Advertisement
Caulophyllum thalictroides, yang dikenal luas sebagai Blue Cohosh, adalah tumbuhan herba abadi anggota keluarga Berberidaceae yang berasal dari kawasan hutan basah di Amerika Utara bagian timur. Ciri khasnya adalah batang tunggal yang muncul dari rimpang tebal, daun majemuk menyirip menyerupai daun Thalictrum (itulah asal spesiesnya), serta bunga kecil berwarna hijau kekuningan yang berkembang menjadi buah beri biru keunguan yang mencolok. Tumbuhan ini tumbuh setinggi 30–90 cm dan mekar di akhir musim semi, dengan buah yang matang di awal musim gugur. Seluruh bagian tumbuhan—terutama rimpang dan akar—digunakan dalam pengobatan tradisional, meskipun memiliki profil toksisitas yang signifikan.
7 Manfaat Blue Cohosh untuk kesehatan.
Alkaloid kuartener seperti magnoflorina dan kaulofilina mengikat reseptor oksitosin pada miometrium, meningkatkan konsentrasi kalsium intraseluler melalui aktivasi jalur fosfoinositida, serta menghambat fosfodiesterase sehingga meningkatkan kadar cAMP dan merangsang kontraksi ritmik.
Senyawa flavonoid (kaempferol, kuersetin) dan alkaloid menghambat aktivasi NF-κB dan MAP kinase, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) pada sinoviosit dan kondrosit.
Alkaloid dan saponin mengganggu integritas membran sel bakteri dan jamur, menghambat enzim topoisomerase dan sintesis dinding sel. Aktif terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif serta Candida spp.
Advertisement
7 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Blue Cohosh.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Blue Cohosh.