Kelor untuk Anemia

Kelor (Moringa oleifera) untuk Anemia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Anemia: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 ibu hamil trimester II dengan anemia (Hb 8–11 g/dL), usia 20–35 tahun
    Dosis/Durasi:
    2 kapsul @500 mg/hari (setara 1 g daun kelor kering) selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian kapsul daun kelor selama 8 minggu secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan kelompok plasebo (p<0,001). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Efektivitas Moringa oleifera dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin: Sebuah Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (9 RCT dan 3 kuasi-eksperimen) dengan total 1.024 partisipan (ibu hamil, remaja putri, dan anak-anak)
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 500 mg hingga 2 g/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Moringa oleifera secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin dengan ukuran efek sedang (SMD=0,62; 95% CI 0,38–0,86; p<0,001). Heterogenitas rendah hingga sedang antar studi.
  3. Pengaruh Pemberian Bubuk Daun Kelor terhadap Status Anemia pada Anak Usia Sekolah Dasar

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 anak usia 7–12 tahun dengan anemia ringan (Hb 10–11,5 g/dL) dari dua sekolah di daerah endemis gizi
    Dosis/Durasi:
    5 g bubuk daun kelor/hari (setara 1 sendok teh) dicampur ke dalam makanan, selama 6 minggu
    Temuan:
    Konsumsi bubuk daun kelor yang dicampurkan ke dalam makanan selama 6 minggu meningkatkan Hb rata-rata sebesar 1,2 g/dL lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p<0,01).
  4. Suplementasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Memperbaiki Kadar Hemoglobin dan Indeks Eritrosit pada Remaja Putri dengan Anemia Defisiensi Besi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    70 remaja putri usia 16–19 tahun dengan anemia defisiensi besi (Hb <12 g/dL, feritin <15 ng/mL)
    Dosis/Durasi:
    3 kapsul @300 mg ekstrak daun kelor (setara 6 g daun segar)/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak daun kelor selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan Hb, MCV, MCH, dan feritin serum dibandingkan plasebo. Penyerapan zat besi meningkat karena kandungan vitamin C dan polifenol.
  5. Pengaruh Jus Daun Kelor terhadap Kadar Hemoglobin pada Pasien Anemia di Puskesmas: Uji Klinis Pragmatis

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Uji Klinis Pragmatis (Quasi-Experimental)
    Sampel:
    50 pasien dewasa (18–60 tahun) dengan anemia ringan hingga sedang (Hb 8–11 g/dL) yang menjalani rawat jalan
    Dosis/Durasi:
    100 mL jus daun kelor segar (dibuat dari 30 g daun segar) setiap hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Konsumsi jus daun kelor segar sebanyak 100 mL/hari selama 4 minggu meningkatkan Hb rata-rata sebesar 0,9 g/dL (p<0,05). Sebagian besar pasien melaporkan toleransi yang baik.
  6. Systematic Review Efektivitas Moringa oleifera dalam Pencegahan dan Penanganan Anemia pada Wanita Usia Reproduksi

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    16 studi (RCT dan non-RCT) yang melibatkan total 1.580 wanita usia reproduksi (ibu hamil, menyusui, dan remaja putri)
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 500 mg – 2 g/hari (berbagai bentuk sediaan) selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Secara konsisten, Moringa oleifera meningkatkan kadar hemoglobin dan mengurangi prevalensi anemia, terutama pada dosis 500 mg – 2 g/hari selama minimal 4 minggu. Mekanisme utama meliputi bioavailabilitas zat besi yang tinggi dan efek antiinflamasi.


Cari: