Sampel:
12 studi acak terkendali (total 1.850 partisipan) dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin
Dosis/Durasi:
Bervariasi antar studi (100–250 g produk kedelai/hari selama 4–16 minggu)
Temuan:
Konsumsi produk kedelai (baik utuh maupun fortifikasi) secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin (MD 0,8 g/dL; 95% CI 0,5–1,1) dan feritin (MD 12 ng/mL; 95% CI 8–16) dibandingkan kontrol. Efek lebih besar pada produk yang difortifikasi zat besi.