Advertisement
Linalool (3,7-dimetil-1,6-oktadien-3-ol) adalah monoterpen alkohol alami dengan rumus molekul C₁₀H₁₈O dan massa molar 154,25 g/mol, termasuk dalam kelas monoterpenoid asiklik. Senyawa ini memiliki dua stereoisomer: (R)-linalool yang dominan pada lavender dan basil, serta (S)-linalool yang banyak ditemukan pada ketumbar dan jeruk manis. Secara fisikokimia, linalool berupa cairan tidak berwarna dengan aroma bunga segar, memiliki titik didih sekitar 198-200°C dan cukup reaktif terhadap oksidasi serta panas berlebih.
Senyawa ini ditemukan pada lebih dari 200 spesies tumbuhan, terutama dari famili Lamiaceae, Lauraceae, dan Rutaceae , dan menjadi komponen utama minyak atsiri lavender (30-50%), ketumbar, kemangi, serta kayu manis.
Linalool menunjukkan aktivitas farmakologis multidimensi melalui mekanisme anti-inflamasi, antioksidan, dan neuroprotektif. Efek anti-inflamasinya dimediasi melalui penghambatan aktivasi jalur TLR4/NF-κB dan penekanan inflammasome NLRP3, yang secara signifikan menurunkan sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6 pada berbagai model inflamasi. Sebagai antioksidan, linalool mengaktifkan jalur Nrf2/HO-1 dan meningkatkan enzim antioksidan endogen (SOD, GSH) sekaligus menurunkan MDA, sehingga melindungi neuron dari stres oksidatif.
Dalam studi praklinis, linalool menunjukkan efek neuroprotektif pada model penyakit Alzheimer dan cedera saraf tulang belakang melalui mekanisme serupa, serta mampu melintasi sawar darah-otak dan memodulasi reseptor GABAₐ yang memberikan efek ansiolitik dan antidepresan. Aktivitas antimikroba dan antikanker juga telah dilaporkan pada berbagai penelitian in vitro.
Dalam sistem pengobatan tradisional, linalool merupakan komponen bioaktif utama pada berbagai tanaman aromatik yang digunakan dalam TCM dan Ayurveda, seperti kemangi dan lavender, untuk mengatasi kecemasan, insomnia, dan gangguan pencernaan. Aromaterapi berbasis linalool dimanfaatkan secara empiris untuk efek sedatif dan relaksasi. Dalam fitokimia modern, tantangan utama linalool adalah stabilitas fisik dan kimia yang rendah, sifat mudah menguap, serta bioavailabilitas oral yang buruk akibat metabolisme cepat di hati (intrinsic clearance 31,28 mL·min⁻¹·kg⁻¹).
Untuk mengatasinya, berbagai strategi nanoformulasi dikembangkan, seperti nanopartikel berbasis linalool (Lin-NPs) yang berhasil meningkatkan efikasi anti-inflamasi melalui penghambatan NLRP3 , serta sistem liposomal untuk meningkatkan pengiriman transungual. Dari sisi interaksi obat, linalool murni tidak menunjukkan inhibisi signifikan terhadap CYP3A4 dan CYP1A2, namun minyak lavender secara keseluruhan memiliki efek inhibisi lemah terhadap CYP3A4 (IC₅₀ 12 µg/mL) tanpa induksi signifikan terhadap PXR atau AhR, yang menunjukkan potensi interaksi obat yang relatif rendah secara klinis. Senyawa ini terdaftar sebagai GRAS (Generally Recognized as Safe) oleh FDA dan aman digunakan sebagai bahan tambahan pangan langsung.
---
- FooDB. (2010). Showing Compound L-Linalool (FDB014941).
- Cannas, C., et al. (2025). Essential oils by name and by nature: a review of their antioxidant and neuroprotective potential in Parkinson's disease. ScienceDirect.
- Teknotan. (2022). Pemanfaatan minyak atsiri daun ketumbar sebagai pendukung pangan fungsional. Jurnal Universitas Padjadjaran.
- Pharmaceuticals. (2025). Interactions of Linalool and Linalyl Acetate with Selected Dog Cytochrome P450 Proteins. NIH/PMC.
- Yadav, S., & Ram, A. (2024). Formulation of Linalool and Curcumin Co-Loaded Microparticulate System for Hepatocellular Carcinoma. Research Journal of Pharmacy and Technology.
- Cyberlipid. (n.d.). Monoterpenes – Linalool.
- Zhang, L., et al. (2022). Efek neuroprotektor Linalool terhadap cedera sumsum tulang belakang pada tikus. BLACPMA.
- Jurnal Ilmu Pangan. (2016). Analisis minyak atsiri daun kayu manis. Universitas Sebelas Maret.
- Molecules. (2023). In Vitro Metabolism and CYP-Modulating Activity of Lavender Oil and Its Major Constituents. NIH/PMC.
- ScienceDirect. (2024). Therapeutic cargo-free linalool-based nanoparticles attenuate inflammation by targeting NLRP3 inflammasome.
- MiMeDB. (2021). 3,7-Dimethyl-1,6-octadien-3-ol (Linalool) Metabocard.
- Oxidative Medicine and Cellular Longevity. (2021). Linalool Prevents Neurotoxicity Induced by Aβ in Alzheimer's Disease Models. NIH/PMC.
- Scilit. (2025). Interactions of Linalool with Canine CYP Proteins. Pharmaceuticals.
- Gupta, I., et al. (2023). Linalool-Incorporated Liposomal Nanocarriers for Transungual Delivery. Materials.