Wild Yam

Dioscorea villosa
Nama
Wild Yam
Nama Latin/Ilmiah
Dioscorea villosa
Bagian Digunakan
Rimpang
Rasa
Bitter, sweet

Nama Lain
Colic root (United States), Rheumatism root (United States), Ignam sauvage (France), Ñame silvestre (Spain), Inhame-bravo (Brazil)
Asal
Amerika Serikat, Kanada
Kandungan Utama
Diosgenin, dioscin, dan saponin steroid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Wild Yam

html

Baca Lebih Lanjut
Update: 01 Agu 2026 - 02:41:05

 

Advertisement

II. Kandungan Wild Yam

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Wild Yam.

  1. Golongan: Steroid Saponin
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antikanker (in Vitro), Prekursor Hormon Steroid (dalam Sintesis Farmasi). Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Efek Terapeutik Langsung..
    Tampilkan
  2. Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Neurotoksik (berpotensi Menyebabkan Kejang Dan Depresi Pernafasan Pada Dosis Tinggi) Dan Analgesik (data Terbatas). Tidak Digunakan Dalam Pengobatan Modern Karena Toksisitas..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Antialergi (in Vitro Dan Studi Hewan). Bukti Pada Manusia Masih Terbatas..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

III. FAQ Wild Yam

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Wild Yam.

Apa itu akar Wild Yam dan kandungan fitokimia utamanya?
Wild Yam (Dioscorea villosa) adalah tanaman merambat dari famili Dioscoreaceae. Umbi dan rimpangnya mengandung diosgenin, yakni saponin steroid yang sering disebut "progesteron alami". Padahal diosgenin bukan hormon progesteron; ia hanya dapat diubah menjadi progesteron secara kimiawi di laboratorium. Kandungan lain meliputi polisakarida, fitosterol, tanin, dan alkaloid. Menurut Bruneton, J. (1999). Pharmacognosy, Phytochemistry, Medicinal Plants. Lavoisier Publishing, diosgenin merupakan prekursor penting untuk pembuatan steroid semisintetik.
Apakah Wild Yam efektif untuk mengatasi gejala menopause dan PMS?
Sebagian produk krim Wild Yam diklaim mengandung progesteron alami untuk meredakan keluhan menopause dan PMS. Akan tetapi, enzim manusia tidak dapat mengubah diosgenin menjadi progesteron, sehingga klaim hormonal tersebut tidak didukung bukti ilmiah yang kuat. Sebuah uji klinis acak terkontrol plasebo menemukan bahwa ekstrak wild yam tidak memperbaiki gejala menopause secara bermakna dibandingkan plasebo. Menurut Komesaroff, P. A., et al. (2001). Effects of wild yam extract on menopausal symptoms, lipids and sex hormones in healthy menopausal women. Climacteric, 4(2), 144-150, tidak ada perbedaan signifikan pada gejala menopause maupun kadar hormon antara kelompok wild yam dan plasebo.
Apa saja penggunaan obat tradisional Wild Yam yang didukung data farmakologi?
Wild yam secara tradisional digunakan sebagai antispasmodik dan antiinflamasi untuk gangguan pencernaan, kolik, dismenore, serta nyeri sendi. Data laboratorium dan hewan menunjukkan diosgenin meredakan inflamasi antara lain melalui penghambatan jalur cyclooxygenase dan penurunan sitokin proinflamasi. Menurut Raju, J., & Mehta, R. (2008). Naturally occurring diosgenin: A multifunctional compound. Journal of Medicinal Food, 11(1), 1-14, diosgenin memiliki aktivitas antiinflamasi dan imunomodulator, tetapi efektivitas klinis pada manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Bagaimana cara konsumsi Wild Yam yang benar dan berapa dosis yang dianjurkan?
Wild yam kering biasanya diseduh sebagai teh dengan takaran 1-2 gram akar dalam segelas air panas, diminum 1-3 kali sehari. Suplemen dalam bentuk kapsul, tablet, atau ekstrak cair sebaiknya mengikuti petunjuk pada label produk dan tidak melebihi dosis yang tertera. Oleh karena belum ada standar dosis yang baku, gunakan dosis terendah dahulu. Menurut Natural Medicines Comprehensive Database (2020). Wild Yam Monograph, dosis penggunaan tergantung pada bentuk sediaan dan usia, serta perlu disesuaikan oleh tenaga kesehatan.
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Wild Yam?
Pada sebagian orang, konsumsi wild yam dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan gangguan pencernaan. Pemakaian krim topikal dapat memicu iritasi atau ruam kulit. Konsumsi dalam dosis tinggi berisiko mengiritasi saluran cerna. Menurut Natural Medicines Comprehensive Database (2020), keamanan jangka panjang belum diketahui, dan pengguna dianjurkan memantau reaksi tubuh serta menghentikan pemakaian jika muncul gejala intoleransi.
Apakah Wild Yam berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Interaksi obat pada manusia belum banyak didokumentasikan, namun diosgenin dapat memengaruhi enzim sitokrom P450, khususnya CYP3A4, yang berperan dalam metabolisme banyak obat. Wild yam juga berpotensi memengaruhi terapi hormonal seperti kontrasepsi dan terapi penggantian hormon. Menurut Williamson, E. M. (2003). Interactions between herbal and conventional medicines. Pharmaceutical Press, kombinasi herbal dengan obat hormonal atau obat yang dimetabolisme CYP3A4 harus dilakukan secara hati-hati dan sebaiknya di bawah pengawasan apoteker atau dokter.
Apakah Wild Yam aman untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak?
Keamanan wild yam untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak belum terbukti. Karena kandungan diosgenin berpotensi memengaruhi keseimbangan hormon dan data klinis tidak memadai, produk ini tidak dianjurkan pada populasi tersebut, kecuali atas petunjuk tenaga kesehatan profesional. Menurut Mills, S., & Bone, K. (2000). Principles and Practice of Phytotherapy. Churchill Livingstone, herbal yang memiliki efek hormonal potensial sebaiknya dihindari pada kehamilan dan menyusui, dan penggunaan pada anak-anak hanya bila ada indikasi medis yang jelas.
Bolehkah Wild Yam dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari?
Wild yam berbeda dari ubi jalar atau yam komersial yang umum dijadikan makanan pokok seperti Dioscorea alata. Meskipun umbi Dioscorea villosa dapat diolah menjadi teh atau ekstrak herbal, mengonsumsinya mentah atau dalam jumlah besar tidak dianjurkan karena saponin dalam umbi dapat mengiritasi tenggorokan dan sistem pencernaan. Gunakan produk yang telah diolah khusus untuk keperluan herbal, bukan umbi segar sembarangan. Menurut Natural Medicines Comprehensive Database (2020), tidak ada data keamanan yang memadai untuk menjadikan wild yam sebagai makanan pokok atau konsumsi harian dalam dosis tinggi.

Blue Cohosh

Caulophyllum thalictroides

Vitex / Chasteberry

Vitex agnus-castus