Blue Cohosh

Squaw Root | Caulophyllum thalictroides
Nama
Blue Cohosh (Squaw Root)
Nama Latin/Ilmiah
Caulophyllum thalictroides
Bagian Digunakan
Akar dan Rimpang
Rasa
Pahit, pedas
Nama Lain
Papoose root (Kanada), cocash bleu (Prancis), Blaue Cohosh (Jerman), cohosh azul (Spanyol)
Asal
Amerika Serikat, Kanada
Kandungan Utama
Caulosaponin, caulophylline, magnoflorine

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Blue Cohosh

Caulophyllum thalictroides, yang dikenal luas sebagai Blue Cohosh, adalah tumbuhan herba abadi anggota keluarga Berberidaceae yang berasal dari kawasan hutan basah di Amerika Utara bagian timur. Ciri khasnya adalah batang tunggal yang muncul dari rimpang tebal, daun majemuk menyirip menyerupai daun Thalictrum (itulah asal spesiesnya), serta bunga kecil berwarna hijau kekuningan yang berkembang menjadi buah beri biru keunguan yang mencolok. Tumbuhan ini tumbuh setinggi 30–90 cm dan mekar di akhir musim semi, dengan buah yang matang di awal musim gugur. Seluruh bagian tumbuhan—terutama rimpang dan akar—digunakan dalam pengobatan tradisional, meskipun memiliki profil toksisitas yang signifikan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 02 Sep 2026 - 00:41:55
 

II. Ciri-ciri Blue Cohosh

Tanaman ini asli dari hutan-hutan lembap di Amerika Utara. Suka banget sama tempat yang tanahnya kaya humus, teduh, dan punya drainase yang baik, biasanya ditemukan di bawah naungan pohon-pohon besar. Karakteristik/ciri-ciri Blue Cohosh (Caulophyllum thalictroides):

Bagian Ciri-Ciri
Tinggi Tanaman Tumbuh sekitar 30-80 cm, bentuknya tegak dengan batang yang cukup kokoh.
Daun Daunnya unik banget, terbagi tiga (ternate) dan punya tampilan seperti daun tanaman Meadow Rue (Thalictrum). Warnanya hijau kebiruan saat masih muda, makanya disebut Blue Cohosh.
Bunga Bunganya kecil-kecil, warnanya agak kekuningan atau kehijauan, kadang ada sentuhan warna ungu. Muncul di ujung batang saat musim semi.
Buah Ini yang paling ikonik; buahnya menyerupai beri dengan warna biru gelap keunguan yang mengkilap, tapi sebenarnya itu biji yang terbuka karena daging buahnya tidak menutup sempurna.
Akar Dan Rimpang Punya rimpang (rizoma) yang menjalar di bawah tanah, tempat cadangan makanan tanaman ini disimpan.

III. Manfaat Blue Cohosh

7 Manfaat Blue Cohosh untuk kesehatan.

  1. Uterotonik (Stimulasi Kontraksi Uterus)

    Alkaloid kuartener seperti magnoflorina dan kaulofilina mengikat reseptor oksitosin pada miometrium, meningkatkan konsentrasi kalsium intraseluler melalui aktivasi jalur fosfoinositida, serta menghambat fosfodiesterase sehingga meningkatkan kadar cAMP dan merangsang kontraksi ritmik.

    Senyawa Aktif: magnoflorina, kaulofilina, saponin kaulosaponin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Osteoartritis

    Senyawa flavonoid (kaempferol, kuersetin) dan alkaloid menghambat aktivasi NF-κB dan MAP kinase, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) pada sinoviosit dan kondrosit.

    Senyawa Aktif: Kaempferol, Kuersetin, magnoflorina
    Tampilkan
  3. Antimikroba Spektrum Luas

    Alkaloid dan saponin mengganggu integritas membran sel bakteri dan jamur, menghambat enzim topoisomerase dan sintesis dinding sel. Aktif terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif serta Candida spp.

    Senyawa Aktif: magnoflorina, kaulosaponin, Asam Klorogenat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Blue Cohosh

7 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Blue Cohosh.

  1. Methylcytisine (Caulophylline)

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Agonis Reseptor Nikotinik Asetilkolin; Stimulan Pernapasan; Efek Oksitosik Pada Uterus (PubMed ID: 9707694).
    Tampilkan
  2. Baptifoline

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antimikroba Lemah (belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  3. Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dan Antimikroba (PubMed ID: 23928142).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+4)

V. Interaksi & Kontraindikasi Blue Cohosh

Interaksi & Kontraindikasi Blue Cohosh dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kafein (kopi, teh, minuman energi)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Efek stimulan dapat bertambah, meskipun risiko umumnya rendah pada konsumsi sedang. Batasi kafein dan pantau tekanan darah/denyut jantung. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database; Brinker F. Herb Contraindications and Drug Interactions.

  2. Swamedikasi pada orang dewasa sehat tanpa penyakit jantung, tidak hamil, dan tidak menyusui

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Risiko relatif lebih rendah hanya pada dosis sangat kecil dan pemakaian singkat, tetapi batas aman belum ditetapkan. Harus digunakan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: AHPA Botanical Safety Handbook ed. 2; Natural Medicines.

  3. Diuretik (furosemide, hidroklorotiazid, dan sejenisnya)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Dapat meningkatkan kehilangan elektrolit dan membuat jantung lebih sensitif terhadap efek toksik. Hindari kombinasi; jika terpaksa, pantau elektrolit dan fungsi jantung. Referensi: Brinker F.; Natural Medicines.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Blue Cohosh

Blue Cohosh (Caulophyllum thalictroides) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan untuk merangsang persalinan dan melancarkan menstruasi, namun memiliki profil toksisitas yang signifikan. Efek samping ringan yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, kram perut, diare, sakit kepala, dan nyeri dada. Senyawa aktif alkaloid seperti caulosaponin dan caulophylline dapat menyebabkan vasokonstriksi, yang berpotensi meningkatkan tekanan darah secara drastis dan mengganggu fungsi kardiovaskular normal pada individu yang mengonsumsinya.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Blue Cohosh

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Blue Cohosh.

  1. Tinjauan Etnofarmakologi, Fitokimia, dan Farmakologi Caulophyllum thalictroides (Blue Cohosh)

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Tanaman Blue Cohosh mengandung alkaloid kuinolizidin, saponin triterpenoid, dan flavonoid yang berperan dalam aktivitas antiinflamasi, analgetik, dan sitotoksik. Bukti klinis terapeutik masih terbatas, sehingga diperlukan standardisasi dan studi toksisitas lanjutan.
    Tampilkan
  2. Obat Herbal untuk Induksi Persalinan: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Cochrane tentang Blue Cohosh

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Meta-analisis tidak menemukan bukti yang cukup untuk mendukung efektivitas atau keamanan blue cohosh sebagai induksi persalinan. Kualitas bukti rendah dan risiko bias tinggi pada studi yang tersedia.
    Tampilkan
  3. Tinjauan Sistematis Keamanan Penggunaan Caulophyllum thalictroides (Blue Cohosh) pada Kehamilan

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Ditemukan laporan kejadian kardiotoksisitas dan efek neurologis pada neonatus setelah paparan blue cohosh saat kehamilan. Profil keamanan masih belum memadai sehingga penggunaannya perlu dihindari pada populasi ibu hamil.
    Tampilkan

VIII. FAQ Blue Cohosh

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Blue Cohosh.

Apa kandungan fitokimia utama dalam blue cohosh?
Blue cohosh (Caulophyllum thalictroides) terutama berasal dari akar dan rimpangnya. Senyawa aktif utamanya adalah alkaloid golongan kuinolizidin seperti methylcytisine, anagyrine, baptifoline, dan magnoflorine, serta saponin seperti kaulosaponin dan kaulofilin. Methylcytisine memiliki efek mirip nikotin, sedangkan saponin dapat bersifat iritatif terhadap saluran cerna dan berpotensi memengaruhi fungsi jantung. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, Blue Cohosh, 2024; Dugoua JJ, et al. J Popul Ther Clin Pharmacol. 2008;15(2):e231-e237.
Apakah blue cohosh aman dikonsumsi sehari-hari sebagai suplemen?
Tidak aman. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan blue cohosh setiap hari sebagai suplemen. Kandungan alkaloid dan saponin dapat menyebabkan efek toksik seperti mual, muntah, diare, sakit perut, gangguan irama jantung, dan kerusakan organ. Karena risiko toksisitasnya, blue cohosh tidak digolongkan sebagai makanan atau suplemen makanan yang aman untuk penggunaan rutin. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, Blue Cohosh, 2024; U.S. FDA Poisonous Plant Database.
Bagaimana blue cohosh digunakan dalam pengobatan tradisional dan apakah dosisnya sudah pasti?
Secara tradisional, blue cohosh digunakan oleh penduduk asli Amerika dan beberapa praktisi bidan untuk membantu persalinan, mengatasi nyeri haid, dan meredakan rematik. Bentuknya dapat berupa teh, tincture, atau kapsul dari akar kering. Namun tidak ada dosis aman yang terbukti secara ilmiah. Dosis yang sedikit saja dapat menyebabkan keracunan, sehingga penggunaan tanpa pengawasan tenaga medis sangat tidak dianjurkan. Referensi: Dugoua JJ, et al. J Popul Ther Clin Pharmacol. 2008;15(2):e231-e237.
Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh blue cohosh?
Efek samping yang pernah dilaporkan meliputi mual, muntah, nyeri abdomen, diare, keringat berlebih, tremor, hipotensi, bradikardia, kejang, depresi pernapasan, dan gagal jantung. Pada dosis tinggi, dapat terjadi kolaps kardiovaskular dan kematian. Efek toksik ini terutama disebabkan oleh alkaloid methylcytisine yang bekerja seperti nikotin serta saponin kaulosaponin yang mengiritasi otot polos. Referensi: U.S. FDA Poisonous Plant Database; Natural Medicines Comprehensive Database, Blue Cohosh, 2024.
Apakah blue cohosh aman untuk ibu hamil?
Tidak aman. Meskipun secara tradisional digunakan untuk melancarkan persalinan, berbagai laporan menunjukkan bahwa blue cohosh dapat membahayakan janin dan ibu. Kasus neonatal yang dilaporkan meliputi hipoksia, denyut jantung lambat, stroke, infark miokard, ensefalopati, dan kematian. Kandungan kimianya juga dapat merangsang kontraksi uterus yang berlebihan. Oleh karena itu, blue cohosh tidak boleh digunakan selama kehamilan. Referensi: Dugoua JJ, et al. J Popul Ther Clin Pharmacol. 2008;15(2):e231-e237; Natural Medicines Comprehensive Database, Blue Cohosh, 2024.
Apakah blue cohosh aman digunakan saat menyusui?
Tidak aman. Tidak ada data yang cukup untuk membuktikan keamanan blue cohosh selama menyusui. Alkaloid seperti methylcytisine berpotensi masuk ke dalam air susu ibu dan dapat menyebabkan efek neurotoksik pada bayi. Selain itu, zat yang memiliki efek hormonal dan perangsang rahim tidak sesuai diberikan pada ibu menyusui tanpa indikasi medis yang jelas. Referensi: Dugoua JJ, et al. J Popul Ther Clin Pharmacol. 2008;15(2):e231-e237; Natural Medicines Comprehensive Database, Blue Cohosh, 2024.
Bolehkah blue cohosh diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Sangat tidak boleh. Tidak ada indikasi medis maupun nutrisi penggunaan blue cohosh pada bayi dan anak-anak. Sistem saraf dan kardiovaskular anak sangat sensitif terhadap toksisitas alkaloid dan saponin. Beberapa kasus kerusakan jantung dan stroke neonatal terjadi setelah paparan blue cohosh pada masa sebelum kelahiran, sehingga sangat berbahaya jika diberikan langsung kepada bayi atau anak. Referensi: U.S. FDA Poisonous Plant Database; Dugoua JJ, et al. J Popul Ther Clin Pharmacol. 2008;15(2):e231-e237.
Adakah manfaat blue cohosh untuk kesehatan umum yang didukung bukti ilmiah?
Tidak ada bukti ilmiah yang kuat untuk manfaat blue cohosh bagi kesehatan umum. Klaim tradisional seperti antiradang, antispasmodik, atau peluruh kencing belum didukung oleh uji klinis yang memadai pada manusia. Mengingat efek toksiknya yang serius, risiko penggunaan blue cohosh jauh lebih besar daripada potensi manfaatnya. Oleh karena itu, blue cohosh tidak direkomendasikan untuk kondisi kesehatan umum. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, Blue Cohosh, 2024; U.S. FDA Poisonous Plant Database.

Black Cohosh

Actaea racemosa

Ubi Liar

Dioscorea villosa

Cari: