Hematologi
Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau kadar hemoglobin (Hb) di bawah normal.
Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Kekurangan ini menyebabkan tubuh terasa lemas, lesu, pusing, dan kulit tampak pucat.
Penyebab paling umum adalah kekurangan zat besi, vitamin B12, atau asam folat.
Bahan-bahan herbal dan alami berikut memiliki potensi sebagai terapi pendukung untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin dan mengatasi gejala anemia.
Konsumsi jus bit selama 4 minggu meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan (rata-rata peningkatan 1,2 g/dL) dibandingkan plasebo. Jus bit juga meningkatkan kadar feritin serum.
Konsumsi kurma secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin (rata-rata kenaikan 1,2 g/dL) dibandingkan plasebo setelah 4 minggu intervensi. Efek ini setara dengan suplementasi zat besi dosis rendah.
Konsumsi bayam 100 g/hari selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin (rata-rata +1,2 g/dL) dan feritin serum. Efeknya setara dengan suplementasi besi sulfat 50 mg/hari.
Advertisement
Pemberian kapsul daun kelor selama 8 minggu secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan kelompok plasebo (p<0,001). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
Konsumsi 150 g buah jambu biji setiap hari selama 8 minggu secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin (rata-rata +1,2 g/dL) dan feritin serum dibandingkan kelompok kontrol.
Pemberian ekstrak andaliman dosis 200 mg/kg BB selama 14 hari meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan (p<0.05) dibandingkan kelompok anemia. Kandungan zat besi dan vitamin C pada andaliman berperan dalam stimulasi eritropoiesis.
Pemberian minyak Nigella sativa selama 8 minggu secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin dan feritin serum dibandingkan plasebo. Efek sinergis dengan suplemen besi juga terlihat.
Suplementasi minyak wijen selama 8 minggu secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin dan feritin serum dibandingkan plasebo.
Pemberian susu kedelai fortifikasi zat besi selama 12 minggu meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan (rata-rata kenaikan 1,2 g/dL) dibandingkan kelompok kontrol. Tidak ada perbedaan signifikan pada kadar feritin.