Advertisement
Teh (Camellia sinensis) merupakan tanaman perdu tahunan dari famili Theaceae yang berasal dari kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Tanaman ini telah dibudidayakan selama ribuan tahun, terutama di Tiongkok, India, dan Jepang, sebelum menyebar ke berbagai belahan dunia. Secara botani, Camellia sinensis memiliki dua varietas utama, yaitu varietas sinensis (teh Cina) yang berdaun kecil dan tahan iklim dingin, serta varietas assamica (teh Assam) yang berdaun besar dan tumbuh subur di daerah tropis lembap. Keduanya menjadi sumber utama produksi teh hitam, teh hijau, teh oolong, dan teh putih di dunia.
Tanaman ini asalnya dari daerah subtropis dan tropis, suka banget sama area pegunungan yang sejuk, curah hujan tinggi, dan tanah yang asam tapi punya drainase yang bagus (nggak becek). Karakteristik/ciri-ciri Teh (Camellia sinensis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Punya akar tunggang yang tumbuh cukup dalam ke tanah buat nyari nutrisi. |
| Batang | Berupa perdu atau pohon kecil dengan kulit batang yang cenderung halus, cabang-cabangnya banyak dan makin lama makin berkayu. |
| Daun | Bentuknya lonjong sampai lanset, pinggirannya bergerigi halus, warnanya hijau mengkilap, dan teksturnya agak kaku seperti kulit. |
| Bunga | Warnanya putih kekuningan, harum, dan biasanya muncul di ketiak daun dengan kelopak yang khas. |
| Buah | Buahnya berbentuk kapsul yang isinya biasanya 1 sampai 3 biji bulat berwarna cokelat gelap. |
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Teh.
Interaksi & Kontraindikasi Teh dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Konsumsi teh (Camellia sinensis) secara umum aman bagi kebanyakan orang dewasa jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Namun, teh mengandung kafein dan senyawa tanin yang dapat menimbulkan efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan. Efek samping yang paling umum berkaitan dengan kandungan kafeinnya meliputi kecemasan, kegelisahan, peningkatan detak jantung, tekanan darah tinggi, serta gangguan pola tidur (insomnia). Selain itu, konsumsi kafein yang tinggi dapat memicu asam lambung berlebih, menyebabkan rasa tidak nyaman di perut, mual, atau perburuk gejala penyakit refluks gastroesofageal (GERD) pada individu yang sensitif.