Kurma untuk Anemia

Kurma (Phoenix dactylifera) untuk Anemia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Konsumsi Buah Kurma terhadap Kadar Hemoglobin pada Wanita Hamil dengan Anemia Defisiensi Besi: Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita hamil (usia 20-35 tahun) dengan anemia defisiensi besi (Hb < 11 g/dL)
    Dosis/Durasi:
    7 buah kurma (sekitar 100 g) per hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Konsumsi kurma secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin (rata-rata kenaikan 1,2 g/dL) dibandingkan plasebo setelah 4 minggu intervensi. Efek ini setara dengan suplementasi zat besi dosis rendah.
  2. Pengaruh Kurma (Phoenix dactylifera) terhadap Parameter Hematologi: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    5 studi intervensi (total 312 partisipan) yang mencakup wanita hamil, remaja putri, dan lansia
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi: 3–10 buah kurma per hari selama 2–8 minggu
    Temuan:
    Tinjauan sistematis ini menemukan bahwa konsumsi kurma secara konsisten meningkatkan kadar hemoglobin dan feritin serum pada populasi dengan anemia ringan hingga sedang. Tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan.
  3. Kurma (Phoenix dactylifera) dan Anemia Defisiensi Besi pada Remaja Putri: Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    40 remaja putri (usia 12-18 tahun) dengan anemia defisiensi besi (Hb < 12 g/dL dan feritin < 15 ng/mL)
    Dosis/Durasi:
    100 g kurma (sekitar 7-8 buah) per hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian kurma selama 8 minggu meningkatkan kadar feritin serum secara signifikan (rata-rata kenaikan 8,4 ng/mL) dan hemoglobin (1,0 g/dL) dibandingkan kelompok kontrol. Kadar zat besi serum juga membaik.
  4. Konsumsi Kurma Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Pasien Anemia Lansia: Studi Kuasi-Eksperimental

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Quasi-experimental
    Sampel:
    30 lansia (usia 60-80 tahun) dengan anemia ringan (Hb 10-12 g/dL) tanpa penyakit kronis
    Dosis/Durasi:
    3 buah kurma (sekitar 45 g) per hari selama 6 minggu
    Temuan:
    Setelah 6 minggu intervensi, kadar hemoglobin meningkat rata-rata 0,9 g/dL dan hematokrit naik 3%. Tidak ada perubahan signifikan pada indeks eritrosit lainnya.
  5. Meta-Analisis Efek Buah Kurma terhadap Kadar Hemoglobin pada Berbagai Populasi dengan Anemia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    4 studi RCT (total 232 partisipan) dengan populasi heterogen (wanita hamil, remaja, lansia)
    Dosis/Durasi:
    Beragam (3–10 buah/hari, 2–8 minggu), dengan dosis optimal sekitar 100 g/hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa konsumsi kurma secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin dengan effect size sedang (SMD = 0,78; 95% CI: 0,45–1,11; p < 0,001). Efek konsisten pada berbagai dosis dan durasi.
  6. Suplementasi Kurma pada Ibu Nifas dengan Anemia Postpartum: Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 ibu nifas (usia 20-35 tahun, 2-6 minggu postpartum) dengan Hb < 11 g/dL
    Dosis/Durasi:
    8 buah kurma (sekitar 110 g) per hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang mengonsumsi kurma menunjukkan perbaikan kadar hemoglobin (kenaikan 1,3 g/dL) dan feritin serum (7,2 ng/mL) yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol setelah 4 minggu. Kadar vitamin B12 juga meningkat.


Cari: