Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Etnofarmakologi, Fitokimia, dan Farmakologi Caulophyllum thalictroides (Blue Cohosh)

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    56 artikel penelitian yang berasal dari PubMed, Scopus, dan Web of Science, mencakup data botani, tradisional, senyawa aktif, dan aktivitas biologis.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi pustaka).
    Temuan:
    Tanaman Blue Cohosh mengandung alkaloid kuinolizidin, saponin triterpenoid, dan flavonoid yang berperan dalam aktivitas antiinflamasi, analgetik, dan sitotoksik. Bukti klinis terapeutik masih terbatas, sehingga diperlukan standardisasi dan studi toksisitas lanjutan.
  2. Obat Herbal untuk Induksi Persalinan: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Cochrane tentang Blue Cohosh

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review & Meta-Analisis
    Sampel:
    11 uji klinis acak terkontrol dengan total 1.526 wanita hamil; meta-analisis dilakukan untuk subkelompok blue cohosh.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (tinjauan sistematis dan meta-analisis).
    Temuan:
    Meta-analisis tidak menemukan bukti yang cukup untuk mendukung efektivitas atau keamanan blue cohosh sebagai induksi persalinan. Kualitas bukti rendah dan risiko bias tinggi pada studi yang tersedia.
  3. Tinjauan Sistematis Keamanan Penggunaan Caulophyllum thalictroides (Blue Cohosh) pada Kehamilan

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 laporan kasus dan 2 studi kohort retrospektif dengan total 58 ibu yang terpapar blue cohosh.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (tinjauan sistematis).
    Temuan:
    Ditemukan laporan kejadian kardiotoksisitas dan efek neurologis pada neonatus setelah paparan blue cohosh saat kehamilan. Profil keamanan masih belum memadai sehingga penggunaannya perlu dihindari pada populasi ibu hamil.
  4. Aktivitas Antiinflamasi Alkaloid dari Caulophyllum thalictroides pada Sel Makrofag RAW264.7 yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental in Vitro
    Sampel:
    Ekstrak alkaloid akar C. thalictroides dan senyawa magnoflorin; kultur sel RAW264.7 yang distimulasi LPS.
    Dosis/Durasi:
    Dosis 0,1–10 μM selama 24 jam.
    Temuan:
    Alkaloid total dan magnoflorin menurunkan produksi nitrit oksida, TNF-α, dan IL-6 pada konsentrasi mikromolar. Efek antiinflamasi tersebut dimediasi melalui penghambatan aktivasi NF-κB.
  5. Sitotoksisitas Senyawa Taspine dari Caulophyllum thalictroides terhadap Sel Karsinoma Hepatoseluler HepG2

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental in Vitro
    Sampel:
    Sel HepG2 yang diberi perlakuan taspine murni hasil isolasi dari akar C. thalictroides.
    Dosis/Durasi:
    Dosis 0, 5, 10, 25, dan 50 μM selama 48 jam.
    Temuan:
    Taspine menghambat proliferasi sel HepG2 dengan nilai IC50 sekitar 12 μM dan menginduksi apoptosis. Mekanisme apoptosis ditandai dengan peningkatan cleaved caspase-3 dan penurunan Bcl-2.
  6. Aktivitas Analgetik Ekstrak Etanol Akar Caulophyllum thalictroides pada Mencit Swiss Webster

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental in Vivo
    Sampel:
    25 mencit Swiss Webster jantan yang terbagi dalam lima kelompok: kontrol, indometasin, dan tiga dosis ekstrak.
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kg berat badan diberikan per oral 30 menit sebelum induksi nyeri.
    Temuan:
    Ekstrak etanol akar dengan dosis 200 dan 400 mg/kg berat badan mengurangi jumlah geliatan pada uji writhing secara signifikan. Efek analgetik setara dengan indometasin tanpa menunjukkan ulserasi lambung pada dosis yang diuji.
  7. Analisis Metabolomik Berbasis UPLC-QTOF-MS untuk Pengendalian Mutu Caulophyllum thalictroides

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Analitik Eksperimental
    Sampel:
    10 sampel akar C. thalictroides dari lokasi budidaya berbeda.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi analitik).
    Temuan:
    Ditemukan 23 penanda kimia utama yang membedakan sampel, termasuk golongan alkaloid dan saponin. Profil metabolomik ini dapat digunakan sebagai basis standardisasi ekstrak dan bahan baku herbal.
  8. Studi Jaringan Farmakologi dan Docking Molekuler Senyawa Aktif Caulophyllum thalictroides sebagai Antioksidan

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Komputasi (Network Pharmacology dan Molecular Docking)
    Sampel:
    35 senyawa aktif yang diidentifikasi dari literatur dan 9 protein target yang terlibat dalam respons stres oksidatif.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi in silico).
    Temuan:
    Senyawa magnoflorin dan flavonoid teridentifikasi memiliki afinitas pengikatan tinggi terhadap Nrf2 dan Keap1. Hasil komputasi ini menunjukkan potensi C. thalictroides sebagai sumber senyawa antioksidan alami.

Advertisement


Cari: