Advertisement
Tumbuh paling subur di daerah beriklim tropis atau subtropis dengan suhu hangat. Suka banget sama sinar matahari penuh, butuh air yang cukup (nggak boleh tergenang), dan tanah yang subur, gembur, serta punya drainase yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Kedelai (Glycine max):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Punya sistem perakaran tunggang yang dalam. Ciri khasnya ada bintil-bintil akar hasil simbiosis sama bakteri Rhizobium yang fungsinya buat mengikat nitrogen dari udara. |
| Batang | Batang utamanya berkayu atau semi-berkayu, bentuknya bulat, dan punya banyak cabang. Tinggi tanamannya bervariasi, tergantung varietasnya. |
| Daun | Daunnya tipe majemuk, biasanya terdiri dari tiga anak daun (trifoliate). Permukaan daunnya berbulu halus dan warnanya hijau muda sampai hijau tua. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, muncul di ketiak daun, warnanya bisa putih atau ungu. Termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri. |
| Polong | Buahnya berbentuk polong yang berisi biji. Pas masih muda warnanya hijau, kalau udah matang biasanya berubah jadi cokelat atau kekuningan dan bakal mengeras. |
| Biji | Bentuknya bulat atau agak lonjong. Warnanya beragam, ada yang kuning (paling umum), hitam, hijau, atau kecokelatan, tergantung jenisnya. |
Kedelai (Glycine max) merupakan sumber protein nabati yang populer, namun konsumsinya dapat menimbulkan beberapa efek samping pada individu tertentu. Salah satu efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan kandungan isoflavon, yang bertindak sebagai fitoestrogen di dalam tubuh. Pada beberapa orang, konsumsi kedelai dalam jumlah besar dapat memengaruhi keseimbangan hormon, mengganggu fungsi kelenjar tiroid pada individu dengan defisiensi yodium, serta memicu gangguan pencernaan ringan seperti kembung, mual, dan diare akibat kandungan oligosakarida (rafinosa dan stakiosa) yang sulit dicerna oleh tubuh manusia.