Ubi Liar

Wild Yam | Dioscorea villosa
Ubi Liar
Nama
Ubi Liar (Wild Yam)
Nama Latin/Ilmiah
Dioscorea villosa
Bagian Digunakan
Rimpang
Rasa
Bitter, sweet

Nama Lain
Colic root (United States), Rheumatism root (United States), Ignam sauvage (France), Ñame silvestre (Spain), Inhame-bravo (Brazil)
Asal
Amerika Serikat, Kanada
Kandungan Utama
Diosgenin, dioscin, dan saponin steroid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ubi Liar

Dioscorea villosa, yang lebih dikenal dengan nama Wild Yam atau ubi liar atau ubi kuning, adalah tumbuhan merambat asli Amerika Utara dan sebagian Asia. Tanaman ini termasuk dalam famili Dioscoreaceae dan memiliki batang yang membelit serta daun berbentuk jantung. Bagian yang paling bernilai adalah rimpang (umbi) yang tumbuh di bawah tanah, berwarna cokelat kemerahan dengan daging berwarna putih atau krem. Wild Yam tumbuh liar di hutan, semak belukar, dan tepi sungai, lebih menyukai tanah yang lembab dan teduh.

Baca Lebih Lanjut
Update: 02 Sep 2026 - 06:42:18
 

II. Ciri-ciri Ubi Liar

Tanaman merambat ini aslinya dari Amerika Utara. Biasanya suka banget tumbuh di area hutan yang lembap, pinggiran sungai, atau semak belukar yang tanahnya subur dan punya sistem drainase yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Ubi Liar (Dioscorea villosa):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Tipe tanaman merambat yang bisa melilit ke kanan (twining), batangnya ramping dan biasanya nggak punya duri.
Daun Bentuknya hati atau agak oval dengan ujung yang lancip. Daunnya punya tulang daun yang khas, melengkung dari pangkal ke ujung, dan permukaannya kadang terasa agak halus atau sedikit berbulu.
Bunga Bunganya kecil-kecil banget, warnanya kuning kehijauan. Biasanya muncul dalam bentuk rangkaian (tandan) yang menggantung.
Umbi Bagian bawah tanahnya punya rimpang yang bentuknya memanjang dan agak berserat. Ini bagian yang paling khas karena punya tekstur agak berkayu.
Buah Buahnya berbentuk kapsul bersayap tiga yang kalau sudah matang bakal pecah dan menyebarkan biji-bijinya yang bersayap.

III. Kandungan Ubi Liar

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ubi Liar.

  1. Golongan: Steroid Saponin
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antikanker (in Vitro), Prekursor Hormon Steroid (dalam Sintesis Farmasi). Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Efek Terapeutik Langsung..
    Tampilkan
  2. Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Neurotoksik (berpotensi Menyebabkan Kejang Dan Depresi Pernafasan Pada Dosis Tinggi) Dan Analgesik (data Terbatas). Tidak Digunakan Dalam Pengobatan Modern Karena Toksisitas..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Antialergi (in Vitro Dan Studi Hewan). Bukti Pada Manusia Masih Terbatas..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

IV. Interaksi & Kontraindikasi Ubi Liar

Interaksi & Kontraindikasi Ubi Liar dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Gastritis atau tukak lambung

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi ubi liar bersama makanan untuk mengurangi iritasi lambung. Hentikan jika muncul nyeri ulu hati, mual, atau muntah; saponin dapat mengiritasi mukosa lambung. (Referensi: Natural Medicines, 2024; Drugs.com)

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (metformin, insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Ubi liar berpotensi menurunkan gula darah dan dapat meningkatkan risiko hipoglikemia bila dikombinasikan dengan obat antidiabetes. Pantau gula darah secara berkala dan konsultasikan penyesuaian dosis dengan dokter. (Referensi: Natural Medicines, 2024; Jurnal Etnofarmakologi)

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACEi, ARB, calcium channel blocker)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek hipotensif ubi liar dapat bertambah dan menyebabkan tekanan darah terlalu rendah. Monitor tekanan darah dan hindari kombinasi tanpa pengawasan dokter. (Referensi: Natural Medicines, 2024; Drugs.com)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

V. Efek Samping Ubi Liar

Ubi liar (Dioscorea villosa) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah makanan biasa, namun penggunaan suplemen ekstrak ubi liar dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama pada sistem pencernaan. Efek samping gastrointestinal yang paling sering dilaporkan meliputi mual, muntah, kram perut, dan diare. Gejala ini biasanya terjadi akibat iritasi mukosa lambung oleh kandungan saponin steroid, khususnya diosgenin, yang terdapat dalam konsentrasi tinggi pada sediaan herbal yang tidak diproses dengan benar. Konsumsi dalam dosis besar juga dapat memicu rasa tidak nyaman di ulu hati dan gangguan pencernaan ringan lainnya.

Baca Semua Efek Samping

VI. Studi Klinis & Meta-Analisis Ubi Liar

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ubi Liar.

  1. Dioscorea villosa (ubi liar): tinjauan fitokimia, aktivitas farmakologi, dan aplikasi klinis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Tinjauan ini mengidentifikasi diosgenin dan saponin steroid sebagai senyawa bioaktif utama dengan aktivitas anti-inflamasi, estrogenik, dan antioksidan. Bukti klinis masih terbatas, terutama pada pengelolaan gejala menopause dan gangguan inflamasi.
    Tampilkan
  2. Ekstrak Dioscorea villosa menghambat inflamasi melalui regulasi NF-κB dan MAPK pada makrofag RAW264.7

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak etanolik D. villosa menurunkan produksi TNF-α, IL-6, dan NO secara tergantung dosis. Efek anti-inflamasi ini terjadi melalui penekanan fosforilasi p65 NF-κB dan p38 MAPK.
    Tampilkan
  3. Ekstrak rimpang Dioscorea villosa mencegah osteoporosis pada tikus ovarektomi

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Pemberian ekstrak D. villosa mempertahankan densitas tulang femur dan tibia serta menurunkan penanda resorpsi tulang TRAP. Efek perlindungan tulang setara dengan estrogen dosis rendah tanpa menyebabkan hipertrofi uterus.
    Tampilkan

VII. FAQ Ubi Liar

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ubi Liar.

Apa itu akar Wild Yam dan kandungan fitokimia utamanya?
Wild Yam (Dioscorea villosa) adalah tanaman merambat dari famili Dioscoreaceae. Umbi dan rimpangnya mengandung diosgenin, yakni saponin steroid yang sering disebut "progesteron alami". Padahal diosgenin bukan hormon progesteron; ia hanya dapat diubah menjadi progesteron secara kimiawi di laboratorium. Kandungan lain meliputi polisakarida, fitosterol, tanin, dan alkaloid. Menurut Bruneton, J. (1999). Pharmacognosy, Phytochemistry, Medicinal Plants. Lavoisier Publishing, diosgenin merupakan prekursor penting untuk pembuatan steroid semisintetik.
Apakah Wild Yam efektif untuk mengatasi gejala menopause dan PMS?
Sebagian produk krim Wild Yam diklaim mengandung progesteron alami untuk meredakan keluhan menopause dan PMS. Akan tetapi, enzim manusia tidak dapat mengubah diosgenin menjadi progesteron, sehingga klaim hormonal tersebut tidak didukung bukti ilmiah yang kuat. Sebuah uji klinis acak terkontrol plasebo menemukan bahwa ekstrak wild yam tidak memperbaiki gejala menopause secara bermakna dibandingkan plasebo. Menurut Komesaroff, P. A., et al. (2001). Effects of wild yam extract on menopausal symptoms, lipids and sex hormones in healthy menopausal women. Climacteric, 4(2), 144-150, tidak ada perbedaan signifikan pada gejala menopause maupun kadar hormon antara kelompok wild yam dan plasebo.
Apa saja penggunaan obat tradisional Wild Yam yang didukung data farmakologi?
Wild yam secara tradisional digunakan sebagai antispasmodik dan antiinflamasi untuk gangguan pencernaan, kolik, dismenore, serta nyeri sendi. Data laboratorium dan hewan menunjukkan diosgenin meredakan inflamasi antara lain melalui penghambatan jalur cyclooxygenase dan penurunan sitokin proinflamasi. Menurut Raju, J., & Mehta, R. (2008). Naturally occurring diosgenin: A multifunctional compound. Journal of Medicinal Food, 11(1), 1-14, diosgenin memiliki aktivitas antiinflamasi dan imunomodulator, tetapi efektivitas klinis pada manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Bagaimana cara konsumsi Wild Yam yang benar dan berapa dosis yang dianjurkan?
Wild yam kering biasanya diseduh sebagai teh dengan takaran 1-2 gram akar dalam segelas air panas, diminum 1-3 kali sehari. Suplemen dalam bentuk kapsul, tablet, atau ekstrak cair sebaiknya mengikuti petunjuk pada label produk dan tidak melebihi dosis yang tertera. Oleh karena belum ada standar dosis yang baku, gunakan dosis terendah dahulu. Menurut Natural Medicines Comprehensive Database (2020). Wild Yam Monograph, dosis penggunaan tergantung pada bentuk sediaan dan usia, serta perlu disesuaikan oleh tenaga kesehatan.
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Wild Yam?
Pada sebagian orang, konsumsi wild yam dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan gangguan pencernaan. Pemakaian krim topikal dapat memicu iritasi atau ruam kulit. Konsumsi dalam dosis tinggi berisiko mengiritasi saluran cerna. Menurut Natural Medicines Comprehensive Database (2020), keamanan jangka panjang belum diketahui, dan pengguna dianjurkan memantau reaksi tubuh serta menghentikan pemakaian jika muncul gejala intoleransi.
Apakah Wild Yam berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Interaksi obat pada manusia belum banyak didokumentasikan, namun diosgenin dapat memengaruhi enzim sitokrom P450, khususnya CYP3A4, yang berperan dalam metabolisme banyak obat. Wild yam juga berpotensi memengaruhi terapi hormonal seperti kontrasepsi dan terapi penggantian hormon. Menurut Williamson, E. M. (2003). Interactions between herbal and conventional medicines. Pharmaceutical Press, kombinasi herbal dengan obat hormonal atau obat yang dimetabolisme CYP3A4 harus dilakukan secara hati-hati dan sebaiknya di bawah pengawasan apoteker atau dokter.
Apakah Wild Yam aman untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak?
Keamanan wild yam untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak belum terbukti. Karena kandungan diosgenin berpotensi memengaruhi keseimbangan hormon dan data klinis tidak memadai, produk ini tidak dianjurkan pada populasi tersebut, kecuali atas petunjuk tenaga kesehatan profesional. Menurut Mills, S., & Bone, K. (2000). Principles and Practice of Phytotherapy. Churchill Livingstone, herbal yang memiliki efek hormonal potensial sebaiknya dihindari pada kehamilan dan menyusui, dan penggunaan pada anak-anak hanya bila ada indikasi medis yang jelas.
Bolehkah Wild Yam dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari?
Wild yam berbeda dari ubi jalar atau yam komersial yang umum dijadikan makanan pokok seperti Dioscorea alata. Meskipun umbi Dioscorea villosa dapat diolah menjadi teh atau ekstrak herbal, mengonsumsinya mentah atau dalam jumlah besar tidak dianjurkan karena saponin dalam umbi dapat mengiritasi tenggorokan dan sistem pencernaan. Gunakan produk yang telah diolah khusus untuk keperluan herbal, bukan umbi segar sembarangan. Menurut Natural Medicines Comprehensive Database (2020), tidak ada data keamanan yang memadai untuk menjadikan wild yam sebagai makanan pokok atau konsumsi harian dalam dosis tinggi.

Blue Cohosh

Caulophyllum thalictroides

Pohon Chaste

Vitex agnus-castus

Cari: