengaruh Pemberian Ekstrak Centella asiatica terhadap Kadar IgE dan Fungsi Paru pada Pasien Asma di Indonesia

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Kuasi-Eksperimental
    Sampel:
    30 pasien asma persisten ringan-sedang di klinik rawat jalan
    Dosis/Durasi:
    2 × 250 mg ekstrak standar (asiaticoside 2%) per hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Terapi tambahan Centella asiatica selama 8 minggu menurunkan kadar IgE serum secara bermakna dan meningkatkan FEV1 sebesar 12% dari baseline, mendukung potensi sebagai adjuvan pengobatan asma.


Cari: